Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Princessa's past #2 ( Masa lalu Princessa #2)



flashback kali ini sampai 2k kata lebih jadi jangan bosen yah.. 😊


Happy reading


•


•


•


🤗🤗🤗


Cessa pun bergegas turun saat sudah sampai di depan pintu mansion nya yang di ikuti oleh Luke di belakang nya.


"Makasih Luke"


"Sama-sama, jangan terlalu di pikirin nanti aku suruh bodyguard ayah ku untuk bantu cari" dengan mengusap kepala Cessa pelan,Luke tidak mau hal ini membuat Cessa nya khawatir.


"Tidak usah Luke kamu jangan terlibat,biar orang suruhan daddy aja yang urus" jawab Cessa menatap Luke lekat menampilkan senyum nya untuk menenangkan Luke.


"Ya sudah sana masuk makin dingin di luar, aku pulang dulu" sambil mengacak rambut Princessa gemas


"Ya... kamu juga hati-hati Luke" sambil melambaikan tangan nya


"Ya good night Princess" Luke membalas lambaian nya lalu berbalik pergi.


Princessa yang melihat mobil Luke yang sudah tidak terlihat karena sudah keluar gerbang mansion nya, bergegas masuk karena hari ini angin nya terasa lebih kencang dari biasa nya.


Saat Princessa masuk ia melihat mom dan daddy nya sedang duduk mengobrol, namun ia tidak tau apa yang sedang di bicarakan mom dan daddy nya itu,dan mereka pun seperti nya belum menyadari kehadiran Cessa


"I'm home!!" Dengan sedikit keras Cessa berucap untuk memberi tau kedua orang tua nya bahwa ia sudah pulang.


"Princess kamu udah pulang,kemarilah daddy dan mommy mau ngomong sebentar" ucap James pada putri semata wayang nya itu


Cessa pun melangkahkan kaki nya ke arah kedua orang tua nya dan duduk di samping mommy nya.


"Ada apa dad?"


"Daddy ingin tau,sebenar nya apa yang terjadi tadi di pesta?"


Cessa tersentak karena daddy nya langsung menanyakan kejadian yang membuat dirinya kehilangan mobil nya, ia takut daddy nya itu tidak percaya lagi padanya "Hmm.. maaf dad aku ga tau bakal kaya gini kejadian nya, sebenernya ga ada yang aneh,aku cuman ngasih kunci mobil aku ke petugas valet,terus aku masuk...tau-tau pas pulang aku di kasih tau bodyguard daddy kalau mobil ku... di ambil" ucap Cessa menunduk merasa bersalah, karena baru pertama kali ia bawa mobil tapi sudah seperti ini kejadian nya.


"Tapi Kamu ga apa-apa kan sayang?" tanya Anetha pada Cessa sambil memeriksa keadaan putri nya.


"Tidak mom aku baik-baik saja,mom ga usah khawatir" sambil mengusap lengan ibu nya dan tersenyum.


Anetha hanya mengangguk memandang putri nya itu lekat melihat apakah putri nya itu benar baik-baik saja,tapi sekilas ia melihat rasa khawatir di mata putri nya.


"Syukurlah kalau kamu ga apa-apa,ya udah kamu istirahat aja" ucap James


"Daddy ga marah sama aku kan?"


"Ga sayang,ya udah cepat istirahat"


"Ya udah...mom,dad aku ke atas dulu yah" Cessa pun berdiri mencium pipi ke dua orang tua nya lalu pergi ke kamar nya sendiri untuk segera menyelesaikan rutinitas malam nya.


Saat Cessa sedang melakukan rutinitas malam nya tanpa sadar ia melamun menatap pantulan wajah nya di cermin kamar nya"Kenapa firasat ku tidak enak.." Cessa sempat tertegun sejenak


"Ahhhh..sudahlah Cessa jangan terlalu dipikirkan" sambil menepuk-nepuk pipi nya pelan untuk menyadarkan nya.


**Pagi hari**


Saat Cessa akan turun ke bawah untuk sarapan ia melihat daddy dan mommy nya sedang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing di sofa,dan terlihat dari raut wajah mereka yang menampilkan kekhawatiran yang jelas"ada apa?"pikir nya.


"Mom...dad" panggil Cessa kepada ke dua orang tua nya itu.


James dan Anetha langsung melihat ke arah putri mereka itu bersamaan dan menghampiri Cessa.


"Sayang.. hari ini kamu jangan dulu ke luar yahh.. pokok nya jangan kemana-mana dulu,di mansion aja.." ucap Anetha gusar.


"Ada apa mom?" Yang melihat kekhawatiran yang jelas di mata mommy nya itu yang ditujukan kepada nya,Cessa mengernyit bingung atas sikap ke dua orang tua nya pagi ini.


"Jangan banyak tanya sayang!! mana hp kamu?" Ucap Anetha panik meminta hp putri nya itu.


Princessa menatap daddy nya seakan akan bertanya pada daddy nya itu ada apa dengan mommy nya saat ini? James yang mendapat tatapan bertanya dari putri nya langsung menenangkan istri nya itu dan mengajak istri dan putri nya untuk duduk terlebih dahulu,dan menjelaskan apa yang terjadi pada putri nya itu.


"Begini Princess,mom dan dad dapat berita dari bodyguard daddy tentang pencuri mobil kamu itu--bahwa dia sudah menabrak dua orang sekaligus dan kabur, pengawal daddy yang melihat itu langsung membawa korban ke rumah sakit namun nyawa nya tidak tertolong"


"Apaa!! terus orang itu sudah tertangkap?" Ia tidak habis pikir ada orang yang tega kabur saat menabrak seseorang seperti itu.


"Belum sayang dia belum tertangkap,pengawal daddy kehilangan jejak nya."


"Terus kenapa mom dan dad se khawatir itu?" tanya Cessa yang bingung kenapa orang tua nya se khawatir itu pada nya,lagi pula kan bukan dia yang menabrak nya walaupun memang menggunakan mobil nya.


"Iya karena itu sayang kita khawatir seperti ini,ada orang yang tidak bertanggung jawab yang membuat artikel yang tidak benar tentang kamu" jawab Anetha menatap putri nya khawatir.


Raut wajah Cessa langsung pucat saat ia menyambungkan kejadian yang menimpa nya dan ucapan yang mommy nya katakan padanya tadi.


"Aa..apa isi artikel itu tentang aku yang menabrak orang i..itu?" jawab Cessa yang menarik kesimpulan tentang ke khawatiran orang tua nya pada nya.


Hening..


"Kenapa ada orang yang membuat artikel seperti itu dad?" Tanya Cessa kepada daddy nya dengan mata yang berkaca-kaca,ia tidak menyangka ada yang tega memfitnah nya seperti ini.


"Tenang sayang daddy akan urus ini semua,kamu diem aja di mansion sama mommy okay"


"Ya dad" ucap Cessa lirih yang tampak masih shock mendengar berita yang tidak benar tentang diri nya.


****


Setelah sehari penuh kemarin ia berdiam diri di mansion,hari ini Cessa mendapat panggilan untuk ke kantor polisi....awal nya ia kaget,namun daddy nya itu menenangkan nya bahwa ini hanya panggilan laporan biasa,ia pun akhir nya dengan tenang -- bersama kedua orang tua nya dan tak lupa para bodyguard daddy nya menuju kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait kejadian tabrak lari yang menggunakan mobil nya itu,ia sebisa mungkin tidak menarik perhatian para wartawan itu ia tidak mau jadi konsumsi publik. 


Namun seperti nya hari ini hari yang sial bagi nya,bagaimana tidak.. saat ini ada seseorang yang menabrak nya dengan keras saat ia sehabis dari toilet sehingga membuat wig nya tertarik dan kacamata nya terjatuh,dan tak jauh dari tempat nya berdiri ada wartawan yang sedang duduk dan menyadari kehadiran nya,tanpa menunggu lama para wartawan itu datang mengerubunginya bagaikan semut yang menemukan gula,mereka saling berebutan bertanya pada Cessa perihal isi artikel tersebut,tak sekali dua kali ia terdorong karena ke agresif an para wartawan itu pada nya.


"Princessa apakah isi artikel itu benar bahwa anda menabrak dua orang sekaligus dan lari begitu saja?" tanya salah satu wartawan menyudutkan Princessa


"Benar Princessa apakah anda disini untuk dimantai keterangan?"


"Ia Princessa apakah benar isi artikel itu?"..


Princessa yang ditanyai seperti itu langsung cepat menjawab"Maaf saya permisi dulu saya masih ada urusan" ucap Cessa terburu buru ingin pergi,namun para wartawan itu seakan tidak mau memberi nya jalan sedikit pun yang mau tak mau membuat nya terjebak di lingkaran para wartawan itu.


"Tunggu Princessa"


"Tunggu Princessa"


Tau seperti ini ia menuruti ucapan kedua orang tua nya membawa bodyguard untuk mengantar nya ke toilet.


Tak lama ia merasa ada yang menarik nya dengan keras untuk keluar dari para wartawan tersebut, ia merasa sangat...sangat senang karena bisa terbebas dari para wartawan itu, dia dan seseorang yang menarik nya itu lari dengan kencang, lebih tepat nya Cessa yang mengikuti orang asing tersebut dan mencari persembunyian yang pas dari kejaran para wartawan di belakang mereka.


Mereka diam sejenak terengah-engah saat mereka menemukan tempat persembunyian yang tepat.


Posisi nya saat ini ada di belakang orang asing tersebut yang sedang melihat situasi, apakah masih ada wartawan yang mengejar mereka atau tidak,saat di rasa aman orang asing itu pun berbalik ke arah nya dan Cessa bisa dengan jelas melihat wajah pria tersebut, wajah pria tersebut terlihat kusut walau masih terlihat ketampanan yang memang tidak bisa dipungkiri,tapi mata pria itu terlihat redup seakan semangat hidup pria itu terenggut, bakal kumis yang sudah tumbuh pun di biarkan begitu saja di sekitar wajah nya.


"Terima kasih" ucap Cessa pada pria tersebut.


"Sama-sama, keadaan nya sudah aman kau bisa pergi sekarang,pakai jaket ku agar tidak ketauan lagi oleh mereka dan betulkan wig mu" ucap pria tersebut sambil melepas jaket nya dan memberikan nya pada Cessa


"Tidak usah.."tolak Cessa pada pria tersebut.


"Kau mau kembali dikepung oleh mereka?" tanya pria tersebut menakuti Cessa.


Akhir nya Cessa pun menerima jaket dari pria tersebut karena ia pikir... kalau dia masih menggunakan pakaian nya saat ini...wartawan itu pasti dengan cepat mengenali nya.


"Sekali lagi terima kasih,aku minta no telepon mu untuk mengembalikan jaket mu nanti" sambil menyodorkan hp nya ke arah pria itu.


"Hp ku rusak..sudah tidak usah,aku pergi dulu" ucap lelaki itu lalu melangkah pergi.


Cessa menatap punggung itu lekat,ia pun tersadar belum menanyakan nama pria asing yang menyelamatkan nya itu


"Tunggu!!" Cessa buru-buru mengejar lelaki tersebut,untung nya pria itu mendengar panggilan nya, lalu berhenti dan berbalik ke arah nya.


"Siapa namamu?" ucap Cessa terengah-engah saat posisi nya dengan pria tersebut sudah dekat.


Pria itu diam sejenak dan menatap mata Cessa dalam, Cessa yang mendapat tatapan dalam seperti itu merasa salah tingkah dan bingung, biasa nya ia dapat menguasai dirinya sendiri dan tidak bingung seperti ini, namun entah kenapa ditatap oleh penolong nya ini membuat darah nya berdesir pelan dan rona merah pun tak dapat disembunyikan lagi dari pipi nya, pria tersebut yang melihat rona merah di pipi Cessa tanpa sadar tersenyum.


"Austin" ucap pria tersebut tiba-tiba


"Oohh..o..kay Austin--aku Princessa kalau kau ingin tau,semoga kita bisa bertemu lagi...nanti" ucap Cessa tersenyum ke arah Austin sembari memberi isyarat dengan alasan jaket mereka bertemu kembali yang dibalas Austin dengan senyum tipis"ya semoga" lalu Austin berbalik pergi dari hadapan Cessa hingga tidak terlihat lagi oleh pandangan nya.


Namun Sejak saat itu Princessa tidak pernah bertemu kembali dengan Austin, dalam hati ia selalu berharap dapat bertemu dengan penolong nya itu saat ia bulak balik ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Namun,sejak itu juga kehidupan nya berubah,ia di caci di maki baik lisan dan tulisan...di sosial media pun ia dibully oleh orang-orang yang tidak tau sama sekali kejadian nya seperti apa,bahkan saat ia dinyatakan tidak bersalah oleh pihak berwajib yang menangani kasus nya malah semakin membuat nya dibully ada yang menganggap nya pembohong, orang kejam, pembunuh, anak manja,dan kata-kata kasar lain nya bahkan ada yang menyumpahi nya untuk mati,tidak pantas hidup dll.


Ia yang mendapat cercaan dari berbagai sudut seluruh penghuni kota NYC yang meminta keadilan bagi orang kalangan bawah yang menyangka Princessa menyuap agar dia dinyatakan tak bersalah, walaupun rekaman CCTV sudah membuktikan bahwa bukan Princessa yang mengendarai mobil nya melainkan orang lain yang menggunakan mobil nya yang saat itu di ambil oleh pencuri.


Namun orang-orang seperti sudah termakan omongan sebuah artikel yang kembali memfitnah nya dengan kata-kata nya yang provokasi yang semakin menyudutkan nya.


Apakah bukti itu benar-benar nyata?


karena yang kita tau bahwa korban adalah dari kalangan biasa yang tidak bisa membela dirinya apabila mengalami ketidakadilan dan sementara di sisi lain princessa adalah anak seorang konglomerat james Llyod apabila dia membuat kesalahan,bukti bisa saja dimanipulasi seolah-olah dia tidak bersalah.


Sontak isi artikel itu membuat ledakan baru bagi semua orang di kota yang tidak pernah tidur itu,karena mereka tau Princessa adalah anak salah satu don juan amerika, keluarga nya bisa saja melakukan itu untuk membersihkan nama putri mereka di mata masyarakat, tapi dengan artikel itu membuat semua orang berspekulasi liar,mereka mempercayai saja tulisan artikel tersebut secara cuma-cuma, dan saat itu Princessa semakin dibully habis-habisan oleh warga NYC.


kejadian itu yang membuat nya tertekan dan menyendiri bahkan ia butuh bantuan psikiater untuk membuat pikiran nya tenang.


Saat itu James mengambil tindakan untuk memindahkan semua keluarga nya ke London,yang paling penting saat ini adalah untuk memulihkan kesehatan mental putri nya tersebut yang semakin mengunci diri nya di kamar, tidak pernah kembali mengobrol dengan nya atau pun istri nya,yang semakin membuat nya dan istri nya khawatir akan kesehatan mental anak nya.


Selama setahun lebih Cessa memulihkan diri ke psikiater sementara James sibuk mengembalikan nama baik putri nya kembali, ia berusaha menemukan orang yang mencuri mobil putri nya itu, namun hasil nya nihil


namun ia mencoba cara lain dengan mengumpulkan bukti-bukti dan mencari para ahli agar membuktikan ketidakbersalahan putri nya,hingga akhir nya lambat laun publik pun percaya dan meminta maaf atas kesalah pahaman itu.


namun nasi sudah menjadi bubur putri nya sudah terlanjur terpuruk dan sakit secara mental,rasa nya James ingin sekali marah,karena ia melihat sendiri bagaimana putri nya yang dulu dan sekarang sangat berbeda jauh dan itu membuat nya sakit, ia sampai membuat konferensi pers dan memberi penjelasan betapa bahaya nya cyber bullying, namun ia tidak akan mempermasalahkan itu lagi,yang terpenting saat ini adalah kesembuhan putri semata wayang nya itu dan setidak nya nama baik putri nya tetap terjaga.


James sampai memindahkan kantor pusat nya yang ada NYC ke London agar ia tidak harus bulak balik ke London, lagipula putri nya pun tidak mau kembali ke NYC, jadi selain rutin mencek kesehatan putri nya James pun disibukan dengan kepindahan kantor pusat nya ke London dibantu sang istri,mereka saling bekerja sama untuk kesembuhan putri mereka.


Flashback off


Bagaimana masa lalu nya Cessa,bagi yang suka bully jangan yahh,kita ga tau mental seseorang itu sekuat atau selemah apa.. kita pun tidak mau di bully oleh orang lain jadi stop bullying,stop cyber bullying..


🤗🤗