Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 16 Memories (Kenangan)



Happy reading


jangan lupa vote dan komen nya yah.. ๐Ÿ˜‰๐Ÿค—


โ€ข


โ€ข


โ€ข


Cessa terbangun saat diri nya tanpa sadar tertidur karena bosan,ia lalu bangkit dan termenung sejenak di tempat tidur nya"apa yang barusan ku impikan?kenapa aku tiba-tiba memimpikan orang yang menolong ku saat itu?" Cessa terus mencoba mengingat wajah nya seperti apa,namun nihil.. ia tidak bisa dengan jelas mengingat wajah penolong nya saat itu,ia hanya ingat nama nya saja"Austin"ucap Cessa lirih, saat mengingat nama penolong nya yang tadi ia impikan.


"Kenapa nama nya harus sama dengan bodyguard menyebalkan itu"gerutu Cessa kesal.."apa jangan-jangan dia yang menolong ku saat itu"


"Ahh..tapi tidak mungkin,memang nya yang bernama Austin dia saja..lagian Austin penolong ku itu baik tidak seperti Austin yang ku kenal saat ini.. menyebalkan" ucap Cessa berbicara sendiri sambil menggelengkan kepala nya.


Cessa melihat jam yang saat ini menunjukkan pukul 9 malam ternyata ia tertidur cukup lama dan perut nya pun kini berbunyi karena ia melewatkan makan malam nya.. ia pun turun dari tempat tidur nya dan saat ia membuka pintu kamar nya ternyata di depan kamar nya sudah ada bodyguard yang kali ini tidak ia kenal,biasa nya Austin yang selalu stand by menjaga nya jadi ia sedikit aneh,walaupun Austin baru bekerja beberapa hari ini tapi mungkin karena intensitas pertemuan mereka lebih sering jadi ia mulai terbiasa.


Tapi seharus nya ia bersyukur karena bukan wajah Austin terus yang di lihatย nya kali ini.


"siapa kau?" tanya Cessa dengan nada interogasi


"Saya rekan Austin nona, Austin sedang ada keperluan untuk mengambil barang-barang nya saat ini"ucap bodyguard itu


"Aku tidak menanyakan Austin"ucap Cessa ketus lalu berlalu begitu saja menuju meja makan untuk mengisi perut nya yang lapar.


"apa mom dan dad sudah pulang?"tanya Cessa tiba-tiba pada bodyguard di belakang nya sambil terus berjalan tanpa melihat lawan bicara nya itu.


"Nyonya Anetha sudah pulang dari sore tadi nona, tadi sempat melihat ke kamar nona tapi nona sedang tertidur,kalau tuan belum pulang" jawab bodyguard itu


"Oohh..okay siapa namamu?"tanya Cessa


"Marcuss nona"


"Baik lah Marcuss.. tolong jangan mengikuti ku terus seperti Austin,cukup dari jauh saja,lagian ini masih di wilayah mansion,aku tidak akan kemana-mana" ucap Cessa yang saat ini sudah berbalik menatap Marcuss dengan serius.


"Tapi nona.."


"Ini perintah dari ku" ucap Cessa memotong ucapan Marcuss dengan tegas.


"Baik nona" ucap Marcuss menunduk tanda patuh tidak bisa membantah perintah nona nya itu,disisi lain ia ingin membantah namun di sisi lain ia juga tidak bisa tegas seperti yang Austin lakukan pada nona nya ini,walaupun sebenar nya Princessa adalah teman masa kecil nya tapi saat ini Princessa adalah sebagai majikan nya dan ia hanya bawahan saja,lagian Princessa seperti nya lupa padanya,karena saat ia memperkenalkan dirinya tidak ada respon layak nya teman lama yang kembali bertemu.


"Bagus" ucap Cessa lalu kembali melanjutkan jalan nya menuju meja makan tanpa di ikuti lagi oleh Marcuss.


Saat ia di meja makan ternyata makanan nya sudah dibereskan ia pun memanggil pelayan di dapur yang memang jarak meja makan dan dapur tidak terlalu jauh.


"Anda mau makan apa nona?"tanya pelayan tersebut pada Cessa


"Buatkan aku oatmeal ga pake lama!"


"Ba...baik nona"ucap pelayan itu terbata-bata dan dengan segera kembali ke dapur untuk membuat pesanan nona nya itu.


***


Disisi lain Austin saat ini sedang pergi ke apartment nya untuk mengambil beberapa keperluan nya yang ada di apartment untuk di bawa nya ke mansion, karena tadi nona nya itu sedang tertidur saat ia melihat nya lewat CCTV ,ia pun meminta izin sebentar untuk mengambil keperluan nya.


Namun saat ia sedang berjongkok melihat barang nya yang ia simpan di laci untuk dipilih, Austin menyadari ada seseorang berdiri di belakang nya ... insting nya yang mengatakan, selama ia dilatih bertahun-tahun tidak hanya kemampuan nya yang berkembang pesat namun insting nya pun bertambah baik.


Austin pun berdiri dengan santai dan melirik orang yang dibelakang nya sedikit lalu berbalik dengan tenang tanpa ada rasa takut terlihat dari gesture tubuh nya, seakan-akan sudah terbiasa dengan orang-orang misterius yang datang padanya"ada apa?" Tanya Austin tenang saat berhadapan dengan orang asing tersebut yang ia yakini adalah orang suruhan tuan nya,tuan nya yang selama ini mendidik nya dengan keras hingga menjadi Austin yang saat ini..


"Saya kesini untuk memberikan barang yang dititipkan Mr.K untuk anda" ucap orang misterius sambil menyodorkan sebuah flashdisk kehadapan nya


Austin terdiam sejenak saat melihat flashdisk yang disodorkan padanya,ia masih berpikir apa maksud tuan nya memberikan flashdisk ini padanya,ia pun melihat flashdisk itu lalu kembali melirik orang asing tersebut dan menatap nya lekat setelah terdiam sejenak Austin pun mengambil flashdisk itu di tangan orang suruhan tuan nya"ini saja?"tanya Austin sambil terus menatap orang itu dengan tatapan yang lekat.


"Baiklah,kau boleh pergi" orang asing itu hanya mengangguk lalu pergi begitu saja dengan cepat.


Austin menimbang-nimbang flashdisk di tangan nya saat ini,apa sebenar nya maksud tuan nya itu memberikan ini pada nya. Tak lama ia mendengar hp nya berbunyi hp khusus yang ia gunakan di luar pekerjaan nya ia harus selalu berjaga-jaga sehingga ia memiliki dua hp,satu untuk pekerjaan nya dan satu lagi untuk kepentingan pribadi nya,lebih tepat nya untuk berkomunikasi dengan tuan nya itu,dan saat ia melihat siapa yang menelepon nya saat ini disitu tertera nama Mr.K ia pun segera menjawab nya


"Ya tuan?"


"Kau sudah mendapatkan barang dari ku?"


"Sudah tuan,apa maksud tuan memberikan ini pada saya?" tanya Austin penuh selidik.


"Kau akan tau nanti saat sudah membuka nya,ada data yang selama ini disembunyikan James tentang 'putri' nya itu dari publik...yahh aku sedikit susah mendapat itu jadi aku titipkan itu padamu untuk keberhasilan rencana kita, ku percaya kan padamu...A**ustin"jawab Mr.K di sebrang telepon lalu menutup nya secara sepihak.


Austin yang mendengar jawaban ambigu dari tuan nya itu dengan segera ia mencari laptop untuk membuka data yang berada di flashdisk itu...saat ia membuka flashdisk itu hanya ada satu folder disana dengan judul


DATA KESEHATAN MENTAL PRINCESSA


ia mengernyitkan dahi nya saat membaca judul folder itu,memang nya ada apa dengan kesehatan mental Princessa apakah selama ini Princessa memiliki penyakit mental? tapi selama ia menemani dan mengawasi Princessa tidak ada yang aneh kecuali... saat Princessa yang tiba-tiba marah kepada fans nya saat di taman waktu itu.


Ia pun membuka folder itu dan membaca nya dengan seksama tidak ada sedikit pun yang terlewatkan oleh nya,ia mencerna baik-baik data kesehatan Princessa itu dengan baik dan cermat...sesaat setelah ia selesai membaca isi folder itu ia terpaku tak percaya--geraham nya mengetat kencang,mata nya memerah dengan tangan terkepal kuat dengan urat yang menonjol,wajah nya kini diliputi oleh amarah.


Austin terengah-engah menahan emosi nya yang memuncak hingga membuat kepala nya pusing dipenuhi oleh hasrat membunuh yang tinggi hingga tak tertahankan.


ARRRGGHHH..


Austin berteriak kencang memegang kepala nya melampiaskan emosi yang saat ini menguasai nya,ia menghancurkan barang-barang yang ada di sekitar nya hingga kini kamar nya hancur berantakan,berbeda sekali saat ia baru datang ke kamar nya yang saat itu masih rapih dan bersih kini telah hancur seperti kapal pecah.


Austin terdiam setelah ia puas melampiaskan emosi nya,nafas nya masih memburu,sebenar nya rasa puas itu belum ia rasakan...rasa puas nya ini akan terbayar jika balas dendam nya kepada keluarga Llyod terbalaskan.


"Lihat saja!! keluarga kalian akan kuhancurkan hingga musnah!!" Ucap Austin berjanji pada dirinya sendiri,apapun caranya bagaimana pun halangan nya akan ia hadapi untuk menuntaskan dendam nya ini.


Yang tanpa Austin sadari air mata nya kini mengalir seiring dengan rasa sakit yang dirasakan hati nya saat ini,ia mengingat bagaimana ibu dan adik nya meregang nyawa,kata-kata terakhir ibu nya kepada nya yang akan selalu ia ingat...dan ia tak terima dengan kematian ibu dan adik nya yang tragis"lihat saja ibu... aku akan membalaskan setiap rasa sakit yang ibu dan Ainsley rasakan saat itu berpuluh kali lipat,mata harus dibayar dengan mata,benar kan...ibu" ucap Austin tenang sambil menyeringai membayangkan penyiksaan yang akan ia lakukan pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu..


***


Cessa sedang asik dengan oatmeal nya yang kini tersisa sedikit lagi di tangan nya sambil menonton tv dengan serius...ia sesekali melihat jam yang kini sudah menunjukan pukul 10 malam"Kenapa daddy belum pulang jam segini?" Cessa lalu mengambil hp nya untuk menelepon daddy nya itu,sesaat setelah tersambung ke panggilan daddy nya...untuk beberapa lama telepon nya belum juga di angkat oleh daddy nya itu"lama banget sih daddy angkat nya" gerutu Cessa saat panggilan nya belum di angkat juga,ia pun dengan kesal mematikan sambungan telepon nya.


Namun tak lama Ia mendengar suara langkah kaki di belakang nya ia pun dengan cepat berbalik ke belakang"dad.. kenapa ba.."belum selesai Cessa berucap ternyata yang ia lihat di belakang nya itu adalah Austin bukan daddy nya yang sedari tadi ia tunggu.


"Maaf nona saya bukan tuan James,saya Austin" ucap Austin tenang


"Aku tau,tidak usah di jelaskan lagi juga sudah terlihat!"ucap Cessa ketus kembali berbalik untuk memakan oatmeal nya dan melanjutkan kembali acara menonton nya.


Austin yang melihat nona nya kembali duduk dengan tenang kembali melangkah kan kaki nya menghampiri dan duduk di samping nona nya tidak terlalu jauh.


"Maaf nona saya tadi dari apartment untuk mengambil keperluan saya"jelas Austin pada Cessa yang masih fokus pada tontonan nya dan tidak menggubris penjelasan austin sama sekali.


Austin yang melihat nona nya itu tidak merespon nya hanya bisa menghela napas kasar dan duduk diam sambil mengawasi Princessa,jika diperhatikan dengan teliti walaupun Austin terlihat tenang namun sorot mata nya yang memandang Cessa itu tidak bisa dibohongi,tatapan nya itu tajam dan terkadang berkilat amarah,entah kenapa Cessa seperti merasakan tatapan itu yang membuat nya risih,ia pun dengan sedikit terburu-buru memakan sisa makanan nya itu dengan cepat agar segera pergi ke kamar nya dan tidak berada di dekat Austin saat ini.


Entah kenapa aura yang dirasakan nya saat berada dekat Austin siang tadi dan sekarang sangat jauh berbeda, entah apa yang membedakan nya ia tidak tau, namun ia merasa Austin yang sekarang tampak berbeda,aura yang dipancarkan Austin saat ini terasa mengintimidasi walaupun saat ini Austin hanya terduduk diam tidak melakukan apa-apa,bahkan bersuara pun tidak.


Cessa pun dengan cepat berdiri"aku mau ke kamar jangan mengikutiku!"ucap Cessa singkat tanpa berlama-lama ia pun langsung pergi ke kamar nya,ia urungkan niat nya yang mau menunggu daddy nya pulang,karena ia merasa tidak nyaman...terakhir ia merasa tidak enak hati seperti ini adalah saat sebelum kejadian 'buruk' itu menimpa nya,dan itu sedikit membuat nya trauma apabila ia merasakan firasat yang tidak enak,ia jadi paranoid sendiri,takut apabila ada hal buruk terjadi kembali padanya atau keluarga nya.


Austin yang melihat nona nya itu sudah melangkah jauh dari nya hanya diam menatap Princessa dari belakang dengan tatapan yang penuh arti dan tak lama Austin pun ikut berlalu untuk menemui rekan nya dan memberitahu kan bahwa ia sudah pulang dan saling membagi tugas dengan rekan nya itu untuk mengawasi Princessa.


gimana gimana udah ada sedikit pencerahan kan..


jangan lupa vote dan komen nya yah


๐Ÿค—๐Ÿ˜š๐Ÿ˜‰