Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 23 Lost Control (Hilang Kontrol)



Austin tiba di ruang Mrs.Sissy dengan membawa makanan untuk nya,Cessa dan Juliet,ia melihat Cessa sedang fokus dengan tugas nya dan Juliet asik dengan ponsel nya, sepertinya memang tidak ada yang menyadari kedatangan nya. Ia pun langsung berlalu ke arah Princessa dan meletakkan makanan untuk Princessa tepat di depan nya, menghalangi pandangan Cessa yang sedang fokus mengerjakan tugas nya.


Cessa yang melihat itu langsung mendelik kesal ke arah Austin, Austin yang melihat tatapan kesal nona nya hanya mengangkat sebelah alis nya sebagai respon yang membuat Cessa semakin kesal.


"kalau tidak seperti itu nona tidak akan berhenti-berhenti dan lupa makan" ucap Austin yang kini sedang membuka makanan untuk Cessa, lalu menyodorkan ke nona nya itu yang kini sudah tidak terlihat kesal lagi, Cessa pun menyantap makanan yang disodorkan Austin padanya."Terima kasih" Ucap Cessa pada Austin. Juliet yang sedari tadi sebenar nya memperhatikan interaksi antara Cessa dan Austin sedikit merasa aneh karena Cessa jarang sekali berterima kasih untuk hal-hal sepele seperti itu, dan kali ini Cessa berterima kasih hanya karena Austin menyiapkan makanan untuk nya?? benar.. benar.. seperti nya ia harus mengabari sahabat nya yang lain perihal ini.


"makanan ku mana?" Tanya Juliet pada Austin.


"ini nona saya pesankan burger dan cola" Ucap Austin sambil menyodorkan nya pada Juliet.


"ya tidak apa-apa terima kasih" Ucap Juliet yang langsung mengambil pesanan nya dengan cepat karena ia sudah merasa sangat lapar sebenar nya.


"ya nona sama-sama." Jawab Austin.


Mereka bertiga asik dengan santapan mereka masing-masing tidak ada percakapan sama sekali di sela-sela mereka makan, entah apa yang sedang mereka pikirkan di pikiran mereka masing-masing yang jelas keadaan saat ini terasa hening.


"Ohh..iya, yang tadi itu teman mu Austin?" Tanya Juliet memecahkan keheningan karena ia teringat pertemuan nya dengan Austin yang sedang bersama seseorang tadi.


Austin melihat nona nya itu sedikit bereaksi dengan pertanyaan Juliet padanya, karena kali ini nona nya itu sedang menatap padanya, seolah ingin mengetahui siapa 'teman Austin' yang dimaksud Juliet ini lewat tatapan matanya itu.


"bukan nona..dia hanya menanyakan letak perpustakaan dimana" Ucap Austin sambil memakan makanan nya santai, menjaga postur tubuh nya untuk tetap rileks dan tidak menimbulkan kecurigaan dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Juliet padanya. karena ia tahu nona nya pasti akan sedikit curiga pada nya, entah kecurigaan seperti apa yang nona nya itu pikirkan tentang nya yang jelas ia tidak mau Princessa memiliki sedikit kecurigaan apapun tentang nya jika ia mengaku orang tadi adalah teman nya, karena sepanjang ia sebagai mahasiswa disini ia sama sekali belum memiliki teman, kenalan nya di kampus ini hanya Princessa dan sahabat-sahabat nya saja. Dan nona nya itu pasti tau jika ia belum sama sekali kenal dengan teman sekampus nya.


"Benarkah?" Tanya Juliet mengernyit aneh karena tadi seperti nya Austin sama sekali tidak menunjukkan arah ke perpustakaan justru orang tadi pergi ke arah yang berbeda bukan ke arah perpustakaan.


"Iya nona, walaupun saya tidak mengerti kenapa ia tidak langsung pergi ke arah yang saya tunjukkan tadi." Sanggah Austin cepat terlihat meyakinkan, untung saja Austin memang sudah mengetahui tata letak ruangan-ruangan yang ada di kampus ini dengan baik, walaupun ia baru sebentar menjadi mahasiswa disini.


"Oohh begitu... soal nya setelah aku memanggilmu orang itu langsung pergi begitu saja.. jadi aku merasa aneh saja, memang nya aku menakutkan apa!" Ucap Juliet yang sedikit masih kesal saat mengingat kejadian tadi.


"Mungkin ia sedang terburu-buru nona dan itu bertepatan saat nona memanggil saya" Ucap Austin memberi pengertian pada Juliet dalam hati nya Austin bersyukur untung yang memergoki nya adalah Juliet bukan Bella, setidak nya ia masih aman kali ini dan harus lebih berhati-hati lagi.


Juliet hanya mengangguk saja lalu kembali melanjutkan makan nya dengan lahap, berbeda dengan Juliet yang sudah asik kembali dengan makanan nya,Austin masih menatap Juliet dengan intens ia sedikit menerka-nerka sifat dan perilaku yang dimiliki Juliet ia tetap harus waspada walaupun Juliet terlihat naif dan polos ia tidak boleh lengah lagi sedikitpun dan kejadian tadi pun jangan sampai terulang lagi, apalagi sampai yang harus memergoki nya itu adalah Bella ia harus memberi alasan yang sangat meyakinkan agar sahabat nona nya yang sangat peka itu tidak curiga, tapi semoga saja tidak akan terulang lagi.


***


Saat ini Princessa sedang menatap jalanan lewat jendela mobil nya menikmati pemandangan pepohonan yang mereka lalui sepanjang jalan menuju mansion nya,lalu ia menyandarkan kepala nya ke jendela mobil nya hingga tanpa sadar ia tertidur karena kelelahan karena tadi ia memforsir tubuh dan otak nya untuk segera menyelesaikan hukuman nya itu.


Namun Austin seakan tidak terpengaruh dengan suasana yang bertambah dingin dan mencekam itu, ia masih tetap menatap nona nya itu dengan tatapan tajam sarat akan dendam yang semakin berkobar di kedua mata nya. Rasa nya Austin ingin langsung saja membunuh Princessa saat ini di tambah suasana yang seakan mendukung nya untuk melancarkan aksi nya itu. Ia semakin gelap mata dan menjulurkan tangan nya ke arah leher nona nya itu siap untuk mencekik leher nona nya itu hingga nona nya itu kehilangan oksigen nya sedikit demi sedikit dan Austin akan menikmati saat-saat Princessa meregang nyawa di tangan nya, hingga tangan nya terus terjulur ke arah leher nona nya dekat dan semakin dekat dalam pikiran nya sudah di penuhi oleh pikiran membunuh... membunuh nona nya yang saat ini bahkan tidak menyadari bahaya yang tengah mengintai nya dari jarak yang sangat dekat.


Hingga saat tangan Austin sudah memegang leher nona nya dan menekan nya..


Princessa membuka mata nya dan melihat ke arah Austin yang saat ini sedang terdiam melihat ke arah depan dengan napas yang sedikit memburu terlihat dari gerakan dada nya yang naik turun dengan cepat,Princessa mengeryit bingung melihat itu 'ada apa dengan Austin?' Princessa pun segera memegang lengan Austin pelan dan memanggil nya lirih "Austin". Austin menoleh ke arah nona nya itu namun ia tidak langsung menjelaskan apa yang terjadi hingga Princessa kembali bertanya "ada apa?aku kira kita sudah sampai di mansion"


"aahh.. maaf nona tadi seperti nya ada binatang yang tiba-tiba berlari di depan mobil, dan saya sedikit kaget hingga langsung menepi" Ucap Austin


"oohh.. kukira ada apa, ya sudah sekarang kita cepat ke mansion..aku sudah lelah ingin cepat berendam lalu tidur" Ucap Princessa yang kembali menyandarkan kepala nya dan kembali tidur. Austin pun segera melajukan mobil nya dan sesekali melihat nona nya itu yang kini sudah tertidur kembali.


Austin sedikit menyugar rambut nya kasar hampir saja tadi ia kelepasan,tahan Austin balas dendam seperti itu bukan gaya mu, kau harus pastikan bahwa lawan mu hancur..sehancur hancur nya hingga tidak bisa bangkit kembali. Ia harus bisa mengontrol emosi nya harus. sambil sesekali melihat nona nya itu yang kini sedang tertidur pulas.


***


Princessa sedang memikirkan tentang apa yang terjadi di mobil tadi, ia bingung apakah itu mimpi atau kenyataan,ia merasa ada sebuah tangan yang memegang dan menekan leher nya, ia merasa sangat takut saat itu namun ia mencoba tenang, ia tidak mau membuka mata nya dan melihat apa yang terjadi. karena yang di mobil tadi hanya ia dan Austin saja, tidak mungkin kan Austin yang melakukan itu pada nya, karena jelas orang yang memegang leher nya itu bermaksud untuk mencekik nya, Princessa semakin takut saat ia memegang leher nya dengan pelan,ia seakan masih bisa merasakan tangan itu yang siap untuk mencekik nya.


Tapi tidak mungkin Austin kan, untuk apa Austin melakukan itu padanya, ia saja baru mengenal Austin saat Austin menjadi pengawal pribadi nya. Tidak mungkin Austin memiliki niat buruk hanya karena perlakuan Princessa yang buruk pada Austin kan? karena yang ia lihat Austin itu tipe orang yang berpikiran panjang jadi tidak mungkin. lalu tangan siapa tadi, apa memang benar itu hanya halusinasi nya saja karena efek kelelahan yang mendera tubuh nya? pikiran-pikiran itu semakin menghantui nya.Princessa lalu berdiri dari tempat berendam nya bukan rileks yang ia dapatkan tapi semakin terpikir oleh nya tentang kejadian tadi, hingga membuat pikiran dan tubuh nya semakin lelah, seperti nya ia butuh istirahat dengan cukup mungkin besok pikiran nya akan mulai jernih.


Di lain tempat Austin sedang menatap nyalang langit-langit kamar nya ia meraih kalung pemberian ibu nya yang diberikan padanya saat ia masih kecil yang selalu ia pakai kemana pun ia pergi.



"i'm sorry mom, i can't protect you and Ainsley" sambil mengusap liontin itu lembut seakan-akan ia dapat menyentuh wajah ibu nya yang ada dalam foto itu.


"aku terlalu lemah saat itu, namun kali ini aku sudah bisa berdiri sendiri dan aku akan mencari keadilan itu mom untukmu... dan Ainsley" Ucap Austin penuh tekad.


maaf baru bisa update sekarang ini.


semoga masih ada yang baca cerita ini


🤗🤗