
Austin saat ini sedang pergi menuju mansion Cessa,saat ini tepat pukul 05.00 bisa dibilang ia terlalu pagi untuk memulai pekerjaan nya,namun sebelum ke mansion keluarga Llyod ia akan singgah ke rumah mewah 'tuan' nya terlebih dahulu untuk mendiskusi kan sesuatu,
makanya kenapa dia pagi sekali sudah bersiap-siap.. karena Austin pun sudah biasa bangun pagi,karena selama ini dia memiliki insomnia padahal tadi malam dia baru tidur jam 1 malam namun saat ini pukul 5 subuh dia sudah bersiap lagi,namun seakan memang sudah terbiasa dengan insomnia nya,itu sama sekali tidak mengahalangi nya untuk melewati aktifitas nya sehari-hari, stamina nya tetap bagus.
Sesaat setelah Austin sampai di rumah mewah 'tuan' nya ia langsung memasuki rumah mewah itu,seakan memang sudah terbiasa keluar masuk rumah itu dia melenggang tanpa harus menunggu sang tuan rumah mengijinkan nya masuk,ia pun segera pergi ke ruang kerja tuan nya itu karena kemarin mereka sudah membuat janji dan akan berdiskusi di ruang kerja 'tuan' nya.
Tok..tokk..
"Masuk" sahut orang di dalam yang tak lain adalah 'tuan' nya,Austin pun segera masuk setelah mendapat ijin dari tuan nya lalu duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu.
"Kapan kau akan memulai rencana mu Austin?"tanya tuan nya to the point tanpa melihat Austin karena ia sedang fokus dengan senjata yang sedang ia bersihkan itu.
Austin yang melihat tuan nya sedang membersihkan salah satu senjata favorit nya itu tanpa sadar rasa takut menyergap hati nya,ia tidak tau walaupun ia sudah terbiasa dengan 'tuan' nya itu,masih ada sedikit rasa takut dalam hati nya,dia pun sadar bahwa tuan nya ini bukanlah orang sembarangan,tuan nya adalah orang yang berbahaya dan kejam karena ia sudah melihat sendiri kekejian tuan nya itu tanpa ada rasa bersalah di wajah nya saat melakukan hal yang sangat keji di depan mata nya.
Namun,ia sadar harus mulai mengikis ketakutan dalam hati nya termasuk kepada tuan nya itu dia harus berani, entah kenapa firasat nya cepat atau lambat ia dan tuan nya akan saling bertentangan,tapi itu hanya firasat nya saja,bukan niat nya untuk menentang tuan nya,ia tidak mau ambil pusing dengan firasat nya itu yang memang belum pasti terjadi,karena ia pun masih membutuhkan tuan nya itu,bisa dibilang hubungan dia dan tuan nya saling menguntungkan,ia mendapat apa yang dia inginkan dan tuan nya pun sama,simbiosis mutualisme.
"Saya masih harus memastikan beberapa hal terlebih dahulu agar rencana yang saya susun dapat berjalan dengan lancar tanpa halangan tuan"jawab Austin kepada tuan nya itu yang masih asik dengan kegiatan nya,tak lama tuan nya itu berhenti dari kegiatan nya dan meletakkan senjata nya itu ketempat khusus,lalu melangkah santai menuju tempat Austin berada dan duduk di samping nya sambil menatap lekat mata Austin dengan dingin.
Austin yang melihat itu pun langsung membalas tatapan tuan nya itu tepat di kedua mata nya.
"Apa yang ingin kau pastikan lagi a
Austin?" dengan tatapan menyelidiki menatap Austin dengan lekat
"Saya akan memberikan informasi nya nanti tuan setelah saya memastikan nya dengan benar" ucap Austin yakin tanpa terganggu dengan tatapan tuan nya itu padanya.
"Baiklah terserah apa yang akan kau lakukan,aku percaya kan padamu sepenuh nya,jangan mengecewakan ku Austin" sambil menepuk bahu Austin pelan dengan terus menatap mata Austin dengan senyuman yang terkesan ramah,namun Austin sadar ada nada ancaman dalam kata-kata tuan nya itu
"Lalu sekarang kau akan kemana? langsung ke mansion?"
"Tidak,saya masih ada urusan pribadi tuan"
"Baiklah lanjutkan kegiatan mu,aku masih ada yang harus di urus sekarang"
"Saya pergi dulu tuan"ucap Austin lalu berdiri dan membungkukkan badannya dalam layak nya pelayan yang menghormati tuan nya,lalu membalikkan badan nya pergi.
Tuan Austin yang sedari tadi menatap kepergian Austin dengan senyuman yang mengerikan...lalu terkekeh pelan
"Kau adalah pion ku yang berharga Austin,aku tidak akan melepasmu dengan mudah"
***
"hoam"Cessa menggeliat sedikit lalu bangun dan duduk di tempat tidur nya,ia masih mengumpulkan kesadaran nya sambil mengucek mata nya,lalu melihat jam yang menunjukkan pukul 08.00
"Hahh...hari ini libur,enak nya kemana yah,tapii...pasti ada si bodyguard sombong itu,aahh.. menyebalkan"sambil mengacak rambut nya frustasi.
"Aku tidak bisa mengabarkan teman-teman ku lagi...sepertinya aku harus langsung ke rumah Bella biar dia saja yang mengabarkan yang lain" lalu Cessa pun melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke rumah Kristabella.
Setelah bersiap-siap dengan pakaian casual nya dia menuruni tangga dan menuju meja makan.
"Pagi mom..dad.." ucap Cessa lalu duduk di kursi sebrang mommy nya dan daddy nya berada di kursi ujung antara dirinya dan mommy nya. Cessa pun mengambil sandwich kesukaan nya.
"Pagi juga sayang"ucap Anetha sambil tersenyum melihat putri nya
"Pagi honey" ucap James sambil tetap terfokus dengan tab yang sedang ia letakan di meja dan kopi di tangan kanan nya.
"Dad.. kebiasaan deh di meja makan masih ngurusin kerjaan" sambil melihat kebiasaan daddy nya dengan kesal.
"Kamu tau sendiri daddy kamu itu kaya gimana..susah di bilang in"ucap Anetha sambil masih memakan sarapan nya.
"Iya mom susah banget,liat kita malah di cuekin kaya gini" dengan suara agak keras agar daddy nya itu sadar.
"Sorry honey ini kerjaan nya gak bisa di tunda soal nya ini bahan meeting besok daddy tidak mau menunda pekerjaan" sambil masih tetap melihat tab nya.
"Ohh..come on dad ini hari libur,tubuh daddy juga harus istirahat memang nya bos ga boleh libur apa,karyawan dad aja ada libur nya"
"Ya tapi sayang..."
"No...dad,ga ada tapi-tapi an sini ipad nya" ucap Cessa lalu mengambil ipad daddy nya dengan paksa.
"Honeyy.." dengan wajah memelas James meminta tab nya kembali di tangan putri nya itu.
"Tidakk.. sekarang Princess yang sita ipad daddy,memang daddy saja yang bisa sita barang-barang aku"dengan wajah ketus nya tanpa terpengaruh wajah memelas daddy nya.
"Mom bantu dad"ucap James beralih ke arah Anetha istri nya untuk membantu nya dengan wajah yang dibuat memelas.
"Isshh.. daddy kau itu bukan anak kecil lagi,udah ga cocok menunjukkan wajah seperti itu" ucap Cessa yang sebal melihat tingkah daddy nya yang seperti anak kecil.
"Jangan pedulikan mom...daddy aja waktu itu aku minta bantuan mommy tidak bisa,daddy juga tidak boleh minta bantuan mommy"lanjut Cessa
"Mom setuju dengan mu sayang,daddy mu ini harus di kasih hukuman biar ga lupa sama kesehatan diri sendiri"ucap Anetha sambil ber tos ria dengan putri nya sambil tertawa senang menjahili suami nya itu.
"Okay daddy menyerah dengan kedua bidadari kesayangan daddy"sambil mengangkat kedua tangan seperti penjahat yang menyerah sambil tersenyum senang melihat kedua bidadari kesayangan nya itu.
"Apaan sihh dad geli banget deh kata-kata nya"sambil menunjukkan ekspresi jijik nya mendengar kata-kata daddy nya yang menggelikan.
"Hahaha..kamu ini ada-ada saja"sambil tertawa lepas James mengacak rambut putri nya itu gemas.
"Ya ampun dad!!!"dengan kesal Cessa merapihkan rambut nya yang di acak-acak oleh daddy nya.
"Daddy apa-apaan sihh aku ini mau pergi dad udah rapih,malah di acak-acak kaya gini"dengan wajah bete nya Cessa melihat ke arah daddy nya.
"Ya maafin daddy yah,memang nya kamu mau pergi kemana?" Tanya James
"Iya sayang kamu mau kemana?"tanya netha yang baru sadar putri nya itu sudah berdandan rapih.
"Aku mau ke rumah Bella mom,kan sekarang libur"melanjutkan kembali sarapan nya yang tadi terpotong karena berdebat dengan daddy nya.
"Terus habis dari rumah Bella?"tanya daddy nya sambil terus menatap putri nya menyelidik.
"Aku ga akan macem-macem dad ga usah natap aku kaya gitu deh.. emang nya aku penjahat apa...lagian kan ada bodyguard daddy itu yang bakal ngikutin aku terus"
"Ya sudah daddy ijinin kamu pergi,kamu ada bawa uang cash kan?"
"Iya dad ada.. untung aku udah narik uang dulu sebelum daddy sita kartu aku"
"Ya sudah kalau ada"ucap James singkat
"Dad kapan hukuman aku di cabut?aku kan bosen dad ga ada hp ga ada kartu atm,kalau uang cash kan ga mungkin aku bawa banyak-banyak"
"Haahhh.. ya udah daddy kasih but just handphone no more"sambil menghela napas James bangkit ke kamar nya untuk mengambil hp putri nya itu.
Tak berapa lama James kembali dan memberikan hp Princessa,Princessa yang sudah akan mengambil hp nya tersebut harus mencebik kesal karena James menarik nya kembali,
"Ingat jangan membantah peraturan daddy dan menurut pada Austin"sambil menggoyang-goyangkan hp nya di depan wajah Cessa.
"Iya..iya dad,Princess ngerti"lalu mengambil hp nya itu dengan cepat takut daddy nya itu berubah pikiran kembali.
"Ya udah Princess pergi dulu dad mom" lalu melangkah pergi menuju mobil nya.
"Sayangg.. kamu di anter sama Austin dan mulai sekarang kamu akan di antar jemput oleh Austin baik itu ke kampus atau kemana pun"ucap Iames sedikit berteriak karena melihat putri nya yang sudah lumayan jauh.
"Apaa.. aku mau bawa mobil ku sendiri dadd"
"Inget apa yang di katakan daddy tadi"ucap James mengingatkan putri nya itu soal peraturan yang ditetap kan nya.
"Ya baiklah dadd,terserah sekarang dimana bodyguard mu itu?" tanya Cessa kepada daddy nya.
"Saya disini nona" ucap Austin tiba-tiba yang sudah berada di belakang Princessa
Princessa tersentak kaget dan melihat kebelakang
"Kau.. sejak kapan kau disini..."
"Saya.."
"Aahh..sudahlah itu tidak penting,ayo pergi"ucap Cessa lalu melenggang pergi tanpa mau mendengar jawaban Austin,Austin yang melihat kelakuan nona nya itu langsung mengikuti nya dari belakang tanpa suara.
Dasar putri manja dan seenak nya kita lihat sampai kapan kau akan mendongakkan kepala mu seperti itu,aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan mu.
Bagaimana cerita nya jangan lupa vote dan komen nya yah..
Terima kasih
🤗🤗🤗