
Sesaat Princessa melihat bodyguard nya yang tengah menghampirinya, amarah nya seakan dalam keadaan maksimal tak tertahankan Cessa menatap bodyguard nya itu dengan tatapan membunuh,
Austin pun membalas tatapan nona nya masih dengan tatapan datar nya tanpa ekspresi lalu segera memalingkan mukanya ke arah dua gadis malang yang sejak tadi menjadi sasaran amarah Princessa,
'APAA..bodyguard nya itu berani mengacuhkan nya,heyy disini aku yang di rugikan!!' Ucap Cessa dalam hati sambil melotot tak percaya ke arah bodyguard nya yang sedang memberi penjelasan kepada dua gadis itu.
Austin berkata dengan nada lembut dan ramah nya membujuk mereka untuk tidak mempermasalahkan ini dan beralasan bahwa Princessa sedang mengalami hari yang buruk saat ini sehingga mempengaruhi mood nya,padahal Austin tau penyebab Cessa mengalami hari yang buruk salah satu nya adalah karena dirinya.
"Saya mohon maaf atas kejadian ini,saya harap kalian berdua tidak mempermasalahkan ini dan melupakannya" Ucap Austin ramah seraya tersenyum kepada dua gadis itu
'apa aku tidak salah lihat,dia bahkan bisa tersenyum ramah kepada orang lain,tapi selalu membuat ku jengkel,apa-apaan dia' sambil menatap ke arah bodyguard nya takjub dia pun terkekeh kecil tak percaya akan apa yang di lakukan bodyguard nya itu padanya yang semakin membuat nya benci kepada pengawal pribadi nya itu,
'berani-berani nya dia,kita lihat apa kau tahan menjadi bodyguard ku' sambil menatap bodyguard nya itu dengan penuh dendam.
Cessa pun berlalu pergi tanpa peduli dengan obrolan pengawal pribadi nya itu dengan kedua gadis yang dimarahi nya tadi dan membuat nya harus menanggung kekesalan tak terkira,dia tak mau repot-repot meminta maaf kepada dua gadis itu biarkan saja pengawal nya yang urus segala kekacauan nya,pikir nya
lalu kembali berjalan ke arah mobil nya yang berjarak cukup jauh dari tempat nya duduk,ia yang berniat menenangkan dirinya disini malah menambah kekesalannya,
Ia merasa hari ini sangat sial setelah bertemu untuk pertama kali nya dengan bodyguard nya yang bernama austin itu.
Saat dia berjalan cepat menuju mobil nya yang terparkir ia merasa tangan nya di cengkram yang membuat langkahnya terhenti,lalu ia membalikkan badannya ingin tau siapa yang berani menyentuh nya dengan seenaknya itu,saat ia membalikkan badannya ternyata ia melihat sosok yang saat ini berada di list paling atas orang yang paling dibenci nya saat ini.
Ya siapa lagi jika bukan bodyguard nya itu.
"Lepaskan aku!!" Ucap Cessa itu sambil berusaha melepaskan tangannya yang berada di genggaman austin
"Maaf nona Princessa,saya bertugas untuk menjaga anda,dan saat ini saya di suruh oleh ayah anda untuk membawa nona pulang" Ucap Austin sambil tetap memegang tangan Cessa dengan erat,sepertinya nonanya ini memang benar-benar membencinya terlihat dari tatapannya yang selalu tidak ramah saat melihatnya.
"Kau mengadu pada daddy bahwa aku bolos" sambil melotot ke arah Austin dengan kesal.
Austin yang melihat ekspresi princessa itu rasanya ingin terkekeh geli,baru kali ini seseorang tidak terpengaruh dengan pesona nya,
"Saya akan selalu melaporkan segala kegiatan anda pada Mr.James dan menuruti apa yang di perintah kan nya kepada saya" Ucap Austin masih dengan wajah datar nya itu,berusaha untuk tidak menertawakan sikap Princessa terhadap nya.
"Aku bisa pulang sendiri" Ucap Cessa ketus yang mau tak mau menurut karena perintah daddy nya.
'ahh..akhirnya kucing kecil menyerah setelah disebut nama daddy nya ini,sepetinya nonanya ini takut dengan ayahnya,gotcha..akhirnya dia menemukan titik agar nonanya ini menurutinya' Ucap Austin dalam hati setelah tau kelemahan Princessa
"Tidak nona saya akan membawa anda pulang bersama dengan saya" Ucap Austin tegas
"Aku tidak akan kabur,aku berjanji lagian aku tidak mau meninggalkan mobil ku disini" Ucap Cessa beralasan agar tidak bersama dengan bodyguard nya itu,lalu kabur diam-diam.
'sepertinya nonanya ini walau sudah menyerah tapi tetap sisi keras kepala nya ini masih ada dan ini sangat merepotkan' Ucap Austin dalam hati menahan jengkel dengan kelakuan nonanya,tapi bukan Austin namanya jika dia tidak bisa menahan nya,ia terkenal dengan ekspresi wajah nya yang tak terbaca walaupun hatinya merasakan hal yang berbeda tapi sebisa mungkin dia tidak akan menampilkan nya ke permukaan.
"Maaf nona,jika anda mau kita akan pulang dengan mobil anda,nanti saya akan kembali lagi kesini untuk mengambil mobil saya" Ucap Austin tak terbantahkan,dia sudah tau niat nona nya ini yang memiliki segala cara untuk melarikan diri.
'dasar menyebalkan' Ucap Cessa menggerutu dalam hati
Cessa sesekali melihat Austin dibelakang nya berharap Austin lengah,tapi memang dia termasuk bodyguard yang terlatih sedikit pun dia tidak lengah.
Austin yang melihat nonanya yang sesekali menoleh ke arah nya,sepertinya nonanya ini menunggu dirinya lengah dan kabur darinya lalu membuat kekacauan dengan segala tingkah nya dan membiarkan austin yang membereskan semuanya,nonanya ini benar-benar ingin membuat nya tidak betah sebagai bodyguard nya ia sudah tau maksud nonanya ini yang terlihat jelas tidak mau membuat pekerjaan nya berjalan dengan mudah,
'tapi kita lihat saja nona saya tidak akan menyerah' Ucap Austin dalam hati penuh tekad.
Austin terus berjalan di belakang Princessa mengawasi nya bagaikan elang yang mengawasi mangsanya dengan teliti dan cermat penuh perhitungan.
'bagaimana caraku lepas darinya' Ucap Cessa dalam hati memikirkan cara nya untuk kabur,sesaat dia memiliki cara untuk lepas dari Austin,dia dengan sengaja menjatuhkan diri nya di aspal
"Aww.." Ucap Cessa meringis kesakitan memegangi telapak kaki nya
"Nona anda tidak apa-apa" Ucap Austin sambil memegangi kaki princessa
"Kau tidak lihat aku kesakitan,pergi beli obat untukku" perintah Cessa dengan ketus
Austin masih tetap melihat Princessa dengan seksama dia tidak mau tertipu oleh Princessa,karena dari yang dia tau Princessa pintar sekali mengelabui orang dan dia tidak mau menjadi korban nya,tapi dia sedikit ragu kalau ini akting karena terlihat ekspresi Cessa yang kesakitan.
"Mungkin nonanya ini benar-benar kesakitan,karena tidak mungkin kan nonanya ini menyakiti dirinya sendiri hanya untuk kabur darinya,lagian mana bisa dia kabur dengan keadaan seperti ini" pikir Austin
"Baik,saya akan segera kembali anda bisa duduk dulu disana"ucap Austin lalu berlalu pergi dari Cessa,setelah melihat austin yang perlahan berjalan menjauh darinya Cessa pun segera berdiri walau dia merasa sedikit kesakitan di kaki nya karena saat dia dengan sengaja menjatuhkan dirinya dia pun tanpa sengaja menyakiti kaki nya sendiri walau tidak sesakit saat ia meringis kesakitan di depan austin yanh kesan nya terasa sangat menyakitkan bisa dibilang akting nya kali ini sukses.
"Dasar bodoh"ucap Cessa sambil tersenyum senang lalu bergegas pergi buru-buru sebelum Austin si bodyguard sombong itu kembali dan membawa nya pulang.
"Aku tidak akan membiarkan tugas mu mudah austin" ucap Cessa sambil tersenyum senang dan percaya diri bahwa dia yang akan menang dan Austin yang akan menyerah menjadi bodyguard nya.
Tak lama Setelah Austin membeli obat untuk nonanya itu dia langsung bergegas ke arah tempat nonanya tadi,tapi yang dia lihat hanya bangku kosong tanpa penghuni di atas nya
'Siall.. dia juga kena dengan tipuan nonanya itu' umpat Austin dalam hati
Nonanya ini benar-benar membuat pekerjaan nya lebih susah dua kali lipat,dia bergegas mencari nonanya itu sambil menelepon rekan nya untuk menanyakan kabur kemana nonanya itu,tak lama rekan nya itu memberitahu posisi Princessa dimana,sebenarnya yang mengawasi Princessa bukan hanya dirinya Mr.James menyuruh beberapa bodyguard untuk mengawasi putrinya itu,
namun memang hanya Austin yang langsung berhadapan dengan Princessa dan mendapat tanggung jawab lebih besar daripada rekan nya yang lain.
Sepertinya Mr.James memang sangat mengetahui sifat putri nya sendiri, terbukti saat ini ternyata bukan tanpa alasan ia menyewa beberapa bodyguard untuk anaknya,kalau hanya dia yang menjaga mungkin sekarang pun dia tidak akan tau dimana posisi Princessa saat ini.
"Nona saya tidak akan terkena lagi tipuan dari anda" ucap Austin sambil menuju ke arah mobil Princessa dan menuju ke posisi dimana saat ini Princessa berada.
Gimana udah greget belum Austin sama Princessa nya
Jangan lupa vote dan komen nya yah
Terima kasih
😉😊😊