Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 12 Threat (Ancaman)



Part kali ini panjang juga mudah-mudah an suka dan ga bosen yah..


Happy reading..๐Ÿ˜‰


Kini ketiga gadis itu sudah berganti pakaian menjadi bikini yang sangat cocok dengan mereka masing-masing seperti Kristabella yang menggunakan bikini berwarna merah menyala



di kulit putih nya dengan lekuk tubuh nya yang sangat menggoda bagi kaum adam yang melihat nya,ditambah dengan wajah nya yang cantik dengan kesan dewasa dan bibir yang sensual,menambah kesan seksi baginya.


Lalu juliet yang menggunakan bikini berenda warna baby blue



yang memperlihatkan kesan lucu ditambah dengan wajah nya yang kecil dengan mata bulat nya yangย  terlihat baby face menambah kesan imut.


dan princessa si putri cantik nan arogan yang kini tengah memakai bikini berwarna putih dengan motif daun



Sangat kontras dengan kulit nya yang terlihat eksotis dengan rambut di kuncir kuda menampilkan leher jenjang nya.Dan austin pun samaย  mengganti pakaian nya menjadi lebih santai dengan kaus polos warna abu-abu dan celana pendek selutut.


Mereka pun bergegas ke pantai untuk menikmati liburan nya kali ini dengan masih di ikuti oleh Austin. Princessa pun sedari tadi diam berjemur di pinggir pantai sambil melihat teman-teman nya yang sedang bermain air.


"Cessa kau tidak mau bergabung?ini sangat mengasyikkan"ajak Juliet pada Cessa yang sedari tadi memperhatikan nya dan Bella yang sedang berenang yang tidak terlalu jauh dari pantai.


"Nanti saja"jawab Cessa singkat


***


Austin pun yang sedari tadi mengikuti mereka bertiga khusus nya Princessa,melihat semua sikap Cessa yang sedari tadi hanya memperhatikan teman-teman nya dan sesekali memainkan hp nya kembali,di pantai ini hanya ada beberapa orang saja yang terlihat karena selain memang di pulau pribadi memang Cessa dan teman-teman nya sengaja menyewa tempat yang agak jauh dari orang-orang agar lebih private.


Austin yang sedari tadi diam pun mau tidak mau memperhatikan nona nya itu dari samping dengan detail


Tidak salah kenapa laki-laki banyak yang menyukai nya memang wajah nya memiliki daya tarik sendiri yang membuat orang-orang...khusus nya pria tertarik padanya meski sikap nya yang arogan seperti itu.


Austin yang tanpa sadar memperhatikan Princessa dengan lekat langsung segera menggelengkan kepala nya kecil guna menghilangkan pikiran nya itu yang tanpa sadar mengagumi wajah cantik nona nya itu.


Fokus Austin..fokus jangan sampai kau tertarik secara emosional dengan orang yang membuat hidup mu menderita.


Lalu ia melihat Princessa bangkit dari setengah duduk nya merengangkan tangan nya dan memulai pemanasan.


"Aku akan menyusul teman-teman ku"ucap Cessa saat masih melakukan pemanasan tanpa melihat Austin


"Silahkan nona saya akan menjaga anda dari sini agar nona lebih nyaman untuk menikmati waktu nona dengan teman-teman nona"


"Bagus kalau kau mengerti jika aku risih dekat-dekat dengan mu dan aku ingatkan kembali jangan.. panggil.. aku.. dengan embel-embel nona lagi"dengan ketus Cessa membalas perkataan Austin dengan tatapan tajam nya penuh peringatan menatap Austin tepat di mata nya.


Austin selalu suka dengan cara tatapan nona nya itu padanya,ia tersenyum menggoda membalas nona nya dengan jahil.


"Baik.. nona"masih dengan senyum menggoda nya


Cessa yang melihat itu menatap Austin dengan tatapan jijik nya lalu bergegas pergi dari hadapan Austin dengan buru-buru,Austin pun dengan cepat mengubah kembali tatapan nya kembali datar apabila orang yang melihat tatapan nya ini pasti merasakan aura yang tidak mengenakan dan ingin segera bergegas menjauh dari nya.


***


"Cessa.. akhir nya kesini juga"ucap Juliet


"Iya aku mau berenang aneh kalau ke pantai tapi ga main air"jawab Cessa


Lalu mulai berenang menjauhi teman-teman nya,ia terus berenang menikmati saat ombak menerpa tubuh nya,saat tubuh nya terombang ambing itu menjadi tantangan sendiri bagi nya untuk terus berenang.


Saat ia terus berenang ia mulai sadar bahwa dirinya sudah jauh dari teman-teman nya bahkan ia melihat Austin yang sudah berpindah posisi menjadi lebih dekat di bibir pantai untuk memantau nya,sepertinya dia sudah terlalu jauh dari bibir pantai ia pun mulai berenang kembali mendekati pantai saat ia berenang kembali ia tidak menyadari ada orang dari arah samping menuju ke arah nya,saat orang itu sudah tepat di samping nya Cessa pun menyadari keberadaan nya ia pun menegakan tubuh nya sambil terus menggerakkan kaki nya agar tidak tenggelam,namun belum sempat ia melihat wajah orang tersebut orang yang tidak ia kenal itu berbicara pada nya yang membuat tubuh nya tegang dan tanpa sadar kaki nya berhenti berenang yang membuat nya jatuh tenggelam.


dad tolong aku...


Tubuh nya seakan mati rasa..Cessa sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh nya untuk kembali berenang ke atas,dada nya mulai terasa sesak karena air yang terus menerus masuk ke dalam tubuh nya,pikiran dan tubuh nya seperti tidak sinkron pikiran nya memerintahkan tubuh nya agar cepat berenang ke permukaan tetapi tubuh nya seperti tidak bisa menerima perintah otak nya untuk segera berenang,kata-kata orang tersebut pun masih terngiang di benak nya yang membuat pikiran nya terpecah,kepanikan mulai melanda hati nya dan semakin menarik tubuh nya semakin dalam tanpa bisa melakukan apapun.


Apakah ini lah waktu ku..


Saat pandangan nya sudah semakin buram ia melihat siluet seseorang yang berenang menuju ke arah nya lalu menggapai nya ke dalam pelukan nya dan membawa nya menuju ke permukaan.


Saat sudah di permukaan Cessa dapat sedikit bernafas untuk memompa kembali paru-paru nya walau terasa sakit saat bernafas,namun ia tidak dapat membohongi bahwa kepala nya semakin berat dan pandangan nya pun kian menggelap walaupun ia sudah berusaha agar tetap tersadar "Austin terima kasih.."sesaat kata itu terucap dengan lirih tepat di telinga Austin sebelum Cessa kehilangan kesadaran nya.


***


"Austin!! apa yang terjadi dengan Cessa?"tanya Juliet panik saat melihat Austin membawa Cessa dengan keadaan Cessa yang tidak sadarkan diri.


"Nona Princessa tenggelam,saya tidak tahu apa penyebab nona bisa tenggelam" jawab Austin sambil terus melangkah ke pesisir pantai mencari tempat untuk membaringkan Princessa dan melakukan pertolongan pertama.


"Aku akan menelepon paman ku agar segera menelepon dokter dan menyiapkan kamar untuk Cessa"ucap Bella lalu melangkah pergi untuk mengambil hp nya dan segera menelepon paman nya.


"Apa yang harus kita lakukan Austin!!"ucap Juliet khawatir melihat Cessa yang pingsan.


"Saya akan melakukan CPR nona Juliet"jawab Austin lalu segera membaringkan Cessa di atas pasir lalu segera melakukan CPR kepada Princessa sambil sesekali memberi nafas buatan kepada Cessa.


"Nona bangun!!" Sambil terus melakukan CPR


"Uhuuk..uhukk.."Cessa pun memuntahkan air yang tertelan banyak di dalam tubuh nya.


"Cessaa..."ucap Juliet dan Bella bersamaan


"Se..sak..hhh"ucap Cessa lirih sambil menepuk-nepuk dada nya pelan.


"Tunggu nona saya akan membawa anda ke kamar,nona Bella sudah memanggil dokter untuk menangani nona"ucap Austin lalu kembali menggendong Cessa dengan cepat membawa nya ke kamar yang sudah mereka sewa.


**Kamar**


Setelah membaringkan Cessa di kasur,mereka menunggu dokter yang akan datang kesini di perjalanan ke kamar,Cessa kembali pingsan hingga membuat teman-teman nya kembali khawatir.


"Sebenar nya apa yang terjadi dengan Cessa setauku dia tidak pernah lupa untuk pemanasan bahkan dia sangat jago berenang"ucap Bella memecah keheningan,kebingungan akan apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.


"Iya.. aku juga bingung kenapa Cessa bisa sampai tenggelam seperti itu?ombak tadi juga tidak terlalu besar kalau itu permasalahan nya" timpal Juliet yang juga kebingungan.


"Apa kau tidak melihat ke aneh an yang terjadi dengan Cessa saat berenang tadi Austin?kau sedari tadi memantau nya kan?"ucap Bella sambil menatap Austin dengan lekat melihat reaksi Austin.


"Iya..saya memang memantau nya,saya melihat saat nona Princessa akan kembali ke pantai karena saya melihat nona princessa sudah sangat jauh dari pantai,tapi saat nona akan kembali saya melihat seseorang berenang ke arah nona samar-samar karena jarak yang jauh,saya kira dia memang pengunjung pantai yang memang sedang berenang bebas tapi saat saya melihat dia sudah di pinggir nona saat itu tak lama nona tiba-tiba menghilang saya langsung segera menghampiri lokasi terakhir nona Princessa walaupun butuh beberapa waktu karena saya hanya mengira-ngira lokasi terakhir nona,saya tidak sempat lagi melihat orang itu karena saat saya menemukan nona saya tidak melihat siapa-siapa lagi selain saya dan nona Princessa" jawab Austin mantap tidak ada keraguan dalam ucapan nya.


"Berarti kita patut curiga dengan orang itu"ucap Bella serius


"Siall.. mana ada cctv deket pantai" ucap Juliet kesal


"Satu-satu nya cara adalah dengan menunggu Princessa sadar dan tenang untuk menanyakan ciri-ciri orang tersebut..hahh..mudah-mudah an Cessa masih mengingat nya" ucap Bella sambil memijat kening nya lelah yang tadi nya mereka merencanakan ini untuk bersenang-senang namun sekarang malah terbalik.


"Kau sudah memberitau om James?"tanya Bella pada Austin


"Belum,saya akan segera menghubungi tuan James" jawab Austin lalu melangkah keluar kamar.


***


"Hallo" ucap orang di sebrang telepon


"Tuan apakah itu orang suruhan anda?"tanya Austin to the point pada 'tuan' nya


"Seperti biasa Austin kau memang tidak pernah basa basi yah..hahaha.."


Austin hanya diam mendengar penuturan tuan nya itu padanya.


"Memang aku saja musuh James" lanjut orang di seberang telepon kepada Austin


"bagaimana kau bisa mendapat akses masuk untuk orang mu?"tanya Austin kembali


"Hei.. sudah kubilang memang musuh James hanya aku,kau juga musuh nya, musuh nya ada dimana-mana Austin bagaimana kau hanya menuduh ku?"


"Orang itu terus memandangi ku sebelum berenang ke arah Princessa"


"Bagaimana kau menyimpulkan hanya karena orang itu memandangi mu?"


"...dan membungkuk ke arah ku"lanjut Austin


"Haahh.. sepertinya aku harus mengutus orang ku yang tidak mengenali mu yah.. tapi orang-orang kompeten ku semua mengenali mu seperti nya aku harus mencari orang baru yang sedikit lebih pintar.."


"Jawab saja tuan.."


"Baiklah aku akui itu memang suruhan ku bagaimana?...pembukaan yang bagus bukan.. sayang dia harus diselamat kan oleh mu"


"Tuan saya sudah memiliki rencana saya harap anda tidak gegabah lagi untung anak buah saya tidak ikut saat ini"


"Baiklah..baiklah Austin kau harus segera menjaga 0rincess mu itu,nanti ada yang curiga" dengan nada menyindir lalu panggilan pun terputus


Bipp.. panggilan pun terputus


Austin pun segera menelepon James dan memberitahu apa yang terjadi dengan Cessa,James yang mendengar putri nya tenggelam mengernyit aneh.


"Baik Austin saya akan segera kesana bersama istri saya kamu jaga selalu Princessa jangan kemana-mana,saya minta penjelasan yang detail dari mu nanti sesampai nya saya disana" ucap James dengan dingin lalu menutup telepon nya.


Ia pun kembali menuju kamar nona nya ia harus mencari tempat aman saat menelepon tadi kalau tidak.. bisa kacau rencana nya, 'tuan' nya pun sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari nya tentang bagaimana orang suruhan nya bisa mendapatkan akses masuk kesini.


Kenapa tuan nya itu seakan menyembunyikan sesuatu dari nya.


Dan kenapa tuan nya itu memiliki akses setau nya walaupun memang tuan nya itu bukan orang sembarangan,ia tipe orang yang tidak menyukai orang-orang dari kalangan atas ini jadi tidak mungkin tuan nya itu repot-repot memiliki akses untuk kesini.Atau memang tuan nya itu sudah memiliki akses yang berhubungan dengan orang-orang sekitar keluarga James termasuk teman nya Princessa.


Seperti nya ya.. karena itu adalah alasan yang paling masuk akal kenapa 'tuan' nya itu bisa memiliki akses untuk masuk ke pulau pribadi ini. Sepertinya ia tidak boleh menganggap remeh 'tuan' nya ini,ia kira tuan nya itu melimpahkan semua hal tentang balas dendam pada keluarga James ini semua padanya tapi memang 'tuan' nya itu bukanlah orang yang ceroboh walaupun di permukaan 'tuan' nya itu terlihat sangat mempercayai nya namun ternyata ia pun memang hanya sekedar pion nya saja.


Gimana jangan lupa vote dan komen nya yahh..


Terima kasih


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿค—