Only Nayla

Only Nayla
Selangkah Lebih Baik



Pagi ini Nayla sengaja mengambil hari liburnya untuk menemui Pak Dharma di kantornya. Siapa yang mengira kalau nenek yang dia tolong adalah ibu dari pengusaha sukses.


Nayla berdiri tepat di gedung perusahaan milik Pak Dharma. PT. SANJAYA nama yang tertera dalam bangunan yang entah berapa lantai itu. Nayla sangat gugup memasuki gedung perusahaan tersebut.


"Permisi saya mau bertemu dengan pak Dharma" kata Nayla kepada resepsionis.


"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?"


"Kemarin beliau cuma menyuruh saya untuk datang hari ini" jawab Nayla.


"Baiklah mbak bisa naik ke lantai 30 nanti tanyakan saja kepada sekertaris pak Dharma" jelas resepsionis.


Nayla langsung berjalan menuju lift dan memencet tombol naik. Sambil menunggu lift terbuka Nayla melihat ponselnya dan ada pesan masuk dari Ratna yang sedikit memcemaskannya.


Setelah pintu lift terbuka Nayla masuk kedalam lift dan memencet tombol 30 untuk mengantarnya ke lantai 30. Nayla tak sendirian di dalam lift, ada Rendi disana tapi Nayla tak memperhatikannya.


Rendi hanya bisa menatap punggung Nayla. Nayla yang gugup terus menatap pintu lift dan setelah pintu terbuka Nayla langasung melangkahkan kakinya menuju ruangan Pak Dharma.


"Permisi pak saya mau bertemu dengan Pak Dharma" kata Nayla.


"Maaf dengan siapa mbak?".


"Saya Nayla pak".


"Sebentar saya tanyakan dulu kepada pimpinan".


Nayla menunggu sedikit lama karna sekretaris harus menanyakan dulu kepada Pak Dharma.


"Mbak Nayla silahkan Pimpinan sudah menunggu".


Nayla berjalan mengikuti sekretaris Pak Dharma menuju ruangannya.


"Silahkan duduk Nayla" kata Pak Dharma.


Nayla duduk dan dia masih terlihat gugup.


"Kamu kenapa gugup gitu Nay tenang saja saya nggak gigit kok" kata Pak Dharma sambil tersenyum.


"Sebenarnya saya pernah melamar ke perusahaan bapak tapi saya nggak bisa hadir di seleksi akhir karna paman saya meninggal" jelas Nayla.


"Benarkah? Berarti kamu salah satu pelamar terbaik dong".


"Ah bapak bisa saja".


"Apa kamu mau bekerja di perusahaan saya Nayla?".


"Iya kalau kamu mau kamu bisa bergabung dengan kantor sekretaris saya karna jujur saya membutuhkan satu karyawan lagi".


"Benarkah pak saya bisa bekerja disini?".


"Iya Nayla bahkan besok juga kamu bisa mulai bekerja disini".


"Iya pak saya mau. Terimakasih banyak pak" kata Nayla dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah sekarang kamu ikut saya" kata Pak Dharma.


Nayla berjalan di belakang Pak Dharma dan mengikutinya.


"Baiklah ini Nayla mulai besok akan bergabung dengan kalian di kantor sekretaris pimpinan" kata Pak Dharma memperkenalkan Nayla kepada koleganya.


"Selamat bergabung Nayla. Saya Rudi dan ini Hendra" sapa Pak Rudi.


"Salam kenal semuanya dan mohon bimbingannya" sapa Nayla sambil tersenyum.


Nayla meninggalkan perusahaan dengan hati yang sangat gembira. Rasanya seperti mimpi dia bisa bekerja di perusahaan impiannya. Nayla sempat kecewa saat dia tak mendapat kesempatan melanjutkan interview tapi Allah maha baik dan langsung memberinya pekerjaan di perusahaan impiannya dengan posisi sekretaris pimpinan.


Nayla berjalan menuju halte bus dan lagi-lagi Rendi mengikutinya. Rendi yang masih penasaran dengan Nayla. Gadis seperti apa yang bisa membuatnya sangat gelisah dan selalu memikirkannya sejak pertemuan pertamanya.


Karna besok hari pertamanya kerja di kantor, Nayla memutuskan untuk membeli beberapa baju yang pas untuknya bekerja sebagai staf sekretaris perusahaan. Nayla pergi ke mall seorang diri dan membeli baju dan sepatu untuk kerja.


Rendi diam-diam juga masih mengikuti Nayla. Padahal mereka sudah pernah bertemu di kafe tapi Nayla masih saja tak mengenalinya.


"Kenapa dia belum mengenaliku padahal kemarin kan kita bertemu di kafe" kata Rendi sambil menatap Nayla yang sedang mencoba sepatu.


Pekerjaan ini mungkin akan merubah kehidupan Nayla. Dia sudah mendapat pekerjaan tetap dengan penghasilan yang pasti tiap bulannya. Nayla juga bisa menabung untuk membayar hutangnya kepada Ratna.


Selesai berbelanja Nayla memutuskan untuk makan siang di food center mall. Nayla duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Rendi dengan santai duduk di belakang Nayla sambil mendengarkan percakapan Nayla dengan Ratna sahabatnya.


"Alhamdulillah aku bisa bekerja disana tanpa seleksi Rat" kata Nayla.


"Syukurlah Nay kamu bisa mendapat kerjaan yang tetap dan aku bersyukur akhirnya kamu tak akan menjalani kehidupan yang sulit lagi" kata Ratna diujung telpon.


"Aku akan bekerja keras Rat karna aku berhutang banyak kepadamu dan aku janji akan segera melunasinya".


"Sudahlah Nay jangan pikirkan itu dulu yang penting kamu bisa memperbaiki kehidupanmu dan aku juga berharap kamu bahagia Nay".


"Terimakasih Ratna kamu memang sahabat terbaik yang aku punya".