Only Nayla

Only Nayla
Jalan-Jalan



"Iya ma ada apa?" kata Rendi menelpon Mamanya.


"Kamu kemana aja semalaman nggak pulang?".


"Aku ada urusan Ma nanti malam aku pulang. Udah Mama nggak usah khawatir aku bukan anak-anak lagi Ma".


"Ya sudah kalau gitu kamu hati-hati".


"Iya Ma" kata Rendi sambil mengakhiri telpon dengan Mamanya.


Sementara Nayla masih di dalam kamar mandi dan menyadari kalau kemarin dia tak bawa baju ganti.


"Ya sudahlah pake baju ini aja lagi salah sendiri Rendi nggak bilang kalau pake acara nginep segala" gerutu Nayla sambil keluar dari kamar mandi.


Rendi tampak masih asik duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Entah sedang berchatting dengan siapa sampai dia tak menyadari Nayla sudah ada disampingnya.


"Asik banget lagi ngapain?" tanya Nayla.


"Cuma main game kok sayang" jawab Rendi sambil menyudahi bermain game "Kamu sudah siap?".


"Aku nggak ganti baju lho kan kemarin nggak bawa baju ganti" kata Nayla sambil tersenyum.


"Yuk kita jalan-jalan sekalian beli baju" kata Rendi sambil beranjak dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya untuk mengajak Nayla.


Nayla langsung berdiri dan menggandeng tangan Rendi keluar dari kamar. Rendi memang berniat mengajak Nayla jalan-jalan karna setelah hubungan mereka terungkap pasti mereka akan melewati masa yang sulit. Terlebih kalau Mamanya tahu pasti akan menjadi masalah besar dalam hubungannya.


Rendi dan Nayla berjalan bergandengan tangan seolah tak mau dipisahkan oleh jarak. Rendi dan Nayla berjalan menyusuri pertokoan disekitar pantai.


"Tapi baju disini pasti mahal sayang bisa habiskan gajiku berbulan-bulan" kata Nayla ragu-ragu untuk masuk ke toko pilihan Rendi.


"Tenang aja sayang. Apa kamu lupa pacarmu ini kan wakil pimpinan perusahaan terkenal" goda Rendi sambil memaksa Nayla untuk masuk.


Dengan terpaksa Nayla akhirnya masuk kedalam dan mulai memilih baju yang akan ia pakai. Nayla tampak bingung untuk memilih dan akhirnya Rendi ikut memilihkan baju untuknya. Sambil tertawa kedua sejoli yang baru saja berkencan itu memilih baju untuk mereka kenakan.


Setelah lama memilih akhirnya mereka memutuskan untuk membeli sepasang kaos dengan tema senada dan celana jeans santai. Rendi dan Nayla meninggalkan toko dan kembali berjalan-jalan.


"Ternyata disini ramai juga ya sayang" kata Nayla sambil memakan permen kapas.


"Iya kemarin kita udah kemalaman makanya udah sepi sayang" jawab Rendi.


"Kamu sering kesini?" tanya Nayla.


"Nggak juga cuma dua kali ini aku kesini itu juga selalu ada janji dengan klien dan sekarang kesini lagi sambil kencan" jawab Rendi sambil mencium pipi Nayla.


"Banyak orang sayang" kata Nayla kaget dengan ciuman spontan Rendi.


"Biarin aja kan yang lain ngontrak sayang".


Setelah puas berjalan-jalan, Rendi mengajak Nayla kembali ke hotel dan bersiap pulang. Rasanya waktu sangat cepat berlalu saat bersenang-senang dengan orang yang kita cintai. Rendi takut kalau dia telat pulang akan dapat masalah dari Mamanya.


Perjalanan kembali ke kota cukup memakan waktu dan Nayla hanya menatap keluar jendela. Melihat pemandangan yang tak mungkin ada di kota. Pepohonan rindang dengan suara burung berkicau. Rendi yang melihat Nayla diam langsung menarik tangan Nayla untuk dia genggam. Nayla hanya tersenyum dan membiarkan Rendi menyetir sambil menggenggam tangannya.


Yang dia pikirkan sekarang hanya dia bahagia bisa bersama Rendi dan Nayla juga siap jika nanti akan ada badai besar dalam hubungannya dengan Rendi. Nayla sadar bahwa dia dan Rendi sangat berbeda yang pasti perjalanan cintanya tak akan semulus jalan tol.