
Nayla mulai membuka matanya dan melihat Ratna ada disampingnya. Masih terasa pusing dan lemas.
"Ratna kamu kok ada disini?" tanya Nayla sambil berusaha untuk duduk.
"Kamu sudah siuman Nay" kata Ratna sambil membantu Nayla duduk diranjang rumah sakit.
"Siapa yang membawaku kesini Ratna?"
"Entahlah tadi pihak rumah sakit yang menelponku Nay katanya laki-laki yang membawamu kesini" jelas Ratna
"Mungkinkah pria yang menolongku tadi yang membawaku kesini" gumam Nayla dalam hati
"Kamu kenapa jadi begini Nay?" tanya Ratna prihatin dengan kondisi Nayla.
"Aku baik-baik aja kok Rat untung saja tadi ada orang baik yang menolongku kalau tidak mungkin aku tak tahu lagi apa yang akan terjadi kepadaku Rat" jelas Nayla dengan menahan air mata yang hampir tumpah dari pelupuk matanya.
Ratna langsung memeluk Nayla dan berusaha untuk menenangkan sahabatnya. Cuma Ratna sekarang yang Nayla punya. Tak ada lagi keluarga yang akan memberikan pelukan hangat kepadanya.
Disamping kelambu rumah sakit, Rendi yang menolong Nayla berdiri melihat Nayla dan Ratna saling berpelukan. Lega rasanya tak terjadi apa-apa kepada wanita yang ia tolong. Rendi merasa kasihan dengan kondisi Nayla saat itu.
"Dasar anak-anak kurang ajar dari mana mereka mendapat ide untuk melakukan itu kepada perempuan tak bersalah itu" gerutu Rendi sambil menyetir kembali ke rumahnya.
Sampai di rumah, Rendi langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan diri di kasur empuknya. Pikiran Rendi masih menerawang jauh kepada Nayla. Rendi teringat betapa ketakutannya Nayla diperlakukan seperti itu oleh pria asing. Rendi bisa menyadari kalau Nayla ada gadis baik-baik yang belum pernah disentuh oleh lelaki.
"Cantik" kata Rendi sambil mengingat Nayla.
"Bodoh harusnya aku tadi menemaninya dan menayakan namanya. Tapi sudahlah kalau sudah takdir aku bisa bertemu dengannya lagi".
"Aku sudah baikan kok Rat nggak perlu ditemani" kata Nayla.
"Tidak Nayla aku akan menginap malam ini" kata Ratna tegas.
"Nanti ibumu mencarimu Rat".
"Aku sudah bilang kalau aku menginap ditempatmu malam ini Nay jadi kamu tak usah khawatir lagi dan sekarang ayo kita makan" ajak Ratna.
"Maafkan aku yang selalu merepotkanmu dan terimakasih atas sumuanya" kata Nayla sambil memeluk sahabatnya.
"Tapi jujur Nay aku masih penasaran siapa yang sudah menolongmu tadi?" tanya Ratna.
"Aku tak begitu ingat wajahnya karna tadi cukup gelap dan aku juga pingsan" jelas Nayla.
"Apa mungkin dia salah satu orang yang hadir di reuni itu?" tanya Ratna.
"Entahlah tapi aku berhutang kepadanya karna sudah menolongku".
"Kamu itu orang yang baik Nay makanya kamu juga dikelilingi oleh orang baik juga" kata Ratna sambil menepuk pundak Nayla.
Nayla masih penasaran dengan sosok pria yang sudah menolongnya dan membawanya kerumah sakit. Nayla berharap Tuhan akan mempertemukannya dengan pria itu lagi. Nayla akan berterima kasih karna sudah menolongnya. Nayla tak bisa berfikir lagi apa jadinya jika Nayla tak mendapat pertolongan dari pria itu.
"Nayla kangen sama kalian semua. Apa kalian yang sudah mengirimkan pria itu untuk menolong Nayla" kata Nayla sambil memandang foto keluarganya.