
Sekarang Nayla benar-benar seorang diri. Paman yang menjadi satu-satunya kerabat Nayla sudah berpulang untuk selamanya. Nayla tak bisa terus bersedih, dia harus bangkit untuk melanjutkan hidupnya.
"Kamu kenapa semalam gak nginap dirumah aku sih Nay?" tanya Ratna yang menghampiri Nayla di rest room.
"Aku nggak mau repotin kamu Rat" jawab Nayla.
"Kamu itu sahabat aku Nay dan nggak ada kata repot atau apapun itu dalam persahabatan" Ratna dengan nada mulai tinggi.
"Apa kamu bisa pinjami aku uang untuk bayar kontrakan Rat?" tanya Nayla dengan nada putus asa.
"Kamu sudah dapat kontrakan?"
"Pulang kerja aku akan cari kontrakan"
"Baiklah setelah kamu dapet kontrakan kamu bisa hubungi aku dan aku pinjami kamu uang"
"Makasih ya Rat kalau nggak ada kamu nggak tahu lagi aku harus minta tolong siapa" kata Nayla sambil memeluk sahabatnya.
Sepulang kerja, Nayla segera mencari rumah kontrakan untuk tempat tinggalnya. Sebenarnya Nayla masih punya tabungan tapi ia tak mungkin menghabiskan semua uang di tabungannya karna gaji dari kerja paruh waktunya sangat kecil.
Nayla berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Nayla mencari kontrakan termurah yang cukup untuk dia tinggali sendiri.
Setelah lama berkeliling akhirnya Nayla menemukan rumah sederhana untuk ia tinggali. Dengan harga yang sangat murah dan kondisi rumah juga apa adanya. Bagi Nayla yang penting ia bisa punya tempat tinggal.
"Makasih ya Rat udah bantuin aku" kata Nayla sambil memberikan secangkir teh kepada Ratna.
"Sama-sama Nay. Tapi kamu yakin mau tinggal disini?" tanya Ratna sambil mengamati sekeliling rumah Nayla.
"Iya Rat yang penting aku punya tempat tinggal sekarang dan nggak perlu tidur di cafe lagi" jawab Nayla sambil tersenyum.
"Kamu sungguh luar biasa Nay"
Turun dari bus Nayla langsung berjalan menuju tempat kerjanya. Jarak dari halte ke cafe masih lumayan jauh jadi Nayla herus berjalan. Dalam perjalanan ke cafe, Nayla bertemu dengan seorang Nenek yang pingsan di jalan.
"Nenek bangun nek" kata Nayla sambil menguncang badan Nenek tersebut.
Tak ada respon dari Nenek tersebut dan Nayla memutuskan untuk menelpon ambulans dan membawa Nenek itu ke rumah sakit. Nayla terus menemani Nenek tersebut sampai keluarganya datang. Nayla duduk di samping ranjang si nenek.
"Ibu kenapa ibu sampai pingsan dijalan" kata seorang pria paruh baya yang langsung mengenali nenek yang Nayla tolong.
"Maaf apa bapak keluarga nenek ini?" tanya Nayla.
"Pasti kamu gadis yang menemukan ibu saya?" tanya balik pria paruh baya itu.
"Iya pak saya tadi menemukan nenek dipinggir jalan" jelas Nayla.
"Terimakasih nak sungguh masih ada orang baik seperti kamu di dunia ini" kata pria tersebut.
"Kalau gitu saya permisi dulu pak karna saya harus kembali kerja" kata Nayla sambil berlalu keluar meninggalkan nenek yang ia bawa ke rumah sakit.
Nayla berjalan ke luar dari ruang ugd dan segera kembali ke cafe tempat ia bekerja. Nayla lega nenek itu baik-baik saja dan keluarganya sudah datang untuk menjaganya.
"Gimana kondisi nenek yang kamu ceritakan tadi Nay?" tanya Ratna.
"Alhamdulillah baik-baik aja kok Rat dan keluarganya sudah datang ke rumah sakit makanya aku balik ke cafe" jelas Nayla.
"Kasihan sekali nenek itu pergi sendirian untung aja kamu yang nemuin dan langsung bawa kerumah sakit"
"Kita kan sesama manusia harus saling bantu Ratna" jawab Nayla sambil tersenyum.