Only Nayla

Only Nayla
Resmi Jadian



Nayla mencubit pipinya sendiri untuk menyakinkannya lagi kalau semua ini nyata bukan mimpi.


"Aduh sakit" kata Nayla yang merasa sakit setelah mencubit pipinya.


"Kamu kenapa sih?" tanya Rendi sambil meletakkan minuman di meja.


"Ternyata bukan mimpi" jawab Nayla sambil tersenyum.


"Kamu ini ya udah dibilang kalau ini bukan mimpi sayang" kata Rendi sambil memegang tangan Nayla.


"Tapi aku rasanya kayak mimpi lho karna seorang Rendi pengusaha muda yang sukses dan punya banyak fans malah suka sama gadis yatim piatu kayak aku".


"Nay kamu itu istimewa buatku. Kamu gadis yang mandiri dan kamu juga baik" jelas Rendi.


"Tapi aku takut" kata Nayla sambil menundukkan wajahnya.


"Kamu juga suka kan sama aku?".


"Iya. Tapi aku takut kalau hubungan kita akan ditolak sama keluarga Pak Rendi".


"Aku janji akan menjelaskan pelan-pelan kepada keluargaku" kata Rendi kembali memeluk Nayla.


Nayla bahagia bisa mendapatkan cinta dari Rendi tapi dia juga takut hubungannya akan ditentang keluarga Rendi karna statusnya sangat berbeda jauh dengan dirinya. Terlebih Nayla tahu kalau Bu Dharma tampak tak suka kepadanya.


Untuk menenangkan Nayla, Rendi mengajak Nayla berjalan-jalan ditepi pantai. Sambil bergandengan Rendi dan Nayla menikmati indahnya malam ditepi pantai.


"Mulai sekarang jangan panggil aku Pak lagi" titah Rendi.


"Trus aku panggilnya apa?" tanya Nayla.


"Sayang" kata Rendi singkat.


"Ok tapi hanya saat kita berdua kalau di kantor aku tetap panggil Pak Rendi dan aku juga nggak mau hubungan kita diketahui orang kantor".


"Kenapa kan bagus kalau mereka tahu?".


"Apa aku setampan itu sampai punya banyak fans di perusahaan?" goda Rendi sambil mencium pipi Nayla.


"Apaan sih" kata Nayla sambil memegang pipinya dan wajahnya merah merona.


"Sebelum bertemu denganmu hidupku cuma kerja kerja dan kerja. Aku jarang ada waktu berkumpul dengan teman-temanku dan bisa dibilang aku tak punya teman dekat. Pertama aku bertemu denganmu itu juga pertama kalinya aku datang ke acara alumni".


"Kita duduk yuk" ajak Nayla sambil menarik Rendi untuk duduk dibangku.


"Terimakasih sudah menerimaku masuk kedalam hidupmu" kata Rendi sambil menggenggam kedua tangan Nayla dan mengecupnya.


"Aku yang harusnya berterimakasih karna sudah menjadikan aku seperti cinderella yang bertemu dengan pangerannya" kata Nayla dengan mata berkaca-kaca.


"Ayo kita kembali ke hotel besok pagi baru kita kembali" ajak Rendi.


Mereka berdua kembali ke hotel dan segera beristirahat. Awalnya Nayla takut sekamar dengan Rendi karna mereka belum menikah tapi Rendi sangat memahami ketakutan Nayla dan dia memilih untuk tidur di sofa dan Nayla tidur di ranjang.


Pagi pun datang dan Nayla terbangun lebih dulu. Nayla bisa menatap Rendi dari ranjangnya. Rendi masih terlelap dalam tidurnya. Nayla memutuskan untuk bangun dan melihat pemandangan dari jendela.


"Kok nggak bangunin aku sayang" kata Rendi yang tiba-tiba memeluk Nayla dari belakang.


"Ih lepasin kan aku belum mandi" kata Nayla berusaha melepaskan pelukan Rendi.


"Sebentar aja sayang" kata Rendi semakin membenamkan wajahnya ke pundak Nayla.


"Sayang habis ini pulang yuk" kata Nayla.


"Kan sekarang weekend sayang tar aja pulangnya kan aku mau ajak kamu jalan-jalan sekalian kencan" jawab Rendi.


"Ya udah aku mau mandi dulu" kata Nayla sambil berlari masuk kamar mandi.


Rendi kembali duduk di sofa sambil melihat ponselnya. Tampak mamanya mengirimi pesan karna semalam Rendi tak pulang kerumah.