Only Nayla

Only Nayla
Bertemu Rendi



Sekarang Nayla harus bekerja lebih keras untuk bertahan hidup. Selain untuk membiayai hidupnya sendiri Nayla juga harus membayar hutangnya kepada Ratna.


Selain bekerja di cafe sekarang Nayla juga bekerja di hotel. Hanya part time saat ada acara saja. Kebetulan hari ini ada acara reuni anak konglomerat di hotel tempat Nayla bekerja.


Siapa yang akan mengira kalau hari ini akan menjadi hari yang merubah hidupnya.


"Nayla kamu bisa tolong jaga didepan ya kalau ada hidangan yang habis kamu langsung cek karna kebayakan anak konglomerat sangat cerewet" ucap salah satu teman kerjanya.


"Baik pak" jawab Nayla singkat.


"Cuma reuni aja acaranya semewah ini apalagi acara pernikahan mereka nanti pasti lebih mewah lagi" gumam Nayla dalam hati.


Tamu mulai berdatangan dan semua siap diposisi masing-masing. Sudah bisa dibayangkan bagaimana acar berlangsung dan penampilan tamu undangan juga tak kalah dengan acara fashion. Para wanita tampil dengan sangat memukau dengan gaun malam dan para pria dengan setelan jas yang membuat mereka tampak gagah.


"Bisa tolong ambilkan saya minum" kata salah satu undangan kepada Nayla.


"Ini silahkan" Nayla sambil membawa nampan berisi gelas minuman.


Nayla berkeliling sambil membawa nampan berisi minuman dan menawarkan kepada para tamu yang datang.


Disatu sisi sekumpulan tamu laki-laki sedang memperhatikan Nayla. Nayla memang cukup mencuri perhatian. Dengan mengenakan baju putih dan rok putih selutut yang sudah menjadi baju kerjanya. Kulitnya yang putih dengan rambut panjang sebahu membuatnya tampak sangat cantik.


"Coba deh perhatiin cewek yang bawa minuman itu?"


"Yang rambutnya pendek sebahu itu?"


"Iya cewek itu"


"Lumayan juga tu cewek gak kalah dong sama teman-teman kita"


"Dipoles dikit aja gak bakal kelihatan kalau dia miskin"


"Gimana kalau kita taruhan buat ngerjain tu cewek kan sayang banget ada cewek cantik dianggurin gitu aja"


Nayla yang tak pernah menyadari ada yang berniat buruk kepadanya bersikap biasa saja saat ada tamu yang meminta tolong kepadanya.


"Maaf Nona teman saya ada yang terjatuh disana bisa saya minta tolong untuk membawanya kesini" kata salah satu laki-laki yang berniat mengerjainya.


"Bisa Tuan disebelah mana?" jawab Nayla sambil meletakkan nampan minuman di meja dan segera mengikuti laki-laki yang meminta tolong kepadanya.


Sesampainya ditempat yang dituju laki-laki itu malah sebuah gudang kosong dan tak ada seorang pun disana. Nayla mulai ketakutan dan berusaha untuk keluar dari tempat itu.


Nayla berlari menuju pintu tapi laki-laki itu menarik tangan Nayla terlebih dahulu dan membuat Nayla jatuh tersungkur dilantai.


"Apa yang mau kau lakukan" kata Nayla ketakutan sambil memundurkan badannya.


"Ayolah kita bersenang-senang sayang" kata laki-laki itu sambil tertawan dan berusaha menangkap kaki Nayla.


"Aku mohon biarkan aku pergi" Nayla mulai menangis.


"Gadis secantik kamu sayang kalau cuma bekerja sebagai pelayan. Aku bisa menjadikanmu tuan putri asalkan kamu mau bermain denganku sebentar"


"Aku mohon lepaskan aku" Nayla menangis ketakukan dan sudah terpojok di dinding.


Nayla berteriak meminta tolong tapi tak ada yang datang menolongnya. Bahkan pria itu sudah mulai memeluknya dengan paksa dan berusaha untuk menciumnya. Nayla terus berteriak meminta tolong siapa tahu akan ada yang datang untuk menolongnya lepas dari laki-laki mesum ini.


Tak sia-sia Nayla berteriak meminta tolong. Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu gudang dan langsung meraih baju pria yang berusaha memperkosa Nayla. Dihajarnya pria itu sampai babak belur dan pria itu lari meninggalkan gudang.


Nayla masih menangis dipojokan gudang sambil berusaha menutupi bajunya yang sudah dirobek paksa oleh pria yang menyerangnya tadi.


"Lain kali jangan muda percaya dengan orang yang tak kamu kenal. Kamu memang menjalankan tugasmu tapi ingat banyak orang jahat disekitarmu" kata pria yang menolongnya sambil mengangkat tubuh Nayla dan memakaikan jasnya untuk menutupi tubuh Nayla.


"Terimakasih sudah menolongku" kata Nayla yang tiba-tiba badannya terasa lemas dan semua menjadi gelap.


Nayla pingsan dan dengan siap pria itu langsung menangkap Nayla dan segera membawa Nayla keluar dari gudang. Nayla digendongnya menuju tempat parkir dan membaringkan Nayla dikursi belakang mobilnya. Pria itu langsung membawa Nayla ke rumah sakit karna takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Nayla.