Only Nayla

Only Nayla
Awal Cerita



Nayla kecil sedang dalam perjalanan menuju pantai bersama dengan Ayah dan Ibunya. Nayla kecil duduk dikursi belakang bersama sang ibu. Seperti kebanyakan anak kecil lainnya yang sangat senang saat diajak kedua orang tuanya bertamasya.


Nayla kecil bernyanyi riang bersama sang ibu. Sementara Ayahnya hanya bisa tersenyum sambil menatap Nayla dari kaca spion. Ayah Nayla mengemudikan mobil dengan sangat hati-hati.


Tepat di perempatan jalan lampu lalu lintas berubah warna dari merah menjadi hijau. Mobil yang membawa Qiara dan kedua orang tuanya melaju dengan perlahan namun naas tepat di perempatan jalan ada sebuah mobil box melanggar lampu lalu lintas dan langsung menabrak mobil yang dikendarai Ayah Nayla.


Sang ibu berusaha untuk mendekap Nayla agar Nayla selamat dari tabrakan. Mobil yang ditumpangi keluarga Nayla terbalik dan hancur. Beruntungnya Nayla berada dalam dekapan Ibunya.


Tak lama setelah tabrakan terjadi orang-orang berkumpul dan membantu untuk menyelamatkan korban kecelakaan. Nayla kecil menangis dalam dekapan sang ibu yang sudah tak bernyawa.


"Anak kecil itu masih hidup cepat keluarkan dia sebelum mobil ini terbakar" kata salah satu orang yang berkerumun.


"Cepat minta bantuan kita harus mengeluarkan korbannya".


Nayla kecil terus menangis. Nayla beruntung karna tak ada luka serius hanya goresan kecil di keningnya. Nayla terus memanggil ibunya. Nayla belum begitu mengerti bahwa sang ibu telah tiada begitu juga dengan ayahnya.


Gadis kecil itu sudah menjadi yatim piatu di usia 5 tahun. Setelah bantuan datang, Nayla dibawa bersama dengan jasad kedua orang tuanya ke rumah sakit. Pihak kepolisian juga menghubungi keluarga terdekatnya.


"Nayla sayang syukurlah kamu selamat nak" kata paman Nayla yang datang bersama dengan istri dan anaknya.


"Sekarang mau kita bawa kemana anak ini yah?" tanya Bibi Nayla dengan nada kurang mengenakkan.


"Cuma kita kerabatnya sayang jadi kita yang harus merawat Nayla sekarang"


"Jaga ucapanmu!"


"Lihat saja kenapa hanya dia yang selamat? itu artinya dia membawa sial dan aku nggak mau dia tinggal dengan kita"


"Setuju atau tidak aku akan tetap membawa Nayla pulang karna dia anak kakakku satu-satunya keluargaku"


Nayla akhirnya pulang dengan sang paman walaupun bibinya sangat membencinya. Hidup paman dan bibinya memang sangat sederhana tapi pamannya sangat menyayangi Nayla bahkan sudah menganggap Nayla seperti anak kandungnya.


Tinggal dengan keluarga pamannya memang sangat sulit bagi Nayla. Saat pamannya berangkat kerja Bibinya selalu memperlakukan Qiara dengan sangat buruk.


"Bibi Nayla juga mau makan jeruk" kata Nayla kecil yang hanya bisa melihat Bibinya menyuapi jeruk kepada Dewi anaknya.


"Harga jeruk ini sangat mahal jadi Bibi hanya membeli jeruk untuk Dewi. Sudah sana kamu masuk kamar berisik tahu" gertak Bibinya.


Nayla langsung masuk kedalam kamarnya dan duduk diujung tempat tidurnya. Nayla menangis dan sangat merindukan orang tuanya. Dulu Nayla sangat disayang oleh kedua orang tuanya.


"Nayla kangen ibu. Nayla pengen disuapin ibu" Nayla menangis sambil menatap foto keluarganya.


Nayla sangat merindukan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kasih sayang yang dia harapkan bisa dia dapat dari keluarga pamannya. Paman memang sangat menyayangi Nayla tapi Bibi dan Dewi belum bisa menerima kehadiran Nayla. Bibi dan Dewi masih saja menganggap Nayla anak sial karna hanya Nayla yang selamat dari kecelakaan maut yang sudah menewaskan kedua orang tuanya.