
Karna Rendi sudah berjanji untuk mengajak dua sekretarisnya makan malam, jadi sepulang kerja mereka berempat makan malam bersama di sebuah restoran dekat kantor.
"Wah ini banyak sekali makanannya Pak Rendi" kata Pak Hendra kaget melihat meja mereka penuh dengan makanan.
"Anggap saja ini sekalian perayaan kencan saya dengan Nayla" kata Rendi sambil melirik ke arah Nayla.
"Tapi Pak Rendi harus janji sama kita kalau Pak Rendi akan menjaga Nayla dan membuat Nayla bahagia" kata Pak Rudi.
"Iya saya janji akan selalu ada disamping Nayla" jawab Rendi.
"Apa yang Pak Rendi rencanakan sekarang? Saya takut kalau keluarga Pak Rendi mengetahui hubungan kalian akan berakibat buruk buat Nayla" tanya Pak Hendra.
"Sebelum saya menyatakan perasaan kepada Nayla, saya sudah banyak berpikir dan saya juga sudah siap menghadapi masalah yang nantinya akan datang dan saya juga berjanji akan selalu berada di samping Nayla serta akan selalu menggenggam tangan Nayla dalam kondisi apapun" jelas Rendi sambil memegang tangan Nayla dan memandang wajah kekasihnya.
"Baiklah kami akan menjaga rahasia ini sampai Pak Rendi siap mengatakan yang sebenarnya" kata Pak Hendra sambil tersenyum dan menepuk pundak Pak Rudi.
Mereka berempat makan dengan lahap dan sambil berbincang-bincang. Rendi yang selalu kaku di kantor berubah seperti teman untuk kedua sekretarisnya. Rendi memang selalu bisa memposisikan dirinya dihadapan karyawannya. Setiap ada acara diluar kantor dia tak pernah memposisikan dirinya sebagai wakil pimpinan perusahaan tapi sebagai teman dan sahabat bagi karyawannya.
Selesai makan malam, mereka berpisah di depan restoran. Nayla dan Rendi berjalan menikmati udara malam. Mereka berjalan sambil bercerita dan sesekali tertawa.
"Ah Kak Rendi dan Nayla" kata Kirana.
"Oh iya itu Kak Rendi" kata Adrian sambil menunjuk ke arah Rendi dan Nayla.
"Kak Rendi" teriak Kirana memanggil kakak iparnya.
Rendi dan Nayla langsung kaget melihat Adrian dan Kirana melihat mereka berdua.
"Kalian berdua kok ada disini?" tanya Kirana heran melihat keakraban antara kakak iparnya dengan Nayla.
"Oh kitq habis makan malam team" jawab Rendi.
"Iya kita pisah dengan Pak Hendra dan Pak Rudi karna beda arah" jawab Rendi.
"Kalau gitu saya permisi dulu Pak Rendi" pamit Nayla.
"Kamu mau saya antar Nay?" tanya Rendi.
"Nggak usah pak terimakasih saya naik taxi aja. Terimakasih untuk makan malamnya pak" kata Nayla dan berjalan meninggalkan Rendi dan adik-adiknya.
"Kakak kenapa jalan kaki?" tanya Adrian yang juga merasakan kejanggalan.
"Kakak mau ambil mobil di perusahaan tadi kakak tinggal disana" jawab Rendi "Udah deh kakak pergi dulu ya".
Rendi berjalan menyusul Nayla ke arah halte bus. Nayla masih berdiri menunggu taxi lewat. Setelah ada taxi yang lewat dan Nayla segera menyetop taxi.
"Ke jalan anyelir ya pak" kata Nayla kepada supir taxi.
"Aku ikut ya sayang" Rendi tiba-tiba ikut masuk kedalam taxi.
"Kok kamu disini bukannya ambil mobil di parkiran?" tanya Nayla.
"Aku pingin antar kamu pulang" jawab Rendi sambil tersenyum.
"Tadi aja hampir ketahuan adik sama ipar kamu lho kok sekarang malah ikut naik taxi sama aku" protes Nayla.
"Mereka nggak tahu kok kalau aku naik taxi sama kamu soalnya tadi aku bilang mau ambil mobil di kantor".
"Tapi tetap aja bahaya kalau sampai mereka tahu gimana?".
"Ya biarin aja sekalian aku bawa kamu ke depan Papa Mama biar kita nggak sembunyi-sembunyi lagi".