
Nayla yang masih kaget karna hubungannya ketahuan kedua rekannya tak bisa konsen mengerjakan kerjaannya. Sampai saat makan siangpun Nayla lupa dengan janjinya untuk makan siang bareng Rendi.
"Saya keluar makan siang dulu ya" pamit Rendi kepada Sekretarisnya.
"Baik pak" jawab Pak Hendra dan Pak Rudi.
Nayla tak menjawab dan dia juga tak menyadari Rendi pamit makan siang.
"Kok Nayla diem aja sih jangan-jangan dia lupa kalau kita mau makan siang bareng" gumam Rendi sambil mengirim pesan kepada Nayla.
Nayla membaca pesan di ponselnya dan bergegas keluar karna dia lupa dengan janjinya.
"Aku makan siang dulu ya pak" pamit Nayla sambil berlari keluar ruangannya.
"Iya Nay" jawab Pak Hendra.
"Pasti Nayla janjian sama Pak Rendi deh sampai dia lari gitu" kata Pak Rudi.
"Udah yuk kita makan siang juga daripada baper mikirin Pak Rendi sama Nayla makan bareng" kata Pak Hendra beranjak dari tempat duduknya.
Rendi dan Nayla janjian makan siang di rumah makan dekat kantor yang ada tempat tertutupnya biar mereka nggak ketahuan orang kantor lainnya.
"Kamu habis lari?" tanya Rendi yang melihat Nayla datang sambil terengah-engah.
"Maaf aku lupa kalau janji makan bareng" jawab Nayla.
"Nggak papa sayang kan kamu datang nggak usah nunggu makanannya lama" jawab Rendi sambil tersenyum dan memegang tangan Nayla.
Tak lama makanan datang dan mereka berdua langsung melahap makan siang mereka. Sambil sedikit bercanda Nayla dan Rendi makan siang bersama. Rendi yang kelihatan kurang ramah menjadi sosok yang sangat berbeda saat bersama Nayla.
"Kamu kenapa tadi pas aku pamit kok nggak respon gitu?" tanya Rendi.
"Kita ketahuan sayang" jawab Nayla sambil menunduk.
"Maksudnya ketahuan apa?".
"Kok bisa?" tanya Rendi kaget.
"Mungkin mereka melihat kita tadi" jelas Nayla.
"Terus gimana dong sekarang?".
"Mereka mau merahasiakan ini asalkan kamu mentraktir mereka makan malam".
"Ah gitu aja gampang sayang" jawab Rendi sambil tertawa.
"Kok tertawa sih".
"Ya bagus dong kalau cuma minta makan malam dan lagi kalau mereka tahu juga bagus dong sayang".
"Bagus apanya?".
"Biar Pak Rudi itu nggak genit-genit lagi sama kamu" kata Rendi sambil mentoel hidung Nayla.
Nayla masih sedikit bingung dengan jawaban Rendi. Berarti selama ini Rendi juga mengamati Nayla dan kedua rekannya. Nayla merasa dia berhubungan baik dengan kedua rekannya tapi Rendi malah merasa bahwa Pak Rudi genit kepadanya.
Selesai makan siang, Nayla dan Rendi kembali ke kantor. Mereka kembali bersama dengan mobil Rendi. Karna kedua rekannya sudah tahu hubungannya dengan Rendi, Rendi juga merasa sedikit lega karna tak harus kucing-kucingan lagi dari kedua sekretarisnya yang lain.
Rendi masuk dengan menggandeng tangan Nayla. Sementara Rudi yang melihat Rendi dan Nayla bergandengan membuatnya baper. Karna sebenarnya Rudi menyukai Nayla tapi sekarang kenyataannya Nayla malah berkencan dengan bosnya.
"Nanti malam saya traktir kalian makan malam" kata Rendi sambil tersenyum.
"Wah terimakasih Pak Rendi" jawab Pak Hendra.
"Saya juga berterimakasih karna kalian mau membantu saya dan Nayla" kata Rendi sambil tersenyum.
"Ah Pak Rendi tak usah sungkan gitu sama kita" tambah Pak Rudi dengan senyum palsu.
"Baiklah kalau gitu saya kembali keruangan saya dulu" kata Rendi berlalu kembali ke ruangannya.