Only Nayla

Only Nayla
Pernikahan Adrian Dan Kirana



Hari ini semua orang bersiap menghadiri pernikahan putra kedua pimpinan yang tak lain adik dari Rendi. Adrian menikah dengan Kirana anak dari sahabat ibunya. Sebelumnya mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Adrian berbeda dari Rendi karna dia sama sekali tak tertarik dengan perusahaan keluarganya. Adrian memilih untuk membuka restoran karna dia tak suka bekerja kantoran dan dia juga punya hoby memasak.


Sementara Kirana juga punya usaha toko bunga. Kirana berasal dari keluarga yang berada. Ibunya punya butik dan kakak laki-lakinya seorang dokter.


Sama-sama dari keluarga yang berlatar belakang sama maka tak heran kalau acara pernikahan mereka juga sangat mewah dan dihadiri oleh orang-orang penting dan berada.


Nayla datang bersama Pak Rudi dan Pak Hendra. Karna hanya mereka berdua teman dekatnya di perusahaan. Nayla tampil cantik dengan midi dress berwarna hitam dan rambutnya hanya tergerai biasa.


Rendi yang ikut berkeliling untuk menyalami koleganya yang hadir tampak terpukau dengan penampilan sederhana Nayla. Rendi tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Nayla.


Nayla tampak tertawa bersama kedua koleganya. Sambil membawa segelas minuman Nayla juga tersenyum kepada orang yang menyapanya. Semua karyawan di perusahaan mendapat undangan untuk menghadiri acara resepsi pernikahan putra pimpinan.


"Hai Nayla" sapa salah satu karyawan yang hadir.


"Hai juga. Kamu sendirian aja?" tanya Nayla.


"Ya sama anak yang lain dong. Ayo gabung sama yang lain biar kamu gak sama dua orang ini aja".


"Pergi aja Nay biar kamu juga kenal sama karyawan yang lain" kata Pak Hendra.


Nayla ikut bergabung dengan karyawan divisi lainnya. Nayla yang cukup mudah bergaul bisa cepat berteman dengan siapa saja. Tapi disebelah sana ada sepasang mata yang selalu mengawasinya.


"Tu anak ya emang gampang banget dekat sama orang apa dia lupa dengan kejadian waktu itu" kata Rendi sambil membawa segelas minuman dan tetap memperhatikan Nayla.


Acara yang dilanjutkan dengan dansa kedua pengantin membuat semua orang berfokus kepada keduanya. Nayla juga melihat adegan dansa kedua pengantin. Saat asik melihat tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.


"Nayla kok kamu nggak nyapa nenek" kata Nek Ratih.


"Maaf nek tadi Nay lihat banyak tamu penting yang bicara dengan nenek jadi Nay tak jadi menyapa nenek" jelas Nayla.


"Ayo kita duduk disana" ajak Nek Ratih sambil berjalan bersama Nayla.


"Kalau nenek capek istirahat aja".


"Ini kan juga istirahat Nayla".


"Akhirnya nenek punya cucu perempuan sekarang".


"Nayla kan udah anggap nenek kayak nenek Nayla sendiri".


"Kirana itu sangat manja dan nenek ragu dia akan merawat nenek kalau nenek sakit. Dia aja apa-apa pembantu beda sama kamu yang mandiri dan dewasa".


"Karna Nayla bukan dari keluarga yang berada nek, kalau Nayla sama seperti Kirana yang lahir serba kecukupan belum tentu juga Nayla akan tumbuh jadi gadis mandiri seperti sekarang. Dan yang paling penting Adrian dan Kirana saling mencintai dan semoga mereka berdua hidup bahagia" kata Nayla sambil memegang tangan Nek Ratih.


"Ternyata nenek sembunyi disini" kata Rendi yang tiba-tiba muncul.


"Kamu ngagetin aja sih Ren udah tahu nenekmu ini sudah tua dan jantungnya juga udah lemah" kata Nenek Ratih sambil memukul bahu Rendi.


"Rendi mau ngajak nenek dansa" kata Rendi.


"Kamu ini ajak Nayla aja kan nenek sudah tua mana bisa dansa sama kamu".


"Jangan Nayla dong nek nanti apa kata orang" Nayla menolak saran Nek Ratih.


"Memangnya kenapa kan kamu juga cucu nenek. Udah sana kalian dansa berdua" kata Nenek Ratih sambil mendorong Nayla dan Rendi pergi berdansa.


Karna paksaan dari Nenek Ratih akhirnya Nayla berdansa bersama Rendi. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan Rendi.


Banyak pasang mata tertuju kepada Nayla. Terutama ibu Rendi yang tampak tak menyukai anaknya berdansa dengan Nayla.


"Lihat itu apa-apaan Rendi berdansa denhan Nayla Pa" protesnya kepada Dharma.


"Memangnya kenapa kan nggak ada salahnya toh mereka saling mengenal" jawab Dharma enteng.


"Tapi Pa apa nanti kata orang masak anak pimpinan berdansa dengan sekretarisnya".


"Sudahlah Ma ini kan hari bahagia jangan merusak suasana dengan sikapmu itu".


Banyak yang bertanya-tanya siapa sosok gadis yang berdansa dengan Rendi. Tak heran karna Rendi cukup terkenal dikalangan pebisnis muda dan juga kolega ayahnya.


Banyak juga gadis yang merasa patah hati melihat Rendi yang tiba-tiba berdansa dengan perempuan. Karna Rendi terkenal sangat dingin terhadap perempuan. Entah karna dia ingin fokus dengan pekerjaannya atau ada hal lain yang membuatnya masih menutup hatinya.