One Night in Paris

One Night in Paris
Bab 8 - Kembali bertemu



...Visual Part 2...


Sofie Jenner



Axe Romano



Samuel Wilson



Jack Addison



...----------------...


Paris, 09.00 PM


Amanda berjalan pelan dengan anggun, menyibakkan gaun yang ia kenakan dan berputar, seolah memamerkan gaunnya.


"Tampil elegant dan memukau hanya dengan Violett Quin"


"Cukup" kata sutradara, setelah naskah selesai diucapkan.


"Perfect, syuting berjalan lancar, tak ada kejadian mengulangi naskah. Dan aktingmu tetlihat meyakinkan, sangat natural" kata Sutradara memuji Amanda.


"Apa itu artinya, kontrak kerja samanya sudah selesai?" tanya Amanda mengingat sudah melakukan serangkaian pemotretan dan Akting. Dimana tertulis dikontrak kerja hanya menjadi Brand Ambasador dan Bintang iklan.


"Belum, belum selesai" kata seseorang yang berjalan kearah mereka.


"Tuan Sky" kata Amanda setelah menoleh kearah pemilik suara berat tadi.


"Seperti yang managerku katakan, jika semuanya berjalan dengan sempurna, akan ada kontrak kerja lain dengan upah yang lebih besar dari sebelumnya" kata Sky sebelum menyerahkan sebuah berkas kepada Amanda.


Amanda membaca setiap tulisan hitam diatas putih dikertas yang ia pegang. Sekuat tenaga ia menahan mulutnya untuk tidak berteriak. US$10.000.000 (Sekitar Rp 148,76 miliar), "Apa aku tidak salah lihat? Nominalnya dua puluh lima kali dari sebelumnya. Aku tidak sedang bermimpikan?" kata Amanda dalam hati.


"Seperti yang tertera diberkas itu, jika kau menandatangani kontrak ini, itu tandanya kau setuju untuk berkerja sama dengan kami selama tiga bulan kedepan"


"Tiga bulan, waktu yang tidak singakat. Tapi dengan uang sebanyak ini, aku bisa memberikan fasilitas untuk anakku kelak" kata Amanda dalam hati, masih menimbang keputusan yang akan ia ambil.


"Jika kau keberatan tidak masalah, aku bisa mencari model lain untuk menggantikanmu"


"Saya setuju" kata Amanda cepat. Lagi pula siapa juga yang menyia nyiakan uang sebanyak ini. Belum tentu kedepannya ia akan mendapatkan kontrak kerja sama semenguntungkan ini.


Sky tersenyum, dan memberikan bolpoin yang sudah ia siapkan. Dengan segera Amanda menempelkan tinta hitam diatas putih, membentuk sebuah tanda tangan.


"Senang berkerja sama dengan anda miss" kata Sky menjabat tangan Amanda.


...----------------...


Ottawa, 09.00 PM


Disebuah perusahaan, tengah berlangsung pesta perayaan ulang tahun perusahaan Ace Company yang ke delapan belas. Sebelum menuju keacara inti, dengan sengaja pihak perusahaan menyewa seorang penyanyi, untuk sekedar menghibur para tamu.


Terlihat seorang wanita yang mengenakan midi dres berwarna putih dan heels dengan warna senada tengah membawakan sebuah lagu yang berjudul I Like You So Much, You’ll Know It - Ysabelle Cueves diatas panggung.


I like your eyes you look away when you pretend not to care


I like the dimples on the corners of the smile that you wear


I like you more, the world may know but don't be scared


Coz i'm falling deeper, baby be prepared


 I like your shirt, i like your fingers, love the way that you


Lantunan suara merdu itu begitu indah menyapa telinga. Dengan suaranya yang khas Sofie berhasil membuat semua tamu bertepuk tangan setelah ia selesai membawakan lagu ciptaan Ysabelle Cueves.


"Wow, itulah tampilan memukau dari Sofie Jenner. Namun setelah ini akan ada yang lebih memukau lagi. Kita akan berdansa dengan pasangan masing masing. Jadi jika anda ingin merasakan keseruannya, segera ajak pasangan anda kelantai dansa sebelah sana" kata Sang pembawa acara setelah Sofie turun dari panggung.


Setelah orang orang berada dilantai dansa, pembawa acara tadi memberikan sebuah kode untuk mematikan lampu utama dan alunan musik yang begitu menenangkan mulai terdengar.


Sofie baru saja keluar dari toilet, namun alangkah terkejut ketika melihat sosok yang ia kenal tengah berdiri di depan pintu.


"Apa kau lupa, pemilik perusahaan ini mengundang seluruh pengusaha di negeri ini, dan aku termasuk"


"Bukan itu maksutku, kenapa kau berdiri didepan pintu toilet wanita? Apa kau sedang mengintipku"


"Ya, seharusnya aku lakukan sejak tadi. Namun sayangnya aku tidak kepikiran akan hal itu" kata Andreas diiringi dengan tawa sumbangnya.


Dan tentu saja itu membuat kepala Sofie berasap. Sofie hendak berlalu, namun tangan Andreas menarik tangan Sofie, sehingga langkahnya terhenti dan menatap kearah pria itu.


"Lepaskan, Apa maumu"


"Seharusnya aku yang bertanya, Apa maumu"


kata Andreas justru balik bertanya.


"Apa maksutmu" kata Sofie masih berusaha melepaskan pergelangan tangannya dari cengkraman Andreas.


"Tidak usah berakting, pura pura tak tau" kata Andreas menatap tajam Sofie.


"Lepaskan, aku tidak tau dan tidak ingin tau apa maumu"


"Benarkah" kata Andreas melangkah maju, mengkis jarak diantara keduanya.


"Lepaskan, kau tidak waras Andreas. Setelah kau menghamiliku dan memintaku untuk merahasiakannya, sekarang untuk apa kau temui aku lagi"


"Tentu saja untuk memberikan mulutmu pelajaran"


"Apa mulutmu itu perlu dijahit?"


"Apa maksutmu"


"Kau telah membeberkan kejadian malam itu kan" kata Andreas memeperkuat cengkramannya.


"Ahh, apa kau gila. Jika aku memberi tahu kakakku sama saja aku bunuh diri"


"Lalu kenapa Amanda memutuskanku sepihak lewat pesan. Bahkan ia sengaja mengganti nomornya, agar tidak bisa aku hubungi"


"Tentu saja karena ia tau perselingkuhan dengan wanita lain. Kau.... "


"Kau bukan hanya membuatku berselingkuh dengan laki laki bejat sepertimu.Tapi kau juga berselingkuh dengan banyak wanita"


"Itu bukan urusanmu, mau aku berselingkuh dengan siapapun juga bukan urusanmu"


"Cih, dasar laki laki murahan. Beeuntung saja kakakku sudah meninggalkanmu dan bersama dengan laki laki lain"


"Laki laki lain? Apa dia sudah memiliki kekasih baru" kata Andreas melepaskan cengkramannya, dan tertarik akan cerita Sofie.


"Untuk saat ini belum, tapi segera"


"Heh, aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi" kata Andreas menampilkan senyum ejekannya.


"Terserah, aku tidak punya waktu untuk melayani laki laki murahan sepertimu" kata Sofie berbalik pergi.


"Oh ya, jika aku murahan lalu apa sebutan untukmu. Adik yang jahat? Oh atau, Ku ambil kekasih kakakku, seperti dinovel novel"


Sofie yang mendengarnya mengepalkan tangan dan berbalik menatap tajam Andreas.


"Diam, atau..."


"Atau apa? Kau ingin mengancamku? Aku punya rekaman saat kita melakukannya... Honey" kata Andreas menampilkan senyum penuh kemenangan.


"Kau pikir aku takut dengan rekaman itu, dirumahku ada CCTV. Semuanya akan terlihat jelas, kalau kau yang memanfaatkan keadaanku yang tengah mabuk berat. Dan menjebakku melakukannya"


"Oh ya, coba cek rekaman CCTV itu jika masih ada"


"Apa maksutmu"


"Aku sudah menghapus rekaman dimana aku yang memanipulasi keadaan"


Sofie yang mendengar itu langsung merebut Handphone Andreas, membanting dan menginjak injaknya sampai remuk.


"Hahaha, apa kau pikir aku terlalu miskin sayang? Aku punya Handphone yang lain, dan rekaman itu sudah aku salin di Handphone yang berbeda"


"Kau iblis Andreas, kau iblis"


"Terserah kau mau mengatakan apa. Tapi yang jelas satu... " Andreas mengangkat dagu Sofie agar manik coklat itu saling bertemu.