
Amanda menatap jari Sky dibibirnya, kenapa ia tak menolak. Kenapa ia merasa nyaman dengan semua ini? Apakah ia menaruh hati pada Sky Louis, bosnya sendiri?
"Akh... Sorry. Saya keterlaluan" kata Sky tak enak hati, bahkan ia bingung sendiri kenapa dia bisa melakukannya.
Entahlah, bukannya tersinggung justru dadanya menjadi berdebar tak menentu.
"Apa ini bawaan sang bayi? Kenapa hati mommy kau buat bergetar begini?" kata Amanda dalam hati.
"Maaf miss" kata Sky mengusap perut rata Amanda. Karena ice creamnya tak sengaja meleleh dan mengenai kaos yang dikenakan Amanda.
Sky berusaha menghilangkan noda coklat ice creamnya dikaos biru Amanda. Tapi bukannya hilang, justru noda itu tertinggal disana.
"Saya benar benar tidak sengaja" mengusap usap perut Amanda, berharap noda ice creamnya hilang.
"Anda tidak akan menghilangkannya dengan mengusap perutku seperti itu"
"Akhh... Maaf. Saya lancang. Saya benar benar tidak bermaksut untuk..."
"Tidak perlu meminta maaf, tapi entah kenapa janinnya merasa nyaman saat kau sentuh"
"Eee.... benarkah?" tanya Sky yang dijawab anggukan oleh Amanda.
"Emm... Boleh saya menyentuhnya?" tanya Sky yang lagi lagi dijawab anggukan.
Perlahan tangan Sky menyenyuh perut rata Amanda, ada rasa haru didalam lubuk hayinya. "Hai kau didalam sana? Kau tau, aku daddymu. Aku minta maaf, untuk saat ini aku belum bisa membahagiakanmu dan ibumu. Tapi aku janji aku akan menjaga kalian sebaik mungkin. Tolong maafkan daddymu, aku harap kau tidak membenciku" kata Sky dalam hati, dan tak terasa buliran bening berhasil lolos dari sudut matanya.
"kau menangis"
"Emm... Tidak. Aku hanya sedikit terharu"
"Terharu?" tanya Amanda yang dijawab anggukan oleh Sky.
"Apa kau masih ingin disini"
"Aku akan pulang"
"kalau begitu ayo, akanku antarkan"
"Emm... Tidak perlu repot repot, saya bisa pulang sendiri"
"Tidak, bukankah dompetmu ketinggalan?"
"Saya bisa membayarnya saat sudah tiba di aperteman, saya benar benar tidak ingin merepotkan anda"
"Saya tidak pernah merasa direpotkan, lagi pula saya tidak tega membiarkanmu pulang sendiri. Apa lagi saya yang membuat anda berlama lama disini"
...----------------...
Suasana didalam mobil sunyi, kedua insan yang menghuninya tak ada yang membuka pembicaraan. Bahkan sekadar bertanya basa basi saja, tidak ada. Amanda yang canggung dan Sky yang takut membuat kesalahan yang membuat Amanda tidak nyaman.
Amanda mengalihkan pandangan keluar jendela, ia terhanyut dalam lamunan. Bahkan tak sadar jika mobil yang dikendarai Sky sudah sampai di Apertemannya.
Sky berjalan memutar setelah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Amanda.
"Hei, apa anda sedang melamun?"
"Akh.. Apa kita sudah sampai?"
"Ya, apa anda masih ingin berdua dengan saya?" tanya Sky dengan nada candaan, namun mendengarnya membuat pipi Amanda merona.
"Terima kasih"
"untuk?"
"karena kau telah mengantarku dan untuk ice cream yang tadi"
"its okay"
"Tapi..."
"Saya sudah menyuruh Jack untuk membawakannya, dan saya harap anda datang makan malam dikediaman saya"
"Makan malam?"
"Yes, makan malam"
"Apa makan siang besok dipercepat?"
"Tidak, makan siang besok akan tetap berjalan. Makan malam ini semata mata hanya untuk menebus kesalahanku"
"Itu terlalu berlebihan pak, lagi pula noda ini masih bisa hilang"
"Andai kau tahu yang sebenarnya, pasti bukan itu kata kata yang akan keluar dari mulutmu" kata sky dalam hati.
"Mungkin, tapi saya akan senang jika anda sudi berkunjung kegubug saya yang sangat sederhana" jawab Sky.
...----------------...
Amanda menatap pantulan dirinya dicermin. Entah kenapa rasa tidak percaya diri tiba tiba menghantuinya, padahal ia sudah tampil secantik mungkin. Ia menatap arlojinya, entah kenapa angka yang ditunjuk jarum arloji membuat dirinya semakin betdebar.
Terdengar suara ketukan pintu, tanpa bertanya sekalipun ia sudah tahu siapa yang mengetuk pintunya.
"Tunggu sebentar" teriaknya, Amanda kembali bercermin memastikan penampilannya sudah rapi dan tidak ada make up yang mendempul.
"Huff, ayo Amanda. Kau hanya akan makan malam dengan pak Sky. Sekalipun dia bukan orang sembarangan, jantungmu tidak harus maraton seperti ini"
"Nona Amanda, tuan Sky sudah menunggu anda" kata Jack setelah pintu apaerteman dibuka oleh Amanda.
"Saya sudah siap" jawab Amanda singkat, dan membuntuti langkah Jack.
Jack melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, seperti perintah tuannya. Sedangkan Amanda membuang pandangan keluar jendela.
Tampak lampu lampu dipinggir jalan yang bersinar terang, menambah keindahan malam. Entah kenapa semakin mobil ini melaju, semakin berdebar jantung Amanda. Rasa ini, rasa ini benar benar rumit, dan sangat sulit untuk dijelaskan. Bahkan Amanda tak pernah merasakan perasaan ini saat ia bersama Andreas dua tahun yang lalu.
Jack memarkirkan memarkirkan mobilnya disebuah ruamah yang begitu mewah. Bohong besar jika Sky mengatakan gubug yang sangat sederhana, faktanya rumah ini lebih mirip istana. Ya istana, tak heran jika rumah ini menjadi salah satu rumah termewah yang pernah dibangun. Bahkan rumah ini tercatat sebagai salah satu rumah termewah didunia.
Amanda menatap pemandangan didepannya penuh kekaguman, rumah ini bukan hanya mewah, tapi juga ada taman yang sangat luas, ayunan, dan air mancur, lebih mirip seperti istana dinegeri dongeng sebenarnya. Tapi tunggu, jika seandainya ini adalah istana dinegeri dongeng, dan Sky adalah pangerannya, maka siapa tuan putrinya?
"Ayo nona, tuan sky sudah tidak sabar menunggu anda" kata Jack.
Amanda mengikuti langkah Jack sambil tersenyum. "Apaan si lu Man, senyum senyum gitu. Pak Sky cuma ngajakin lu makan malam bukan nikah. Tapi tunggu, kok gue seneng banget pak Sky nagajakin makan malam? Dan kenapa gue ngak nolak sikap baik pak Sky? Apa gue suka sama pak Sky? Akhh... Ngak mungkin, emang sih pak Sky itu tampan dan kaya, tapi..... Akhh mungkin hanya bawaan bayi saja, setelah ini mungkin aku tidak akan melayang atas segala perhatian yang pak Sky berikan" kata Amanda dalam hati.
"Selamat datang nona" sapa pelayan pelayan yang sengaja berbaris didepan pintu untuk menyambutnya kedatangannya.
"Eee.... Kalian menyambutku" tanya Amanda kebingungan.
"Tentu saja, karena anda adalah calon..." kata kata kepala pelayan yang ucapannya dipotong oleh Jack.
"Ekhmm... Saya sudah membukakan pintu untuk anda. Yang perlu anda lakukan sekarang adalah mengikuti deretan lilin itu" menunjuk lilin lilin yang berjajar rapi, yang sengaja diletakkan disitu untuk menunjukkan arah.
"Ini..."
"Tuan Sky berada diujung barisan lilin ini, saya dan yang lainnya akan berjaga disini, agar tidak ada pokemon yang mengganggu"
"Ternyata anda juga bisa bercanda"
"Saya akan memberikan candaan saya lain kali, Tapi saat ini anda harus segera menemui tuan Sky"
"Apa dia galak?"
"Sedikit, dia juga sedikit agresif. Jangan samai anda dibawa kekamar ya" kata Jack berbisik.
"Kau memang pandai bercanda Jack" Kekeh Amanda, seraya memukul pelan lengan Jack.