One Night in Paris

One Night in Paris
Bab 21 - Jane Meyer



"Lepaskan"


"Sepertinya bukan mommynya yang marah, tapi baby yang ada didalam sini yang ingin di perhatikan" kata Sky mengelus perut Amanda.


"Kau, sejak kapan anda kurang ajar" Amanda berusaha melepaskan tangan Sky yang menyentuh perutnya.


"Hai, sorry daddy tidak memperhatikanmu akhir akhir ini. Tapi setelah daddy menikahi mommymu, daddy akan selalu memperhatikanmu" kata Sky dalam hati seraya mengelus lembut perut Amanda.


Dan entah mengapa kemarahan yang mengendalikan Amanda tiba tiba lenyap begitu saja.


Amanda terdiam, membiarkan tangan Sky mengusap perutnya. Entah mengapa sangat nyaman, dan terasa hangat.


"Maaf, saya tidak seharusnya memaksamu. Tapi aku hanya tidak ingin kau terus dingin padaku" kata Sky melepaskan tangannya dari perut Amanda.


"Tidak, saya yang seharusnya minta maaf. Saya terlalu kekanak kanakan, dan marah hanya karena hal sepele. Dan lagi pula anda tidak salah menegurku, seharusnya aku tidak berkata demikian" Amanda berkata sungguh sungguh dan menatap Sky, yang juga menatapnya.


Sky tersenyum simpul, sepertinya memang benar dugaannya. Baby yang ada di perut Amanda ingin di perhatikan olehnya.


...Ditempat lain...


"Ini handphonemu, sekarang berikan handphoneku" kata Sofie sedikit ketus. Dan ingin segera mengakhiri, pembicaraan ini.


"Kau buru buru sekali"


"Tentu saja, waktuku terbuang sia sia hanya untuk melakukan hal yang tidak perlu"


"Kau tidak perlu buru buru, lagi pula aku belum sarapan"


"Maksutmu? Apa hubungannya kau belum sarapan dengan handphoneku"


"Tentu saja ada, aku ingin kau yang menyuapiku"


"Kau masih punya tangan bukan? Lagi pula tanganmu itu baik baik saja"


"Memang, tanganku baik baik saja. Tapi di sini tidak baik baik saja" kata Jack menyentuh ulu hatinya.


"Kau mulai lagi" Sofie memutar mata malas.


"Ini perintah Sofie"


"Memangnya kau siapa? Apa kau bosku?"


"Aku memang bukan bosmu, tapi baiklah jika kau tidak ingin handphonemu kembali" kata Jack yang membuat Sofie tak bisa berkutik, karena handphone Jack sudah ada di genggaman pemiliknya.


"Ini" kata Sofie yang terpaksa menuruti keinginan Jack.


"Dekatkan kesini"


"Sekarang mana handphoneku"


"Makanannya masih banyak, aku baru akan memberikannya setelah habis"


"Kau..."


"Aaaa" Jack menunjuk kearah mulutnya yang terbuka. Dan dengan terpaksa Sofie menuruti keinginan Jack.


"Mungkin aku sedikit egois, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menahanmu untuk tetap tinggal. Meski hanya sebentar" kata Jack dalam hati, seraya menatap wajah cantik Sofie yang tengah kesal.


"Sudah, sekarang berikan handphoneku atau..."


"Atau?"


"Cepat berikan handphoneku"


"Kau.... Dari dulu kau tidak berubah. Selalu ingkar janji. Atau lebih tepat, sengaja melupakannya" kata Sofie yang membuat Jack tersentak.


"Kau tau kan yang itu...."


"Karena dijodohkan orang tuamu. Bahkan aku sampai lupa kalau kau adalah anak mommy dan seorang laki laki pecundang yang mengikuti keinginan orang tuanya hanya karena ingin mendapatkan wanita yang lebih berada"


"Kau salah, itu...."


"Tidak ada yang salah, dan aku beruntung karena kau telah meninggalkanku waktu itu. Karena dengan hal itu, aku bisa membuka mataku lebar lebar, siapa pria yang pernah telah mengisi hatiku"


"Hanyalah seorang laki laki pecundang, yang tak lebih dari casanova murahan" hardik Sofie dengan suara yang menggelegar, memenuhi seisi ruangan.


Dan bukannya marah atau apa, Jack justru menarik Sofie den memeluknya erat. Dan tak bisa ia tahan lagi, ia terisak dan air matanya membasahi Hoodie kuning yang Sofie kenakan.


"Lepas" Sofie mendorong tubuh lemah Jack kasar.


"Aku sangat mencintaimu Sofie, sangat"


"Diam, jangan bicara. Aku sudah muak mendengar omong kosongmu yang membuat telingaku sakit"


"Kau tau Jack, aku sangat membencimu, sangat" kata Sofie seraya memukul mukul Jack.


Jack yang dipukuli justru kembali menarik Sofie kepelukannya, meski Sofie terus memberontak sekuat tenaga.


...----------------...


Paris, 02.00 PM


"Sky Louis dan Amanda Jenner" kata seorang wanita yang tersenyum miring membaca berita yang beredar diseluruh media sosial.


"Kau bisa saja bahagia, tapi akan kupastikan. Kebahagianmu akan segera menjadi kebahagiaanku. Karena hanya akulah yang berhak memiliki Sky Luois. Dan Sky hanya milikku, Jane Meyer" kata Jane penuh seringai yang menghiasi wajahnya yang cantik bak dewi.


"Kau sudah siapkan tiket penerbanganku ke Ottawa" tanya Jane pada Boy asisten pribadinya.


"Sudah Nona, saya juga sudah menyuruh orang suruhan saya untuk menyiapkan apertemen untuk nona"


"Bagus Boy, kau memang bisa diandalkan"


"Amanda Jenner, aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku" kata Jane dalam hati.


...----------------...


Seorang wanita cantik dengan pakaian yang cukup terbuka, tengah melangkahkan kaki keluar pesawat dengan langkah anggunnya.


"Bawa koperku Boy, kita harus cepat sebelum para reporter datang. Aku tidak mau waktuku terbuang sia sia hanya untuk melayani reporter itu"


"Baik nona" Jawab Boy, seraya menarik koper Jane keluar dari area bandara.


Ya, Jane Meyer adalah Model papan atas yang namanya sudah meledak dikawasan internasional. Bahkan namanya tak pernah redup sejak awal kesuksesannya lima tahun lalu.


Model dua puluh tujuh tahun itu sudah mengantongi berbagai penghargaan, bahkan apapun yang ia lakukan, akan menjadi bahan pembicaraan hangat bagi pecinta beautys.


Belum cukup sampai disitu, dirinya yang memiliki kecantikan bak dewi, tak jarang seorang pria yang tergila gila kepadanya. Ya tak jarang, tapi sepertinya Sky tidak termasuk dalam daftar itu.


Jane Meyer yang menyadari akan kecantikannya bisa meluluhkan hati pria dengan mudah, dengan percaya diri mengutarakan ketertarikannya pada sang pewaris tunggal keluarga Louis. Lalu apa yang terjadi? Apakah Sky Louis seorang pengusaha sukses yang perusahaannya bergerak dibidang fashion itu juga menggila akan kecantikan Jane Meyer yang merupakan seorang model Internasional yang wajahnya selalu ikut daftar wajah tercantik di dunia? Maka jawabannya tidak!


Entah apa yang membuat seorang Sky Louis tak tergoda akan kecantikannya? padahal di luar sana banyak pria yang berlomba lomba untuk mendapatkannya.


"Boy aku ingin turun di pusat perbelanjaan terbaik disini. Kau dan supir keapertemen terlebih dahulu. Aku akan kembali setelah selesai berbelanja. Sudah seminggu aku tidak pergi ke mall, rasanya aku sangat merindukan tempat itu"


"Tapi nona, bagai mana jika anda di ganggu oleh fans fanatik anda. Saya harus menemani anda, agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi" kata Boy yang membuat Jane terdiam sesaat. Sepertinya perkataan Boy ada benarnya.