One Night in Paris

One Night in Paris
Bab 6 - Kerja Sama



Amanda menatap gaunnya, gaun yang begitu mewah, memberikan kesan glamor dan berkelas. Bukan hanya itu, gaun ini begitu nyaman dan cukup menguras kantong, namun sangat laku dipasaran. Mungkin karena perusahaan Louis Fashion selalu mengutamakan keindahaan, kualitas, kenyamanan, keserasian, dan kepuasan konsumen. Belum lagi mereka selalu memilih kain yang berkualitas, Pekerja yang prifesional, dan Teknik pemasaran yang patut diacungi jempol. Tak heran jika produk dari Louis Fashion mendominasi pasar busana.


"Dan kau ingat, barusan dia menawarimu kerja sama. Ini semua seperti mimpi, mengingat banyak perusahaan yang mengemis untuk berkerja sama dengan perusahaannya" kata Samuel yang heboh sendiri, padahal Amanda yang ditawari kerja sama.


"Apa menurumu lebih baik aku terima tawaran itu"


"Ya, tentu saja, kau bukan hanya akan mendapatkan uang puluhan ribu dolar. Tapi namamu akan kian meledak dalam waktu yang singkat"


Amanda mencerna perkataan Samuel baik baik. Sepertinya uang puluhan ribu dolar dan kepopulerannya akibat berkerja sama dengan perusahaan Louis Fashion akan cukup untuk membeli rumah, jika seandainya ia diusir dari rumah. Lagi pula ia juga masih punya uang ditabungannya yang lumayan.


...----------------...


Paris, 09.00 AM


Taksi yang ditumpangi Amanda berhenti didepan sebuah perusahaan. Louis Fashion, tulisan yang tertera dibangunan megah menjulang itu. Jika boleh jujur, ini adalah kantor termegah yang pernah ia kunjungi. Pilar pilar yang kukuh menopaang, dan ornament-ornament membuat kantor ini terlihat memukau.


Hanya dari bagian luar, Amanda cukup terpukau.


Amanda melangkahkan kakinya masuk, "Saya ingin bertemu dengan manager perusahaan ini" kata amanda pada seorang reception.


"Miss Amanda, tuan Jack sudah menunggu anda diruangannya"


"Bisa kau tunjukkan"


Reception itu memanggil seseorang.


"Mari miss, saya antar" kata wanita lain yang menghampiri Amanda.


"Masuk" Kata Jack setelah mendengar suara ketukan pintu.


"Nona Amanda sudah datang" kata wanita yang mengantarkan Amanda tadi.


"Hmm, kau boleh pergi" kata Jack masih fokus dengan komputernya.


"Silahkan duduk" kata Jack setelah mematikan komputerntya.


"Silahkan kau baca terlebih dahulu" kata Jack menyerahkan Berkas dan bolpoin.


Mata Amanda membulat sempurna melihat deretan angka di kertas putuh ditangannya.


US$630.290 (sekitar 5,8 miliar) apa dia tidak salah lihat.


"Itu bayaran untuk Ikan dan Brand Ambasador, belum termasuk Endorse dan kontrak kerja lainnya, jika kerja sama berjalan dengan sempurna. Dan belum termasuk bayaran untuk perusahaanmu" kata Jack seolah bisa membaca pikiran Amanda.


Amanda masih tak habis pikir, perkiran awal puluhan ribu dolar, justru ratusan ribu dolar. Benar kata samuel, ini semua seperti mimpi.


Amanda menandatangani kontrak kerja itu, sebelum bangkit dan menjabat tangan Jack.


"Besok datanglah pukul delapan, pemotretan akan diadakan diruangan kantor. Semua peralatan dan MUA sudah kami siapkan. Kau hanya perlu menjaga kecantikan dan keterampilanmu"


"Baik, saya akan datang tepat waktu" kata Amanda sebelum meninggalkan ruangan Jack.


Jack kembali duduk dikursinya, dan menerima panggilan telfon dari bosnya.


"Bagai mana? Apa dia menerima kontrak kerja samanya"


"Ya, dia menerimanya tuan. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya"


"Kau tidak perlu melakukan apapun, tugasmu sudah selesai"


"Baik tuan"


...----------------...


"Hai man" sapa Axe dari sebrang panggilan.


"Hai, kenapa VC?"


"Cuman mastiin aja, lu ngak ilang" kekeh Axe.


"Apa ada yang aneh denganku" kata Amanda tang bertambah cemberut.


"Wajahmu"


"Wajahku"


"Aww... Rasanya ingin aku cubit dan ku acak acak rambutmu" kata Axe terkekeh.


Belum selesai omong kosongnya dengan Axe, tiba tiba panggilan VC dari kontak lain mengganggu obrolannya.


"Oh ya man... Manda" kata Axe menyadari sambungan VC Nya terputus.


"Good Night, Manda" sapa Samuel setelah sambungan VC tersambung.


"Night Sam"


"Ada apa"


"Aku hanya ingin bertanya mengenai kerja samamu dengan perusahaan Louis Fashion, apa aku mengganggumu"


"Tidak, kau tidak menggangguku" jawab Amanda, padahal Samuel mengganggu pembicaraannya dengan Axe.


"Dan soal kerjasama itu, aku sudah menandatangani kontrak kerja samanya. Mulai besok aku sudah bisa mulai berkerja. Dan kau tau..." Amanda sengaja menggantung ucapannya agar Samuel semakin penasaran.


"Tebakanmu salah, bukan puluhan ribu dolar yang akan kudapatkan. Tapi enam ratus tiga puluh ribu dua ratus sembilan puluh dolar (US$230.290)" kata Amanda yang membuat Samuel melongo tak percaya.


"Kau serius, aku bahkan harus berkerja selama lima tahun untuk mendapatkan gaji sebanyak itu"


"Iya, dan yang lebih mengejutkan lagi, jika aku mengerjakan pekerjaanku dengan sempurna, akan ada kerja sama lain dengan cuan yang fantastis" kata Amanda berbinar.


"Entah mengapa melihatmu bahagia membuatku ikut bahagia. Aku bahkan merasa tenang saat melihat senyumanmu. Apakah aku salah jika aku berharap kau menjadi milikku" kata Samuel dalam hati.


...----------------...


Paris 08.00 AM


Seperti yang Jack katakan, semua peralatan sudah diasapkan perusahaan, begitu juga dengan MUA.


Kini Amanda sedang dirias oleh MUA terbaik dinegeri ini. Cukup tebal, tapi hasilnya tak bisa dipandang sebelah mata.


Kali ini ia akan mempromosikan gaun pesta dan gaun malam cukup terbuka yang terkesan mewah dan elegant.




Terlihat wanita itu sangat lihai berpose didepan kamera, tanpa ada keraguan sedikitpun. Bukan hanya cantik, tapi bakatnya tak bisa diragukan lagi.


Sepertinya tak salah wanita ini yang berada disini. Sebenarnya bisa saja Sky mencari model yang lebih berpengalaman atau aktrtis papan atas, tapi ia harus memastikan dugaannya.


Waktu berlalu, tak terasa jam makan siang telah tiba. "Ini, makanlah." Amanda menatap pria yang memberikan sebungkus burger dihadapannya.


"Pak Sky"


"Bagai mana, apakah ada kendala" tanya Sky basa basi. Padahal kalau boleh jujur, dari tadi Sky memantau Amanda dari jauh.


"Semuanya berjalan lancar, tidak ada kendala sama sekali" Jawab amanda agak kaku.


"Tidak perlu kaku seperti itu, lagi pula aku bukan monster yang akan memakanmu"


Kata Sky yang diiringi senyum candaan.


"Makanlah, sebentar lagi minumannya akan datang"


"Emm, anda sendiri tidak makan" kata Amanda hati hati, agar Sky tidak tersinggung akan ucapannya.


"Nanti makananku akan datang, tidak masalah kau makan terlebih dahulu" kata Sky yang bisa membaca pikiran Amanda. Hingga Amanda berpikir, Apakah semua orang disini Bisa membaca pikiran orang lain? Kemaren Pak Jack, sekarang Pak Sky? Sungguh aneh tapi Nyata