
"Permisi Pak Presdir, Nona. Ini pesanan anda Pak" kata seoarang wanita membawakan sebungkus burger berukuran Jumbo dan Dua kaleng cola.
"Kau boleh pergi" Kata Sky setelah karyawannya menaruh pesanannya dimeja.
"Uhuk... Uhuk" entah bagai mana Amanda tersedak. Sky buru buru membuka kaleng Cola dan meminumkannya.
"Maaf" kata Sky setelah meminumkan cola, memang kurang sopan jika orang asing melakukannya. Tapi keadaan barusan benar benar mendesak.
"Eh liat deh, pak Sky bantuin Amanda Jenner minum. Andai aja gue yang disitu" kata Ines salah satu karyawan kantor ini yang tengah menjadikan Sky bahan pembicaraan.
"Emang cantik sih, dan kecantikan gue ngak ada apa apanya sama dia. Kayaknya gue harus lupain pak Sky" kata Irene yang juga diam diam suka pada bosnya.
"Iya lo harus lupain pak Sky, karena gue yang bakal jadi nyonya Louis" kata Celsie dengan penuuh percaya dirinya .
"Bangun woi, siang bolong gini masih juga mimpi" Kata Ines dan Irene kompak.
...----------------...
"Untung gue ngak terlambat" Kata Sofie menatap jam tangangannya.
Kaki jenjangnya memasuki sebuah cafe ternama dikota ini. Ia memutar pandangan untuk mencari orang yang akan ia temui. Hingga pandangannya tertuju pada sosok pria dan wanita yang sedang bermesraan. "Andreas, dia bersama wanita lain, apa dia mengkhianati kakakku" ucap Sofie dalam hati.
Baru beberapa langkah Sofia mengayunkan kakinya untuk mendekati meja Andreas. Tiba tiba terdengar seseorang memanggil namanya dan membuatnya menoleh kesumber suara.
"Miss Sofie" panggil orang itu sambil mengangkat tangannya.
Karena merasa dipanggil, Sofia terpaksa berbalik dan berjalan menuju arah yang berlawanan.
"Maaf tuan Amsel, saya telah membuat anda menunggu" kata Sofie setelah duduk dikursi bersebrangan dengan Amsel.
"Tidak masalah, lagi pula jadwalku tidak terlalu padat"
"Saya kesini ingin mengkonfirmasi kerja sama dengan anda. Saya akan menyewa anda menyanyi daalam acara ulang tahun perusahaan saya yang ke delapan belas tahun"
"Jika anda setuju silahkan baca dan tanda tangani kontrak ini"
Sofie membaca setiap baris yang tertera pada kertas ditangannya. Setelah setuju dengan upah yang dijanjikan, ia pun menandatangani kontrak itu.
"Senang berkerja sama dengan anda" kata Amsel menjabat tangan Sofie.
"Saya juga senang betkerja sama dengan anda tuan Amsel"
Amsel adalah salah satu pengusaha terkemuka di negeri ini. Yang mana perusahaannya bergerak dibidang Properti. Dan di hari ulang tahun perusahaan Ace Company yang kedelapan belas tahun ia akan mengadakan pesta besar dikantornya. Dan bukan hanya itu, ia akan mengundang salah satu Penyanyi terpopuler dinegri ini, siapa lagi kalau bukan Sofie Jenner. Adik kandung dari Amanda Jenner, sang Model terkenal, yang mulai go Internasional.
Amanda Jenner, siapa yang tak kenal dengannya. Namanya sudah meledak diberbagai media cetak maupun elektronik.
Tak sekit orang yang mengaguminya, bahkan menyatakan cintanya secara langsung. Berkat kepopuleran sang kakak, nama Sofie juga ikut terseret dan mulai bersinar.
Namun sayangnya, kusuksesan keduanya berbeda. Jika Amanda mulai meraih dunia internasional sebagai seorang model. Sedangkan sang adik Sofie baru populer dalam kawasan negaranya, sebagai seorang penyanyi.
Pertemuan dengan Amsel sudah selesai, Sofie menatap kearah meja dimana tadi tempat Andreas dan wanita itu nongkrong.
Namun sayangnya, ia tak mendapati keberadaan orang yang ia cari.
...----------------...
"Apa kau sudah mendapatkan informasi yang kuminta Jack" tanya Sky yang sudah tidak sabar.
"Apa benar dugaanku, kalau wanita itu wanita yang sama dengan wanita yang aku tiduri tempo hari"
"Benar tuan, dugaan anda tepat. Saya sudah mendapatkan beberapa bukti"
"Lalu apa alasan wanita itu masuk kekamarku"
"Anda bisa melihatnya sendiri" kata Jack memperlihatkan sebuah rekaman CCTV yang telah disimpan di Ipadnya. Terlihat seorang wanita menghubungi seseorang, dan mengatakan jika mereka menuju kamar tiga ratus empat puluh delapan. Namun setelah Amanda datang, bukan kamar tiga ratus empat puluh delapan yang ia datangi, melainkan kamar tiga ratus empat puluh sembilan, yang merupakan kamar Sky.
Sky menyerahkan kembali Ipad ditangannya. "Apa kau berpikir sama denganku" tanya Sky tanpa menatap Jack.
"Ya tuan, tapi sepertinya dia tidak tau jika anda berada dikamar itu dan sepertinya wanita itu salah kamar"
"Lalu apa menurutmu dia juga tidak mengetahui, jika akulah yang menidurinya waktu itu" kata Sky yang semakin serius.
"Sepertinya begitu, jika tidak... Tidak mungkin ia mau didekat tuan. Yang ada dia akan menjauh atau meminta pertanggung jawaban"
Sky mengangguk, membenarkan perkataan Jack yang terdengar masuk akal.
"Tapi dari hasil penelusuran yang saya lakukan, Miss Amanda tidak mencari tau siapa pria yang menghamilinya. Dan akan memutuskan untuk membesarkan anak didalam kandungannya sendirian"
"maksumu dia hamil" tanya Sky tak percaya.
"Ya, dan kehamilannya memasuki tujuh minggu"
Sky memegang kepalanya yang terasa berdenyut, seolah belum siap menerima semua kenyataan ini. Tapi inilah kosekuensinya. Ia tak bisa menyalahkan Andrew atas kejadian ini. Karena Andrew tak merancanakan semua ini. Semua ini murni ketidak sengajaan, lalu pada siapa Sky harus menyalahkan semua ini.
...----------------...
"Manda, mommy udah liat kamu di TV dan diberbagai sosial media. Bahkan temen temen mommy pada iri punya anak kaya kamu. Mom bener bener bangga sama kamu"
"Iya daddy juga bangga, bahkan tadi temen temen daddy datengin dad. Daddy kira ada apaan, ternyata pada mau jodohin anak mereka sama kamu"
"Aku juga bangga punya kakak kaya kak Amanda, berkat kepopuleran kak Amanda banyak yang iri sama aku karena punya kakak yang terkenal"
Amanda yang mendengar itu hanya bisa menampilkan senyum yang dipaksakan. "Apa kata kata itu masih bisa keluar dari mulut kalian setelah mengetahui aku hamil dengan laki laki yang tak aku ketahui identitas dan keberadaannya" ucap Amanda dalam hati.
"mom dad... Aku mau ngomong sama kak Amanda berdua dikamar" setelah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, Sofie segera masuk kekamar dan tak lupa menguncinya.
"Kamu mau ngomong apa sampai ngunci pintu gitu" tanya Amanda mengkerutkan dahi samar.
"Tadi aku ke Cafe, dan aku lihat dengan mata kelalaku sendiri kalau Andreas selingkuh sama wanita lain"
"Kakak udah tau" jawab Amanda lesu. Sebenarnya ia sudah berusaha melupakan laki laki bernama Andreas itu, tapi malah diingatkan kembali oleh sang adik.
"Hah, Kakak udah tau? Terus kalian udah putus?"
Amanda menganggukkan kepala pelan sebagai jawabannya.
"Syukurlah, aku udah bilang dari dulu kalau si Andreas itu Cassanova. Kak manda sih ngak percaya"
"Terus gimana sama karier kamu" tanya Amanda sengaja mengalihkan topik pembicaraan.
"Baik, bahkan aku ditawari kerja sama dengan salah satu perusahaan terkemuka di Kanada. Ya meskipun cuma semalam sih, tapi gajinya lumayan banget"