
Paris, 08.30 PM.
Acara utama akan dimulai tiga puluh menit lagi. Dimana model terbaik dari seluruh penjuru dunia datang untuk menunjukan bakat dan pesonanya.
Mengapa tidak, hari ini adalah kesempatan emas, dimana mereka semua akan Fashon Show didepan para pemimpin perusahaan terkemuka didunia. Yang mana perusahaan mereka yang menghadiri acara ini bergerak dibidang Fashion dan Modeling. Semua orang ingin menampilkan penampilan terbaik mereka, yang akan dikenang. Karena bisa jadi, banyak perusahaan yang akan berkerja sama dengan mereka, dan perusahaan mereka masing masing mendapatkan keuntungan juga.
Amanda menatap pantulan wajahnya dicermin, ia baru saja selesai dirias. Seseorang mengangkat tangan, memberikan kode untuk MUA yang merias Amanda untuk pergi. "Kau sangat cantik manda" puji Samuel yang kini berdiri dibelakang Amanda. Sedangkan Amanda yang dipuji hanya tersenyum getir.
"Tidak tidak, jangan begitu senyumnya. Kau lebih cantik jika tersenyum manis"
"Hai, kenapa? Kau masih ingat kejadian semalam? Bukankah kau sudah memutuskan untuk membesarkan anak ini? Dan tenang saja aku akan membantumu" kata Samuel duduk disamping Amanda.
"Apa kau yakin aku bisa membesarkan anak ini sendiri" kata Amanda menatap sendu Samuel.
Samuel tersenyum hangat dan menggenggam tangan Amanda. "Tidak, kau tidak sendiri, ada aku, aku siap membantumu kapanpun. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuanku. Aku juga tau, kau wanita kuat Amanda. Kau pasti bisa melewati semuanya. Dan aku siap membantumu kapanpun kau membutuhkan"
"Terima kasih Sam. Maksutku pak" Amanda benar benar lupa, jika pria didepannya memiliki jabatan lebih tinggi.
"Tidak usah memanggilku pak, selama kita tidak ditempat kerja dan didepan tuan Max"
kata Samuel yang dijawab anggukan kepala oleh Amanda.
"Man lu udah siap" tanya Axe yang tiba tiba datang. "Pak Samuel, anda disini"
"Emm, iya. Saya ingin memastikan tidak ada kendala sebelum Fashion Show dimulai"
Alasan yang masuk akal, tapi entah kenapa Axe sedikit ragu.
"Lima belas menit lagi acara akan dimulai. Lakukanlah semaksimal mungkin, tingkatkan percaya diri kalian, dan jangan pelit senyum. Aku harap kalian tidak mengecewakan perusahaan" Kata Samuel, dia yakin akan kemampuan Axe dan Amanda, namun ia ingin memberikan sedikit arahan agar semuanya berjalan sempurna.
"Tanpa kau perintah, aku akan melakukannya pak. Kita akan tampil semaksimal mungkin, bukan begitu Amanda" tanya Axe yang dijawab anggukan kepala oleh Amanda.
Tak terasa waktu lima belas menit telah berlalu. Para tamu penting telah duduk dikursi masing masing. Terlihat seorang Pembawa acara tengah berdiri diatas panggung megah itu, menyambut para tamu yang datang.
"Baiklah semuanya, tanpa membuang waktu lebih lama lagi kita mulai acaranya" kata Pembawa acara sebelum menepi.
"Ladies tunjukan pesonamu" kata pembawa acara yang berdiri didekat akses naik panggung.
"Miss Nathali Adaline" kata pembawa acara setelah seorang peragawati membisikkan namanya.
Terlihat wanita berkulit putih kecoklatan dengan rambut coklat blow-dry dengan kuku indah khas wanita Italy , dan mengenakan gaun berwarna putih terbuka.
Dia berjalan menyusuri panggung dengan gaya elegant seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia wanita berkelas.
Dan suara tepuk tangan juga cahaya camera mengiringi peragawati asal Italy.
"Miss Belinda Asmara"
Terlihat Peragawati berikutnya yang juga menyusuri panggung. Rambut hitam, hidung tidak terlalu mancung, kulit kuning langsat, manik hitam, dan tidak terlalu tinggi khas wanita Indonesia.
Peragawati yang mengenakan gaun berwarna yellow selutut itu berjalan dengan penuh percaya diri. Seolah ingin menunjukkan pada dunia, bahwa cantik itu tidak harus berkulit putih dan mancung. Karena orang yang tidak terlalu tinggi, dan tidak putih juga bisa terlihat cantik.
...A Few moments Later...
"Dan yang terakhir (kata gori peragawati) Miss Amanda Jenner"
Terlihat wanita Cantik berbalut gaun hitam tidak terlalu terbuka menyusuri panggung. Dengan senyum manisnya, ia menyapa para tamu. Terlihat benar benar menawan, sampai tak ada satupun tangan yang tak bertepuk.
Sebelum acara berakhir sky bangkit dari tempak duduk dan pergi. Melihat bosnya pergi, Jack terpaksa mengikuti langkah bosnya.
"Man tunjukan pesonamu" kata pembawa acara yang masih setia berdiri ditempat.
"Tuan kau mau kemana? Acara belum selesai" tanya Jack pada tuannya.
"Aku tidak kemana mana, aku ingin bertemu dengan pemilik perusahaan tempat wanita barusan berkerja"
"Wanita barusan?"
"Siapa tadi namanya? Kalau tidak salah Amanda... Amanda Jenner"
"Apa anda akan mengajaknya kerja sama?"
"Ya, tapi bukan hanya itu" kata Sky menggantung perkataannya, yang membuat Jack semakin penasaran.
"Mungkin terdengar aneh, tapi aku merasa wanita yang aku tiduri waktu itu adalah Amanda Jenner"
"Bagai mana anda tau"
"Dari manik matanya, manik mata setiap orang berbeda beda. Meskipun waktu itu aku mabuk dan ruangan gelap, Aku masih bisa mengenali manik matanya"
"Aku akan mengajaknya kerja sama terlebih dahulu, kemudian mendekatinya. Namun sementara itu, kau cari tau apa benar wanita yang ada direkaman CCTV itu benar Amanda"
"Baik tuan, saya mengerti. Tapi lebih baik saya saja yang mengajaknya bekerja sama"
"Tidak Jack, aku ingin berkenalan secara langsung juga" kata Sky yang diangguki oleh Jack.
...----------------...
"Wow Amanda, kau sangat menawan" puji Samuel, seharusnya Samuel menemani Max. Tapi ia menolak, beralasan mengehandel persiapan Fashion Show.
Amanda tersenyum simpul, "Dimana Axe? Apa dia sudah tampil?"
"Dia masih didekat panggung, mungkin sebentar lagi"
"Emm, permisi.... Apa kau presdir JJ modeling" tanya Sky basa basi. Padahal ia sudah tau presdir JJ modeling masih duduk di aula, menyaksikan pertunjukan Fashion Show.
"Tidak, saya manager JJ Modeling. Ada yang bisa saya bantu"
"Tadinya saya ingin menawarkan kerja sama dengan Miss Amanda menjadi bintang iklan dan brand Ambasador. Tapi berhubung saya belum bertemu dengan pemimpin perusahaan dan terburu buru..." kata Sky menatal Amanda dan Samuel bergantian.
"Ini kartu nama saya, silahkan hubungi jika berminat dengan tawaran saya" kata Sky berlalu setelah menyerahkan kartu namanya.
"Sky Louis" Kata Samuel membulatkan mata setelah membaca tulisan yang tertera dikartu nama bagian paling atas.
"Kenapa, apa kau mengenalnya" tanya Amanda penasaran.
"Tidak, aku tidak mengenalnya. Tapi aku pernah mendengar namanya"
"Lalu kenapa kau kaget begitu setelah membaca namanya"
"Apa kau tidak tau Man" tanya Samuel yang dijawab gelengan kepala oleh Amanda.
Samuel menarik napas kasar sebelum membuka suara. "Dia adalah salah satu pengesaha terkemuka dunia. Perusahaannya bergerak dibidang Fashion. Dimana hasil produksinya sudah mendunia, dan Mendominasi pasar busana. Bahkan para model disini memakai busana dari perusahaannya. Termasuk kau"