One Night in Paris

One Night in Paris
Bab 22 - Bertemu



..."Tapi nona, bagai mana jika anda di ganggu oleh fans fanatik anda. Saya harus menemani anda, agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi" kata Boy yang membuat Jane terdiam sesaat. Sepertinya perkataan Boy ada benarnya....


..."Baiklah, kalau begitu suruh saja orang suruhanmu untuk mengawalku. Dan kau tetap keapertemen bersama supir" Boy hendak menolak dan bersikeras untuk ikut, tapi apalah daya. Dia hanyalah asisten disini....


..."Nona, apa anda masih ungin berbelanja" tanya salah seorang yang mengawal Jane. terlihat kini dua orang berseragam hitam itu tengah kesusahan membawa kantong belanjaan Jane. Sementara Jane masih melihat lihat perhiasan paling mahal di mall ini....


..."Tentu, lagi pula uangku masih banyak. Dan uang daddyku bahkan bisa membeli semua barang di mall ini" kata Jane tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak kalung didepannya....


..."Apa kau yakin, kita beli di sini?"...


..."Ya, memangnya kenapa? Apa lebih baik kita beli cincin di toko lain yang lebih murah"...


..."Tidak, bukan itu maksudku. Aku memiliki seorang teman yang memiliki perusahaan aksesoris terbesar di dunia.Perusahaannya memiliki banyak koleksi perhiasan terkenal"...


..."Jadi?"...


..."Kalau kau mau aku bisa membelikan perhiasan limited edison dari perusahaan temanku. Kebetulan di kota ini ada cabang perusahaannya"...


...Jane yang seperti mendengar suara orang yang ia kenal, memutar pandangan kearah samping. Dan benar saja, terlihat seorang perempuan dan pria yang menjadi alasan ia terbang ke Kanada, tengah melihat lihat perhiasan yang dipajang di sini....


..."Sky, aku tidak salah lihatkan" gumam Jane menatap kearah seorang pria yang berdiri tak terlalu jauh darinya....


..."Nona, apa kau jadi membeli" tanya salah seorang karyawan toko....


..."Emm... Nanti saya kembali lagi" jawab Jane seraya melangkahkan kakinya menuju dua orang yang sedang berbincang bincang....


..."Tapi semua perhiasan di sini sangat cantik"...


..."Ya, kau memang tidak salah. Tapi kau belum melihat perhiasan dari Kirchoff Company"...


..."Aku tidak menginginkan cincin yang mahal Sky, bagiku ini sudah cukup" kata Amanda menunjuk sebuah cincin pernikahan....


..."Ehemm... Permisi" kata Jane, yang membuat dua insan yang beradu argumen itu menatap ke arah wanita berambut pirang itu....


..."Jane Meyer" kata keduanya bersamaan....


..."Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini" kata Jane sok akrab, dengan gaya bicara anggunnya....


..."Ah ya, aku sedang membeli cincin pernikahan untuk esok. Kau sendiri?"...


..."Emm aku hanya sedang melihat lihat perhiasan. Untuk menambah koleksi perhiasanku"...


..."Sejak kapan kau datang keKanada? Apakah ada kontrak dengan sebuah perusahaan?"...


..."Tidak, aku keKanada untuk mengunjungi perusahaan cabang milik daddyku"...


..."Kapan kau akan kembali?" tanya Sky yang sepertinya lupa akan keberadaan Amanda....


...Entah kenapa, melihat Jane dan Sky akrab begitu, membuat Amanda tak nyaman. Amanda yang tak ingin mendengar pembicaraan mereka, memutuskan pergi begitu saja....


..."Aku akan kembali sekitar dua sampai tiga bulan lagi. Selain menghandel perusahaan di sini, aku juga ingin menikmati liburan sekaligus kerja di Kanada. Memangnya ada apa? Apa kau tidak suka jika aku ada di Kanada?"...


..."Tidak, bukan itu maksudku"...


..."Lalu?" tanya Jane mengerutkan dahi....


..."Ini untukmu" Sky menyerahkan sebuah kartu pernikahan, yang tercetak fotonya juga Amanda....


..."Datanglah esok"...


..."Tentu, aku pasti datang" jawab Jane dengan senyum manis yang mampu membuat siapa saja diabetes. Ya, siapa saja, dalam tanda kutip, kecuali Sky....