New Sky

New Sky
Chapter 3



"Anu..."


Aku memanggil gadis berambut putih yang berdiri di atas tumpukan daging monster.


"Huh? Kau... Orang yang tadi?"


"..."


Aku dan gadis berambut putih itu saling menatap dalam diam dan kebingungan.


"...!"


Setelah saling terdiam beberapa saat ekspresinya berubah seperti menyadari sesuatu.


"Tunggu... Apa yang kau lakukan disini?!"


Ucapnya tiba-tiba.


"A- itu aku..."


"Apa kau tidak tahu tempat ini sangat berbahaya?!"


"A- i-iya aku..."


"Aku menolongmu bukan agar kau membuang nyawamu sia-sia."


"A- sebenarnya..."


"Sebenarnya...?"


Aku berhenti berbicara.


"Di belakangmu...!!! Awas!!!"


"...!"


Seekor monster melompat dari belakang gadis itu tapi gadis itu melempar pedangnya tepat menusuk matanya hingga menembus kepala makhluk itu. Gadis itu melakukannya tanpa menoleh kebelakang sedikitpun.


Aku benar-benar terkejut sekaligus terkesan dengan kemampuannya. Mercenary benar-benar orang yang sangat kuat.


"Maaf tadi aku berteriak padamu. Apa yang kau lakukan di sini? Tempat ini sangat berbahaya."


Gadis itu melompat turun dari atas tumpukan mayat monster dan berjalan menghampiriku.


"S-sebenarnya aku ingin mengembalikan ini..."


"Hmm? I-ini..."


Aku menunjukan kalung yang kutemukan sebelumnya.  Sebuah alat kecil tergantung di kalung tersebut.


"...Terimakasih banyak, aku sangat membutuhkannya. Huh... Kenapa aku tidak sadar benda ini menghilang."


"Kau sendiri apa yang kau lakukan di sini? Tempat ini terlalu berbahaya bahkan bagi seorang mercenary."


"Aku... Punya bisnis yang harus di selesaikan."


"Kau ingin menghentikan benda itu?"


"...! Dari mana kau tahu?"


"Hanya menebak."


"..."


"Aku akan ikut denganmu."


"Hah?"


Kami kembali terdiam dan bertatapan dengan bingung.


"Apa kau tahu kenapa aku menyelamatkanmu dari anjing itu?"


Tanya gadis itu padaku.


"..."


"Kalau kau ikut denganku, apa gunanya aku menyelamatkanmu?"


"A-aku..."


"Kembalilah."


"Tapi ini adalah kotaku... Aku ingin melindunginya juga."


Apasih yang aku katakan?


"Tapi apa kau memiliki kekuatan untuk melakukannya?"


"Hmm... Sebenarnya aku juga tidak mau mengorbankan nyawaku untuk hal semacam itu. Hanya saja... Mungkin aku terlalu terobsesi dengan hal-hal Anomaly ini. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidupku, aku tidak pernah sedekat ini dengan benda itu."


"Awalnya aku ingin mengajakmu tapi setelah mendengarnya sepertinya memang sebaiknya kau kembali."


Gadis itu berbalik arah dan berjalan menuju ke arah prisma hitam di kejauhan.


"T-tunggu-tunggu... Aku akan membayarmu, bagaimana? Kita dapat membuat kontrak."


"Huh..."


Gadis itu berbalik lagi dan menghadap ke arahku.


"Dengar ya... Ini bukan candaan, orang-orang mati tanpa terkecuali!"


"Aku tahu..."


Ucapku dengan suara pelan.


"Hanya saja... Benda ini sudah menyiksaku selama bertahun-tahun. Mereka telah merenggut kehidupanku. Aku ingin mengungkap kebenaran dibalik semua ini."


*Uhuk*


Aku memuntahkan darah dari mulutku. Efek dari radiasinya kembali terasa, kini dadaku terasa sangat sakit.


"...Aku terkejut kau bisa menahan radiasinya. Orang biasa mungkin akan mati atau bermutasi dalam 10 detik setelah memasuki pusat outbreak. Ini... Pakailah, kau memiliki imun yang tinggi tapi kau tetaplah manusia biasa."


Tubuhku terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya, rasa sakitnya juga sudah mulai menghilang.


"Topeng itu dapat melindungimu dari radiasi, walau sebenarnya radiasi iti tidak menyebar lewat udara. Jangan tanya aku bagaimana cara kerja benda itu, aku juga kurang paham."


"Bagaimana dengamu?"


"Sejujurnya aku ridak perlu benda itu, mereka hanya pajangan. Ini... Ambilah."


"...?"


Gadis itu memberikan sebuah pistol dengan corak yang aneh kepadaku.


"Kau perlu senjata untuk melindungi dirimu sendiri."


"T-tunggu... Apa ini artinya?"


"Huh... Aku tidak sepenuhnya setuju, tapi kalau kau sampai kenapa-kenapa aku tidak akan menyelamatkanmu. Akan kutunjukan seberapa berbahayanya benda yang kau kejar-kejar ini."


"..."


"Kau sangat terobsesi dengan benda ini kan? Kalau begitu beritahu aku seberapa banyak yang kau tahu tentang tingkatan monster anomaly."


"Umm... Setahuku kalau tidak salah mereka memiliki beberapa kelas dengan kelas S sebagai tingkatan tertinggi."


"...Kita cari tempat yang aman, akan kujelaskan semuanya."


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, kami dengan berhati-hati memasuki sebuah reruntuhan bangunan. Setelah gadis itu mengamankan tempat itu, kami melanjutkan perbincangan kami.


"Monster yang tercipta akibat radiasi anomaly atau infeksi wabah memiliki tujuh tingkatan kelas dimulai dari kelas F yang paling terendah. Kelas-kelas ini melambangkan tingkatan evolusi mereka dan energi yang mereka tampung. Semakin banyak energi yang mereka miliki maka kelasnya akan semakin tinggi. Kelas F merupakan evolusi pertama, tingkat yang paling dasar. Contohnya adalah pria yang ingin menyerangmu dan teman anjingnya."


"T-tunggu... Monster sebesar itu merupakan kelas terendah?"


"Ukuran tidak melambangkan kelas, melainkan tingkat dan jumlah energi yang mereka miliki. Selanjutnya monster raksasa yang belum lama ini kubunuh... Ia adalah kelas E karena makhluk itu merupakan gabungan dari kelas F."


"Aku akan kembali mengucapkan hal yang sama seperti sebelumnya."


"Monster kelas E sudah tidak bisa dibunuh menggunakan besi dan benda tajam biasa, bahkan akan sulit menggunakan peluru. Biasanya diperlukan bantuan senjata berat untuk mempermudah operasinya. Sisanya kuharap kau dapat membayangkan kekuatan monster tingkatan selanjutnya."


"Tentu saja aku tidak bisa! Selisih kekuatan mereka terlalu jauh untuk peningkatan satu level."


"Kan sudah kubilang sebelumnya... Apa kau yakin ingin ikut?"


"...Aku yakin."


"Terserah kau saja. Monster kelas B ke atas bisa dibilang mustahil untuk dilawan. Diperlukan senjata khusus untuk membunuhnya dan yang paling merepotkan adalah mereka sudah memiliki kecerdasan untuk berpikir. Membuat mereka lebih mudah beradaptasi dalam segala kondisi."


"..."


Aku sudah tidak dapat membayangkan bagaimana jika monster seperti itu memiliki pemikiran sendiri.


"Tapi faktanya... Rata-rata monster kelas B memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar tapi tetap saja berbahaya. Yang terakhir adalah kelas tertinggi atau yang kau sebut dengan kelas S."


"..."


Ini dia... Yang tersulit dari semuanya.


"Kau tidak perlu khawatir tentang mereka karena bisa dibilang hampir mustahil untuk melihatnya."


"Huh?"


"Mereka hanya akan muncul disaat outbreak terjadi. Itupun hanya akan muncul satu. Satu monster kelas S dapat meratakan kota besar dalam semalam."


"Tunggu... Bukannya kita sedang berada di dalam outbreak?"


"Berarti kau sedang sial."


"..."


Kita akan mati.


"Tapi karena sejauh ini kita belum mati dan belum menemukan tanda-tanda makhluk itu... Berarti ada yang tidak beres."


"Maksudmu?"


"Entahlah... Rasanya ada yang salah. Apa mereka merubah pola serangannya lagi...?"


Gadis itu bergumam pelan kepada dirinya sendiri.


"Apa ada yang salah?"


"Tidak apa-apa. Kau tahu cara menggunakan senjata?"


"Umm... Tidak."


"Tenang saja benda ini sangat mudah digunakan. Tarik ini untuk melepas pengamannya lalu tarik pelatuknya untuk menembak."


"Bagaimana dengan pelurunya?"


"Benda ini tidak memiliki magazine, kau tidak bisa mengisi ulang pelurunya."


"..."


"Jangan pasang wajah begitu. Benda ini memiliki peluru yang tak terbatas selagi kau masih bisa membunuh lebih banyak monster."


"Aku terkejut. Tapi apa kau yakin benda ini dapat membunuh mereka? Bagaimana jika kita bertemu kelas B ke atas?"


"Kau ingat senjata khusus yang aku bilang? Benda ini termasuk salah satunya. Satu peluru dapat membunuh kelas C ke bawah dengan syarat ukuran mereka tidak terlalu besar."


"Bagaimana dengan kelas B ke atas?"


"Paling tidak dia memberikan dampak."


"Aku mulai meragukan pilihanku."


"Belum terlambat untuk kembali."


"Kau masih belum menyerah untuk mengusirku ya? Tentu saja aku tidak akan mundur."


"Terserah. Ayo pergi, kita kehabisan waktu. Semakin kita mendekat ke pusat, semakin kuat monster yang akan kita temui."


Dan dengan begitu dimulailah perjalananku untuk menyelamatkan kota tempatku tinggal, Exitium. Bersama dengan gadis misterius ini.