Mysterious Woman

Mysterious Woman
Dua Puluh Tujuh



"MANA ELEN?" Ratih berteriak dengan keras.


"Kami tidak tahu keberadaan Elen Nyonya, mereka menghilangkan jajaknya" Balas salah satu anak buah Ratih.


"Kalian semua bodoh"


"Bagaimana bisa kalian gagal melakukannya"


Ratih membanting gelas yang berada di dekatnya.


PRANG....


"Cepat cari keberadaan Elen dimana"


"Jika Tidak kalian yang akan ku bunuh"


Bagaimana bisa wanita itu bertindak dengan sangat cepat, ia sudah kehilangan beberapa langkah. Dan ini bukan saat nya untuk dia berleha-leha ratih harus segera turun langsung untuk menghancurkan Sezha. Tapi itu bukan hal yang mudah melihat orang-orang di belakang Sezha begitu cukup kuat. Jika ia gegabah bisa-bisa ia yang akan celaka.


Ini bukanlah awal kekalahan bagi Ratih, Ratih teringat akan sosok Abil, pria itu tampaknya tak terlalu banyak berpengaruh pada rencana Sezha. Ya dia bisa memanfaatkan atau memancing Abil untuk masuk keperangkatnya.


Di lain tempat Sarah tampak berpikir mengenai keadaanya. Adiknya Elen sekarang ini tidak tahu di mana letak keberadaannya, sedangkan bibi nya terlihat sibuk memikirkan rencana untuk membalas dendam. Jika ia mundur dari rencana ini sama saja ia menyia-nyiakan apa yang ia lakukan dulu.


Sarah teringat dengan David pamamnya. Ia bisa bekerja sama dengan pamannya untuk mencari tahu terlebih dahulu di mana keberadaan Elen. Jika ia sudah menemukan Elen maka rencananya akan mudah untuk di lakukan.


Jika kalian ingin mengetahui siapa sosok David maka aku akan membawa kalian pada saat Sezha menghampiri seorang pengawas saat syuting berlangsung dan dia adalah David paman dari Elen dan Sarah. David tak terlalu banyak ikut campur dan ia hanya ingin membantu sebatas menggali informasi tidak lebih dari itu.


David tahu jika ia bergabung dalam Rencana Ratih dan kedua keponakannya itu akan Membahayakan dirinya, ia sudah meminta kepada Ratih untuk berhenti melakukan itu, namaun Ratih enggan melakukannya.


Dan akhirnya David hanya diam tak banyak ikut campur. dan saat ini David juga sedang berada di luar negeri, ia dapat merasakan bagaimana aura Sezha dan tingkahnya memainkan dua peran, Setelah mendapatkan kabar mengenai penembakan itu ia langsung berangkat keluar negeri untuk menyembunyikan diri, bisa saja setelah ini giliran dia yang akan menjadi incaran.


Sarah akan meminta tolong pamannya untuk mencari keberadaan David walau kemungkinan sedikit hal itu akan terjadi, mengingat pamannya yang mulai menjauhi masalah ini.


Kini Sarah sedang berada di rumah Ratih, ia melihat bibinya yang tampak tenang beda dengan dirinya yang gelisah memikirkan adiknya.


"Bibi cepat lacak keberadaan Elen dimana mereka menyembunyikan nya" Rengek Ratih.


"KAU BISA TENANG TIDAK"!! Sarah terdiam saat mendapat bentakan dari bibinya.


"Kau pikir saat ini aku diam saja ha".


"Aku juga sedang memikirkan bagaimana cara menyelamatkan Elen".


"Aku sudah mengatakan pada kalian untuk menjauh tapi kalian sangat lambat dan payah"


"Dan sampai saat ini kalian tak ada membantu ku sedikit pun".


"Aku hanya meminta kau untuk mengambil hati Rian, namun itu tak bisa kau lakukan"


"Wanita bodoh seperti mu hanya bisa menjadi beban saja" Sarah sangat tidak terima mendengar perkataan bibinya.


Bagimana bisa bibinya mengatakan seperti itu dihadapannya, ia sudah berusaha untuk melakukannya namun targetnya sangat sulit di kendalikan, Sarah semakin merasa bahwa bibinya saat ini sudah tidak fokus untuk membalaskan dendam sesuai rencana, dia bertindak sesuka hatinya tanpa membicarakan pada Sarah ataupun Elen.


Kini Sarah mulai merasa tidak sejalan dengan bibinya yang terlalu membabi buta untuk membalas dendam.


"Kau pikir aku hanya diam saja ha!" Teriak Sarah.


"Aku juga sudah berusaha tapi kau lihat sendiri bagai mana Rian".


"Sedangkan kau tak bisa membaca gerak gerik mereka dan kini kau menyalahkan ku".


"Kau pikir kau siapa!! BOSS"


"Kita bekerja sama dan kau tak bisa menyudutkan ku karena kekalahan".


"Aku muak!!".


"Aku tak ingin lagi di sini, aku akan Fokus mencari adik ku". Mendengar kata kata yang di lontarkan oleh Sarah membuat Ratih Marah.


Ia berjalan lalu menjambak kepala gadis itu, Sarah meringis kesakitan saat Ratih menarik kepalanya dengan begitu keras.


"Katakan sekali lagi gadis jalang!!"


"Kau ingin berhenti dari semua ini".


"Omong kosong apa yang kau katakan".


"Apakah kau tak ingat dari mana kau berasal ha"


"Jika tanpa ku gadis yatim piatu seperti kau tak ada gunanya".


"Aku yang membawa mu sampai kemari dan kau harus patuh pada ku".


"Jika tidak aku akan melenyapkan mu".


"Jangan jadi pecundang seperti paman mu yang melarikan diri".


"Dasar gadis bodoh" Ratih melepaskan jambakannya dengan kasar sehingga membuat kepala Sarah berdarah akibat terbentur meja.


"Aku ingat kan pada mu untuk tak melakukan apapun jika tidak kau akan ku lenyapkan" Ratih meninggalkan Sarah.


Sarah mengutuk dirinya sendiri kenapa ia bisa terikut dalam permainan wanita itu, Ia tak menyangka wanita ini akan sejahat itu. Kini Sarah mulai merasa bahwa dirinya sebenarnya di manfaatkan oleh wanita itu untuk kepuasannya begitu juga adiknya.


Awalnya ia ingin berterima kasih Kepada Ratih karena telah membantu dan merawatnya dan adiknya saat menjadi gelandangan, Ia harus membalas budi tapi bukan dengan seperti ini caranya.


"Lihat saja aku akan melenyapkan mu, mulai saat ini semua orang akan menjadi musuh!!".


"Sehza kau telah melenyapkan adik ku".


" kau juga Rian, kau sudah mempermalukan ku".


"Dan kau Ratih, kau yang membuatku menjadi manusia penuh dendam".


"Aku akan Melenyapkan kalian semua ingat itu" Sarah mengutuk semua orang, dan saat ini ia tak akan memihak siapapun termasuk Bibinya, ia akan membalaskan dendam bagaimana pun caranya.


Terlintas di benak Sarah untuk mengkambing hitamkan Ratih, Anak buah Ratih juga akan mendengarkan perkataannya. Pertama ia akan melenyapkan Sezha dengan cara mengkambing hitam kan Ratih. Lihat saja bagaimana Sarah bertindak. Kini ia akan menuruti perkataan Ratih. Sarah yakin setelah kejadian hari ini Ratih akan mulai memasukan namanya kedaftar hitam atau orang yang tidak lagi di percaya, tapi itu tak apa.


Ia akan mengambil kembali keyakinan itu dengan berpura-pura setelah itu ia akan merencanakan sesuatu, Rencana terbesarnya adalah mencari tahu keberadaan adiknya dan membawanya pergi menjauh dari kehidupan Ratih, setelah mendapatkan adiknya ia tak perduli dengan apapun dan sebelum itu ia akan berpura-pura, Hanya ini jalan satu-satunya.


"Kau pikir aku akan diam saja"


"Tunggu saja, bagaimana aku mulai bertindak dengan sendirinya".


Sarah meninggalkan rumah bibinya dan memutuskan untuk pergi ke lokasi pemotretan, ia harus bertingkah seperti biasanya dan mengalihkan perhatian kedua kubu itu.