
Setelah selesai rapat, Rian memutuskan untuk segera menuju ke lokasi syuting, ia merasa tak enak dengan Sezha.
Tadi pagi Rian memang menyuruh Sezha untuk datang lebih dahulu ke lokasi syuting karena ada hal yang ingin ia sampaikan, namun Rian lupa kalau pagi ini ia memiliki rapat penting.
Sebelum menuju ke lokasi Syuting, Rian mengambil tasnya yang berada di ruangannya.
Namun Rian sangat terkejut saat melihat Sezha terbaring di atas kursi panjang di dalam ruangannya.
Rian menghampiri Sezha dan mencoba untuk membangunkannya, apakah ia baik-baik saja atau tidak.
"Sezha?". Panggil Rian dengan lembut.
"Eh pak Rian!". Sezha terkejut saat melihat Rian di hadapannya.
"Maaf pak saya ketiduran!". Sezha bangkit dari tidur nya dan merapikan ikat rambutnya yang sedikit berantakan.
Rian terus memandangi Sezha yang tengah memperbaikinya, Rian yang menyadari dirinya menatap Sezha dengan intens langsung mengalihkan pandangannya.
"Maaf saya terlambat menyusul mu ke lokasi syuting".
"Saya lupa kalau hari ini saya ada rapat penting". Ucap Rian kepada Sezha.
Sezha menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Kita kembali ke lokasi Syuting pak?". Tanya Sezha.
"Tidak kita akan pergi ke suatu tempat!". Balas Rian.
Rian mengendarai mobilnya menuju kesuatu tempat.
Hari ini Rian akan memastikan siapa Sezha sebenarnya, kesalahan dia yang tak meneliti latar belakang Sezha dengan baik.
Dan sekarang ia mulai merasakan keanehan itu.
Akhirnya mobil yang di kendarai Sezha dan Rian memasuki kawasan perumahan tempat tinggal Rian. Sezha terus merasa aneh saat ini kenapa Rian membawanya kemari, apakah Rian akan melakukan hal buruk padanya. Sungguh hal ini membuat Sezha sangat khawatir.
"Bapak kenapa Membawa saya kerumah bapak?"
"pak bapak mau macam-macam sama saya ya" Kini Sezha tampak ketakutan.
"tenanglah aku hanya mencoba untuk meyakinkan sesuatu " Mobil yang mereka kendarai akhirnya sampai di rumah Rian.
Rian membawa Sezha masuk kerumahnya. Namun Sezha tampaknya enggan menginjakkan kakinya di rumah itu.
Rian yang menyadari ketakutan Sezha mencoba untuk menenangkan gadis itu.
"Aku tidak memiliki niat buruk"
"masuklah lebih cepat akan lebih baik" dengan segenap kekuatan Akhirnya Sezha melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut.
Rian mempersilahkan Sezha untuk duduk di kursi tamu, dan Rian pergi kedapur untuk mengambil minum.
"Baiklah aku akan menceritakan sarah kepada mu?" Sezha sangat bingung saat ini. untuk apa Rian menceritakan tentang Sarah padanya.
"saya tidak pernah bertanya dengan bapak tentang sosok Sarah! jadi untuk apa bapak menjelaskannya".
"kamu cukup dengarkan saja".
"Saya dan Sarah tidak memiliki hubungan apapun, seperti yang kamu bayangkan saat ini".
"Saya bertemu dengan Sarah pertama kali di panti asuhan milik ibu tiri saya"
"Saya merasa kasihan dengan dirinya, dan saya juga melihat potensi dalam dirinya untuk bekerja di dunia entertaiment, jadi saya memutuskan untuk membawanya masuk kedalam dunia model"
"Namun sarah menganggap bahwa saya memiliki perasaan khusus dengannya. dan sejujurnya saya bukan orang gampang membuat hubungan baru dengan orang lain".
"Sifat sarah sangat bertolak belakang dengan waktu pertama saya temui dia, sekarang ia memiliki sifat angkuh dan ingin menguasai diri saya"
"itu sebabnya saya tidak menyukainya".
"Jadi sekarang berhenti berpikiran bahwa aku dan sarah memiliki hubungan lebih". Rian menjelaskan semuanya kepada Sezha. Kini Sezha dapat memahami kenapa Rian bersikap seperti itu dengan Sarah.
"Tapi bukan itu inti pembicaraan kita" Sezha kembali bingung dengan pernyataan yang di lontarkan Rian.
"Siapa kamu sebenarnya?" Sezha kembali menarik nafasnya dalam-dalam, ternyata bos nya masih mencurigai siapa Sezha sebenarnnya.
Apakah Sezha harus jujur saja tentang dirinya. ya memang dalam dunia kerja itu identitas diri di pelukan agar tidak meninggalkan kecurigaan yang terus berlanjut.
"Jika bapak memaksa ingin mengetahui tentang saya, maka saya akan mengatakannya. Agar bapak tidak terus-terusan menekan saya".
"waktu bapak pertama kali bertemu saya, saat itu sebenarnya saya bukanlah pelayan di cafe tersebut melainkan adik pemilik cafe tersebut".
"saya juga bukan berasal dari keluarga biasa, melainkan dari keluarga kaya sama seperti bapak, bahkan orang tua saya bisa di bilang memiliki kekayaan lebih dari bapak"
"Sejujurnya saya memang tidak menutupi apapun dari bapak" Sezha berhenti menjelaskan tentang dirinya. Ia akan menjawab jika di beri pertanyaan.
"Tapi harus ada bapak ketahui, saya tidak semisterius yang bapak bayangkan, tapi saya memiliki feeling yang cukup kuat"
"Saat saya masih sekolah dulu saya sering di bully oleh teman-teman saya karena memiliki kehidupan yang aneh saya dapat merasakan kejanggalan-kejanggalan setiap keadaan yang saya rasa cukup.aneh".
"mereka juga mengatakan bahwa saya keturunan mapia, karena gaya saya saat dulu tertutup dan bisa menebak hal yang tidak terduga".
"tak terkecuali perusahaan yang bapak jalani saat ini".
"mungkin bapak akan merasakan hal yang sama dengan saya bahwa perusahaan milik bapak saat ini di dalangin orang lain"
"saya juga merasakan hal yang sama" Balas Sezha.
Rian cukup terkejut dengan pernyataan dari Sehza, Rian sudah yakin bahwa Sezha sebenarnya bukan orang sembarangan. dan ia juga yakin Sezha memiliki lingkungan yang sulit di tebak.
"Kita memiliki perasaan yang sama dengan situasi saat ini". Balas Rian.
"Kamu boleh menjawab pertanyaan ini dengan jujur atau tidak".
"Kamu adalah adik dari Pemilik Arsena Group" Sezha terdiam saat Mengatakan hal tersebut.
Sezha tahu bahwa di dalam silsilah keluarganya yang beradaran di internet, Nama Sezha tidak tertulis di dalam daftar keluarga, alasannya adalah orang tua Sezha tidak ingin Sezha menjadi incaran seperti dulu makanya Status Sezha di sembunyikan.
"Kamu terdiam berarti kamu membenarkan perkataan saya".
"kamu tidak perlu takut hal itu. saya yakin orang tua mu menyembunyikan mu karena ada alasan tertentu".
"Baiklah kita lupakan hal tersebut, karena saya sudah mengetahui siapa kamu".
"karena kita memiliki pemikiran yang sama, dan saya juga yakin kamu mengetahui sesuatu di lingkungan saya".
"Saya ingin kamu membantu saya mencari tahu siapa dalang dari kekacauan ini".
"mengapa bapak ingin saya membantu, apakah bapak sungguh mempercayai saya" Tanya Sezha.
Dari Awal Rian tahu kalau Sezha tidak memiliki pikiran buruk dengan dirinya, Rian juga tahu bahwa Sezha merupakan gadis yang polos. Dengan ia mengajak Sehza membantunya maka Rian dapat dengan mudah mencari tahu kembali siapa Sezha sesungguhnya.
Ia sudah mengetahui bahwa Sezha merupakan salah satu anak dari Perusahaan tersebut, perusahaan yang sedang bekerja sama dengannya. Ia berhasil mencari tahu informasi tersebut dengan sendirinya. dan sumber terbesar informasi tersebut adalah Luna. Ya Rian menggali informasi dari Luna secara tidak langsung Karena Rian tahu Luna berteman dekat Dengan Sezha.
Tapi sayang ada hal yang tidak bisa di ketahui Rian dan memang di tutup Rapat oleh Sezha. Sehza juga mengetahui hal itu saat pertama kali bertemu Rian. Bahkan saat Rian belum mengenal Sosok Sezha.
Dan dari sinilah akan di mulai peteluangan mereka, dan dari sini juga Rian akan mengetahui siapa Sezha sesungguhnya apakah Sezha tetap gadis polos dan lemot yang di pikirkan orang-orang selama ini atau gadis misterius.