
"Aku sudah mencoba untuk kembali mendekatinya namun aku gagal". Ucap Sarah.
"Hanya sebatas itu kemampuan kau mendekatinya".
Pria itu tertawa.
"Kau berkata bahwa kau bisa mengatur segalanya". Timpal Pria itu kembali.
"Kau berkata sedemikian seolah-olah kau sudah berhasil menjinakkan mangsa mu". Balas Sarah.
"Coba lihat dirimu apa yang kau hasilkan sampai sekarang". Kini sarah yang membalas ejekin pria itu.
"Jika bukan karena kau aku selangkah lagi berhasil memasukan tikus ke jebakan". Balas Pria itu.
Wanita paruh baya yang menonton pertengkaran kedua keponakannya itu, hanya bisa diam ia membiarkan bagaimana kakak beradik itu menyelesaikan masalah mereka.
"Kalian tahu apa yang menjadi kegagalan kita terus-menurut". Sarah dan pria itu memandang wanita paruh baya yang sedang duduk sambil menikmati kopinya.
"Sikap angkuh kalian".
"Ingat kalian memiliki tujuan bersama, jangan jadikan tujuan ini sebagai ajang kontes untuk memperlihatkan keunggulan kalian".
"Berusahalah untuk berada di jalur yang sama". Ucap wanita paruh baya itu.
***
Sezha mendapat informasi dari Rian untuk datang ke lokasi syuting, Rian meminta Sezha untuk menginformasikan ke crew bahwa naskah drama tidak ada yang akan di ubah, Rian akan kembali menjadi sutradara jadi dia ingin semua perubahan di kembalikan keseperti semula.
Kini Sezha sudah berada di lokasi syuting, Sezha masih menunggu beberapa Crew yang belum datang, jam juga masih menunjukan pukul 08.00 pagi, Sezha terlalu cepat datang ke lokasi syuting.
Saat sedang menunggu Sezha di hampiri oleh Ucup, pria yang sangat menggilai temannya Luna.
"Hai Sezha". Sapa Ucup.
Sebenarnya nama pria ini bukan Ucup, ia memiliki nama Zian Anugrah, hanya saja orang-orang tempat ia bekerja terbiasa memanggil ia dengan ucup. Tidak tahu pasti alasan apa yang membuat memanggil dengan nama lain. Karena sudah terbiasa yang di panggil juga biasa-biasa saja dengan nama barunya itu.
"Eh ucup". Balas Sezha saat menyadari keberadaan temannya itu.
"Udah lama gak nampak ya, gue rasa sejak gue pertama kali kerja baru kali ini gue lihat lo". Ucap Sezha.
Selama Sezha bekerja dengan PH ia memang jarang melihat Ucup.
"Biasa ada urusan lain".
"Gue sama juga kaya lo, gue bukan pegawai tetap disini gue hanya pegawai kontrak juga". Ucap Ucup.
"Serius lo".
"Kata Sezha lo pegawai tetap disini". Tanya Sezha yang tak yakin bahwa Ucup merupakan pegawai amatiran sama seperti dirinya.
"Gue juga di sini masih dua bulanan, cuman gue jatuh cinta langsung dengan Luna".
"Gue berharap Luna mau jadi pacar gue". Ucap Ucup sambil memandangi naskah drama yang ia pegang.
"Lo tu playboy mana mau Luna sama lo". Timpal Sezha.
"Itu masalahnya, entah dari mana Luna tahu kalau gue playboy".
"Asal lo tahu ya Zha gue sama sekali belum pernah ngerasain bahkan jatuh cinta dan ini pertama kalinya untuk gue". Sezha tertawa mendengar ucapan Ucup.
"Gak yakin gue". Balas Sezha sambil tertawa.
"Umur lo berapa sekarang?". Tanya Ucup kepada Sezha.
"23!! Emang kenapa?". Tanya Sezha kembali.
"umur gue udah 29 tahun, dan gue udah mengabdikan diri gue selama 11 tahun Dengan orang lain". Balas Ucup.
Sezha bingung apa hubungannya pengabdian diri ucup dengan Sezha.
"Lah apa hubungannya". Tanya Sezha.
"Sakit tu orang". Ucap Sezha.
Satu persatu para Crew mulai berdatangan, para artis juga mulai berdatangan termasuk Sarah. Sezha dapat melihat sifat sarah yang terkesan angkuh. Sezha juga melihat Luna yang tampak repot memenuhi permintaan dari Sarah.
"Kaya model besar aja".
"Perasaan kayanya terkenalan lagi kak Arin". Ucap Sarah.
Sezha mencoba mencari-cari penanggung jawab dari Syuting ini, Sezha juga mencari sutradara yang menggantikan Rian. Sezha tidak tahu siapa dan bagaimana wajah orang yang menggantikan pak Rian.
Akhirnya Sezha menemukan Pak Irwan yang bertugas sebagai penanggung jawab.
"Selamat pagi pak". Ucap Sezha dengan ramah.
"Iya selamat pagi". Balas Pak Irwan.
"Saya Sezha asisten pak Rian, saya ingin menyampaikan kepada bapak bahwa perubahan yang sudah di ubah di kembalikan seperti semula, Pak Rian juga akan kembali melakukan syuting". Ucap Sezha.
"Lo ini yang merubahnya bukan saya melainkan sutradara yang sekarang, dia yang menambahkan beberapa pemain dan perubahan baik dari segi naskah maupun hal lainnya".
"Saya hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan keberhasilan setiap harinya dalam syuting". Ucap Pa Irwan.
"Jadi saya harus melapor ke siapa pak?". Tanya Sezha.
"Coba kamu tanya langsung sama sutradaranya". Balas Pak Irwan.
"Baik deh pak". Balas Sezha.
Sezha akan menunggu kedatangan sutradaranya, Sezha sangat penasaran siapa sutradara yang menggantikan pak Rian.
Hampir 15 menit menunggu akhirnya Sezha dapat bertemu dengan sutradara tersebut, Sezha dapat melihat sutradara tersebut sedang mempersiapkan proses syuting untuk hari ini.
Sezha berpikir sepertinya ia pernah bertemu dengan pria paruh baya itu, namun ia tidak tahu pasti dimana ia pertama kali bertemu dengan pria itu.
Sezha langsung menghampiri Pria itu.
"Permisi". Ucap Sezha.
"Ya ada apa?". Tanya Pria itu.
"Perkenalkan saya Sezha asisten pak Rian".
"Saya ingin menyampaikan perintah pak Rian bahwa, Segala perubahan yang sudah di buat di kembalikan seperti semula, termasuk artis figuran baik perubahan naskah". Ucap Sezha.
"Saya tidak tahu pasti apa maksud dari Rian, saya hanya menjalankan perintah dari atas bahwa beberapa bagian harus di ganti".
"Kamu bisa mengatakan kepada Rian jika ia ingin perubahan kembali seperti awal, maka ia dapat menemui ayahnya Sendiri". Ucap Sutradara itu.
"Tapi kan anda sutradaranya, bukannya sutradra yang mengatur jalan cerita". Ucap Sezha.
"Sutradara mengatur jalan cerita, atasan yang mengatur keuntungan". Sutradara itu meninggalkan Sezha yang masih bingung.
Apa yang akan Sezha katakan kepada Rian, entah kenapa Sezha merasa sangat aneh dengan semua kejadian yang ada di perusahaan ini.
Memang ini pertama kalinya Sezha bekerja di bidang hiburan, namun ia merasa bahwa ini bukan hanya sekedar syuting atau pembuatan film melainkan ada hal terselubung yang memang tidak di ketahui semua orang.
Timbul di benak Sezha, Sezha merasa bahwa ada orang yang sengaja mengatur permainan ini. Mungkin orang lain tidak menyadarinya. Namun Sezha merasa ada beberapa bagian di luar kendali.
"Aku akan menghubungi pak Rian".
Namun Sezha berpikir bahwa tidak baik Menyampaikan informasi melalui telpon, Sezha akan menyampaikan informasi tersebut secara langsung.
Sezha pergi dari lokasi syuting menuju ke kantor, Sezha yakin bahwa Rian ada di ruangannya.
Saat Sezha berjalan menuju parkiran, Sezha Melihat Elen sedang berbincang dengan seseorang, namun Sezha tidak tahu siapa orang tersebut.
Sezha tidak memperdulikan diri Elen, dia hanya berharap pria itu tidak menganggunya lagi.