
Jika kita lihat dari cerita sebelumnya, Sezha memang di gambarkan sebagai sosok yang polos. Itulah Sebabnya Kedua kakak dan orang tuanya tidak mengizinkan nya untuk melakukan apapun. Namun sayang hal ini sungguh sulit di terima.
Sezha sebenarnya adalah orang yang memegang kunci dari semua keanehan ini. Dan Sezha tidak sepolos yang di bayangkan semua orang termasuk Rian.
Bahkan Sezha juga mengetahui kehidupan Rian sebelumnya dan Sezha juga mengetahui siapa dalang dari kekacauan di perusahaan milik keluarga Rian.
Sehza mengetahui semua hal tentang Rian, dan Sikap yang di tunjuk Sezha selama ini adalah sifat palsunya.
Sezha sebenarnya gadis pintar yang memiliki insting yang kuat, ia dapat dengan mudah menebak siapa saja orang-orang yang menjadi pengkhianat di kehidupannya.
Sebenarnya dari awal Sezha bekerja Dengan Rian, Sezha sangat ingin membantu Rian untuk keluar dari masalah ini, namun Sezha tidak bisa membantunya Secara terang-terangan maka Sezha akan membiarkan Rian yang memintanya untuk di bantu.
Dan tanpa di beri tahu Rian, Sezha juga sudah mengetahui siap sosok Sarah. Namun Sezha pura-pura tidak tahu agar Rian tidak curiga dengannya.
Dan mulai saat ini ia akan membantu Rian untuk mencari dalang dari kekacauan ini, bukan membantu melainkan menunjukan siapa dalangnya sebenarnya. Rian sangat menyayangi ayahnya, itu sebabnya Sezha tidak mau Rian dan Ayahnya masuk kedalam jebakan tersebut.
"Kamu yakin ingin membantu Rian dalam mengungkapkan lintah darat di perusahaan mereka" Seno bertanya kepada adiknya itu.
Setelah sekian lama akhirnya Seno mengizinkan Sezha untuk bekerja, dan inilah pekerjaan Sezha sesungguhnya.
"Ia kak Sezha akan membantu Rian mencari tahu segalanya".
"Kakak juga merasa bahwa mereka saat ini sedang di kendalikan orang lain namun mereka tidak menyadarinya".
"Kamu harus tetap hati-hati, kakak juga sudah punya mata-mata di perusahaan mereka"
"Siapa orang itu?" Sezha penasaran siapa mata-mata Kakaknya selama ini.
"kamu tidak perlu mengetahuinya biar dia Melakukan pekerjaannya". Balas Seno.
"Apakah Elen masih terus menganggu mu?" Tanya Seno.
"ya dia terus menganggu ku dan sepertinnya dia juga tidak mencurigai diri ku, dan masih menganggap ku sama seperti dulu"
"Itu bagus! Biar dia mengetahui sesungguhnya siapa kamu sebenarnya". Balas Reno.
**
Sezha sudah berada di lokasi syuting, saat sedang menunggu Rian, Sezha tak Sengaja melihat pria yang pernah ia lihat juga sebelumnya.
Sezha menghampiri pria itu, dengan sikap polosnya.
"Selamat siang?" Tanya Sezha
"Ya selamat siang ada apa ya?" Tanya Pria itu.
"Sepertinya saya Pernah melihat anda".
"kamu pasti pernah melihat saya karena saya juga Mulai bekerja disini, mungkin kita akan sering bertemu". Balas Pria itu.
"Tidak-tidak sebelum ini saya pernah bertemu dengan anda! ah ia saya ingat dulu anda sepertinya pernah bekerja dengan seseorang" Sezha mulai terlihat mengintimidasi pria tua itu.
"Ah sepertinya kamu salah orang, saya baru ini Bekerja disini dan ini waktu pertama kali kita bertemu" Ucap Pria itu.
"Ah baiklah aku juga merasa begitu, Silahkan bekerja kembali" Sezha pergi meninggalkan pria itu, Sezha dapat melihat dari lirikan matanya bahwa pria itu langsung menghubungi seseorang.
"Hallo bu, sepertinya salah satu staff di sini Mengenali saya" Ucap Pria itu dari balik telpon.
"Bodoh bersikap lah biasa saja seolah-oleh kau Tidak mengetahui apapun" Bentak seorang Wanita dari balik telpon.
Saat Sezha asik menikmati jus jeruknya, tiba-tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Sarah. Sarah yang datang kearah Sezha dengan raut wajah yang penampilkan kebencian.
Sezha mencoba untuk bersikap tenang, dan mengembalikan mode wajahnya ke wajah polosnya itu.
"Jangan pernah dekatin Rian" Semua orang kini memperhatikan Sezha dan Sarah.
"Beri aku satu alasan untuk menjauhi Rian?"
"Dia kekasih ku dan kau tak berhak mendekati milik orang lain"
"Sayang sekali dia tidak pernah menganggap anda kekasihnya" Sezha mendekati sarah dan mencoba membisikan sesuatu.
"Aku tau niat kamu dan aku juga mengetahui siapa kamu, pergilah menjauh jika tidak ingin jebakan yang kau buat mengenai dirimu" Bisik Sezha, ia segera menjauhkan wajahnya dari wajah Sarah.
Sarah yang mendengar bisikan tersebut, menjadi emosi. Ia tak menyangka gadis berwajah polos itu berani mengintimidasinya.
Sarah pergi meninggalkan Sezha, ia harus bisa mengendalikan emosinya jika tidak ia akan kehilangan segalanya.
"Tunggu saja aku akan membalas mu". Gumam Sarah.
Luna dan Ucup yang dari tadi menonton pertengkaran 2 orang tersebut segera menghampiri Sezha.
"Wah Zha apa yang lo bisikin sama tu nenek lampir" Tanya Luna.
"Hanya ucapan semangat" Balas Sezha.
"Ya memang orang seperti itu harus di kasi semangat agar terus punya tenaga untuk menjatuhkan orang lain" Sezha dan Luna tertawa mendengar ucapan Ucup.
Saat mereka asik berbincang, terdengar suara Rian memanggil Sezha. Sezha yang merasa namanya terpanggil segera menghampiri Rian.
"Sezha ayo segera siapkan segala perlengkapan saya". Syuting pun segera di mulai dengan lancar hingga waktu Syuting selesai.
"Ya sampai sini dulu syuting kita hari ini" Rian membubarkan kegiatan Syuting hari ini.
Rian mengajak Sezha untuk keruangan mereka membahas hal-hal yang perlu mereka rencanakan.
Saat ini Rian dan Sezha duduk berhadapan dan mulai menceritakan siapa-siapa saja orang yang mereka curigai.
"Adakah yang bapak curigai selama ini" Rian mulai tampak berpikir.
Ia merasa saat ini ia hanya mencurigai Ayahnya. Namun Rian juga berpikir tidak mungkin Ayahnya ingin menghancurkan perusahaan yang sudah susah payah ia bangun.
"Sebenarnya saya mencurigai Papa saya sendiri" Mendengar jawaban Rian Sezha menarik nafas, Rian tipe orang yang tidak bisa mempercayai siapapun, tapi bukan tipe orang yang mudah curiga. Sehingga Rian dapat mudah di tipu secara sifat.
"Saya mencurigai ibu tiri bapak!! " Rian kurang percaya dengan alasan apa yang membuat Sezha beranggapan bahwa ibu tiri ada bagian dalam keanehan ini.
"Aku memang tidak menyukai ibu tiri ku, tapi bukan berarti aku mencurigai dirinya! Alasan apa kamu mengatakan bahwa Ibu tiri saya terlibat dalam hal ini?"
"Untuk menjawab pertanyaan bapak hanya perlu memahami beberapa kalimat"
"Bapak tidak menyukai ibu tiri bapak dengan alasan yang tidak jelas, sehingga bapak merasa bahwa dia baik-baik saja, hanya rasa tidak suka itu yang membuat jarak antara bapak dan wanita itu"
"sedangkan saya mencurigai dia dengan Alasan, alasan sederhananya adalah Ibu tiri bapak memiliki latar belakang yang tidak jelas"
"Dia menutupi identitas dirinya sendiri" Jelas Sezha.
Rian juga merasa seperti itu, ia tidak perduli dengan latar belakang ibu tiri nya. Tapi ketidak perduliannya itu sepertinya mulai mengancam hidupnya.