
"Beraninya gadis sialan itu mengancam diri ku"
"Tidak-tidak gadis itu tidak boleh menggagalkan rencana kita" Sarah mencoba untuk bersikap tenang.
"Apakah dia mengetahui kau siapa?" Tanya Elen.
Elen salah satu komplotan dari Sarah, mereka merupakan adik kakak yang memiliki tujuan sama untuk menjatuhkan kelurga Arsena dan Guwono.
Elen memang mencoba untuk masuk kedalam kehidupan Sezha dan mencoba untuk mengendalikan hidupnya. Namun rencana yang di lakukan Elen ternyata tercium oleh Sezha.
Sebenarnya bukan Elen yang meninggalkan Sezha melainkan Sezha yang membuat Rencana untuk membuat Elen menunjukan sifat aslinya dan ternyata Rencana itu berhasil.
5 Tahun yang lalu
"*Kalian tahuka Sezha gadis polos itu, bagaimana kalau kita menjebaknya, kita taruhan siapa yang berhasil tidur dengannya akan memenangkan taruhan kita"
"Bagaimana bisa kita melakukan hal itu, Sezha tidak mungkin percaya saja dengan kita"
"Aku punya ide bagaimana kalau kita mengajak Elen, Elen kan sama bodohnya dengan Sezha kita dapat mengerjainya bagaimana?"
"itu bisa juga!! si Elen bodoh itu akan menjebak temannya sendiri".
"Wow ini permainan luar biasa"
4 orang laki-laki itu sedang merencanakan sesuatu untuk Menjebak Sezha dengan memanfaatkan Elen. Namun Sezha mendengar Rencana mereka dengan jelas karena Sezha berada di Atap sekolah tempat mereka berkumpul.
"Rencana kalian bagus juga" ke empat laki-laki itu mengalihkan pandangan mereka kearah Sezha. mereka terkejut melihat Sezha kini berada di hadapan mereka.
"Wow Target kita datang sendiri" Ucap salah satu pria bertubuh gendut itu.
"Tenang aku bukan bermaksud menggagalkan rencana kalian namun aku akan membantu kalian" Mereka tak mengerti dengan maksud ucapan Sezha.
"kalian tidak mengerti ya?".
"Baiklah gadis polos ini ingin bertanya?"
"Berapa taruhan kalian?"
"5 juta" Jawab salah seorang pria.
"itu terlalu sedikit untuk bertaruh, aku yakin uang segitu tidak akan mampu menarik Elen untuk membantu kalian karena Elen adalah teman dekat ku" Sezha mencoba untuk memancing agar mereka mau mengatakan sesuatu.
"Hahaha kau yakin sekali? kau tahu Elen itu bukan teman yang baik, si idiot itu sebenarnya memang ingin menjebak mu, jadi kami memanfaat kan situasi itu untuk bertaruh".
"Dan kau tahu teman yang kau anggap baik itu sejujurnya, Singa yang sedang mengekor di belakang mu" Ujar salah seorang pria.
"dan itu lah yang ingin aku ketahui "
"Buat Elen bekerja sama dengan kalian, jangan sampai ia bekerja sendiri dan satu lagi aku bisa memberi kalian 5 juta untuk satu orang" mendengar ucapan Sezha, keempat pria itu tampak berpikir.
mereka juga bingung kenapa gadis polos dan terkenal idiot di sekolah mereka memiliki pikiran jahat seperti itu.
"Apa kalian menerima tawaran ku, jika pun kalian tidak menerimanya tidak masalah, aku bisa melaporkan kalian kepada pihak sekolah"
"Kau berani mengancam kami?"
"Kenapa tidak, aku juga punya hak ikut adil dalam rencana kalian"
"lakukan kerja kalian jika sudah selesai silah ka temui aku " Sezha melemparkan amplop berisi uang kearah pria itu.
"anggap saja itu uang muka untuk kalian". Sezha meninggalkan atap tersebut.
Sudah di ketahui sebuah fakta bahwa Sezha la yang merencanakan kejadian itu, Sezha menjebak Elen seolah - olah Elen mempermalukan Sezha. dan membuat *Sezha tetap di bully alasan Sezha membiarkan teman-temannya membully nya adalah agar topeng yang sudah sezha tutup selama ini tidak terbongkar
kita kembali.
Sebenarnya bukan Sarah Dan Elen dalang nya melainkan Ratih, ibu tiri Rian. Ya memang wanita baik itulah dalang semua ini.
Mereka ingin membalaskan dendam kepada keluarga Arsena dan mereka juga ingin mengendalikan perusahaan Guwono.
Mereka ingin membalaskan dendam kepada keluarga Arsena, karena keluarga Arsena berkhianat. Kalian ingatkan bahwa kakek Sezha dulu merupakan seorang mapia terbesar. Kakeknya bekerja sama Dengan keluarga Adibakra yang merupakan ayah kandung dari Ratih ibu tiri Rian, untuk menciptakan lingkungan hitam yang bisa menguntungkan mereka, namun saat lingkungan tersebut mulai besar Arsena berhenti melanjutkan pekerjaan tersebut karena ia tak ingin lagi mengambil resiko yang membahayakan keluarganya.
Karena merasa tidak terima dengan hal itu, Adibakra membunuh Arsena dan membuat kematiannya sebagai percobaan bunuh diri.
Sebenarnya Adibakra lah yang membunuh Arsena, ia tidak terima menanggung akibat sendiri akibat pasar gelap yang mereka buat.
Adibakra di tangkap dan di hukum mati atas kasus penjualan narkoba dan penyelundupan barang ilegal.
Adibakra tidak terima dengan hal itu dan memerintahkan pasukannya untuk membunuh Arsena. Adibakra tidak puas dengan kematian Arsena ia juga menyuruh seluruh keluarganya untuk menghancurkan keluarga Arsena dan menjaring perusahaan lainnya untuk jatuh kelingkungan mereka.
Inilah alasan sebenarnya mengapa Keluarga Arsena dengan Adibakra menjadi musuh sekarang.
"Kita harus mengatur posisi baru kan bibi?" Tanya Sarah kepada Ratih.
"Ya aku curiga bahwa Sezha tahu segalanya tentang kita, tidak mungkin keluarga mereka diam saja dengan semua ini".
"Mereka juga akan mencari tahu siapa pembunuh kakek nya".
"Dan sebelum itu terjadi kita harus melenyapkan Sezha, Gadis itu sudah tahu segalanya"
"Dia akan menjadi salah satu alasan kegagalan rencana kita" Ucap Ratih.
Ratih tidak menyadari bahwa Sezha sudah lama mengintai mereka. mereka terlalu fokus kepada Seno dan Guwono sehingga melupakan Sezha yang memiliki kekuatan lebih untuk membongkar kebusukan mereka.
Ratih merasa untuk saat ini mereka harus bisa melengahkan Rian dan Guwono, Serta Sezha dan keluarganya.
Jika mereka tetap melakukan rencana mereka tanpa melihat jebakan di depan maka mereka sama saja membawa jebakan mereka kedalam jebakan musuh.
Dan untuk Sezha, mereka baru menyadari bahwa gadis yang selama ini di sembunyikan keluarganya berada di hadapan mereka.
"Elen?" Panggil Ratih.
"Aku rasa kau harus berhenti untuk mengejar Sezha"
"Karena aku yakin bahwa sekarang ia sudah mengetahui siapa kamu, namun ia pura-pura".
"Aku menyarankan kamu untuk sementara ini pergilah keluar negeri kita akan membuat mereka lengah, jika kamu tidak ada maka bibi yakin Sezha saat ini akan fokus kepada Sarah di bantu Rian".
"Dan untuk kamu Sarah cobalah untuk tidak terlalu fokus pada Rian, biar kan Rian bebas bersama Sezha untuk saat ini"
"kamu cukup amati mereka dan mendengarkan apa rencana mereka"
"Sarah kamu ingat Arin?" Tanya Ratih.
"Ya aku tahu sahabat dekat Abil" Balas Sarah.
"Cobalah untuk memancing dirinya kita akan menjebak Sezha melalui Arin".
"Dan ingat cobalah untuk bersikap tenang, kita akan memfokuskan kepada Arin untuk saat Ini".
"Arin tidak memiliki keterlibatan apapun dengan kita, tapi Arin bisa kita jadikan umpan untuk memancing mereka".
"kita akan membuat mereka hilang satu persatu".
Kini mereka mulai mengatur rencana baru, yang tidak di ketahui oleh musuh. Jika mereka tetap menggunakan rencana awal itu sama saja mereka akan menyatakan kekalahan.