
"Hai Kak Arin" Sapa Sezha
"Eh Sezha tumben mampir kemari?" Tanya Arin.
"Eh Sezha bukan mampir tapi Sezha kerja disini "
"What Sezha kerja sini???" Kok kakak baru tahu ya"
"Baru mau 2 bulan Sezha disini"
"kak Arin ada pemotretan ya hari ini disini"
"Iya Dek"
"Bakalan ketemu sama model yang namanya Sarah dong".
"Kamu kenal sama dia?"
"begitulah dia tergila-gila sama bos Sezha".
"Hahha kakak juga yaki-"
"Arin ayo kemari" Sezha dan Arin langsung mengarahkan pandangan kesuara barusan.
"Lo bang Abil ngapain disini" Tanya Sezha saat melihat kehadiran Abil.
"Gak ada abang mau nemenin kak Arin dulu" Abil berjalan mendekati Sezha dan membisikan sesuatu.
"Kak Arin jadi incaran mereka" Setelah membisikan kalimat Tersebut Arin dan Abil pergi menuju studio.
Sezha hanya diam melihat abang dan calon kakak iparnya berjalan meninggalkan dirinya.
"Oke Sehza santai, kembali kemode awal"
Sezha berjalan menuju lift, disaat menunggu lift tak sengaja Sezha bersampingan dengan seorang wanita. Sezha melirik kearah wanita itu.
Ya wanita itu adalah Ratih, ibu tiri Rian.
"Selamat pagi bu" Safa Sezha dengan ramah.
"Ya selamat pagi" Balas Ratih tersenyum.
Sezha dan Ratih masuk kedalam lift yang sama.
"Mau ke lantai berapa ibu biar saya tekan tombolnya?" Sezha masih berusaha untuk bersikap biasa saja seolah-olah ia tidak mengetahui apa pun.
"Ke lantai 4"
"Wah kebetulan tujuan kita sama, perkenalkan bu saya asisten pak Rian" Ucap Sezha
"Ya saya sudah mengenal Kamu" Balas Ratih yang sedikit acuh.
Sezha tidak melanjutkan basa-basinya, ia memilih memainkan ponselnya dan sesekali juga Sezha melirik ke Arah Ratih yang sama seperti Sezha terlihat biasa saja.
Pintu Lift terbuka, Sezha dan Ratih berjalan beriringan namun tidak ada yang berbicara sama sekali. Kepala mereka sama-sama sibuk menebak-nebak isi kepala setiap lawan.
"Biar saya bukakan pintu" Sezha membukakan pintu ruangan Rian.
"Selamat pagi pak, ibu bapak ingin bertemu dengan bapak" Sezha berdiri di dekat pintu. sedangkan Ratih duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Rian.
"Kamu udah makan nak?"
"Ibu membawakan kamu makanan" Ratih membuka bekal yang berisikan makanan. Saat Ratih sedang fokus membuka makanan, Rian mengarahkan pandangannya kearah Sezha.
Sezha yang mengerti apa maksud Rian mengangkat bahunya dan menggelangkan kepalanya seolah-olah mengisyaratkan kepada Rian bahwa tidak ada apa-apa.
Rian menghampiri ibu tirinya itu.
"Kau tidak perlu repot-repot membawakan aku makanan, Aku tidak terbiasa memakan makanan dari orang lain".
"Rian walaupun kamu membenci ku, setidaknya jangan pernah berpikiran buruk tentang aku. apalagi membenciku dari hasutan orang lain".
"Aku sudah tinggal bersama dengan ayahmu selama 7 tahun, jika aku memang jahat dengan ayahmu kenapa ayah mu berkata pada mu bahwa ia bahagia dengan ku".
"Tidak mungkinkan nak kamu mepercayai kata-kata orang lain dari pada kata-kata ayahmu sendiri" Ucap Ratih kepada Rian. Ratih juga sesekali melirik kearah Sezha yang dari tadi memperhatikannya dengan wajah datar.
"aku bukan membenci mu hanya saja aku tidak suka posisi ibu ku di gantikan"
"Sezha bawa barang-barang saya, saya akan ke studio dahulu kamu dapat menyusul saya ke studio lantai 3 setelah itu kita langsung berangkat Kelokasi Syuting" Rian mendahuli Sezha.
Sebelum menyusul Rian, Sezha menghampiri Ratih yang masih dengan wajah Sendu atau wajah tersakiti.
Lalu Sezha tertawa secara pelan, yang mungkin hanya di dengar olehnya dan Ratih.
Ratih yang menyadari tingkah Sezha kepada dirinya, juga ikut merubah ekspresi wajahnyanya.
"Wow Seharusnya anda yang ikut syuting bukan Sarah".
"Karena aku merasa bahwa akting Sarah sangat payah" Ledek Sezha.
"Kau tidak tahu siapa aku jadi aku pringatkan jangan ikut campur urusan ku jika tidak ingin keluarga mu menanggung akibat". Sezha tidak takut mendengar ancaman tersebut.
"Ya memang benar aku tidak mengetahui siapa kamu, tapi aku tahu rencana kamu". Sezha berjalan kearah Meja Rian untuk mengambil Tas Bosnya itu
"Ingat satu hal, Berusahalah sebaik mungkin jangan sampai jebakan yang kau buat mencelakai diri mu sendiri".
"Dan satu lagi aku peringkatkan pada mu untuk menjauhkan Elen dari hadapan ku!! Jika kau masih ingin melihat keponakan mu itu melihat mu membusuk di penjara"
Sezha meninggalkan Ratih, dan cepat cepat menyusul Rian.
Ratih yang mendapat ancaman tersebut sangat Emosi, bisa-bisanya ia di ancam oleh gadis ingusan seperti Sezha.
"Akhh..... GADIS SIALAN"
"sebelum kamu menangkapku, akan lebih baik aku melenyapkan mu sekarang" Ratih mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"jalankan rencana kalian dan bunuh gadis itu" Ratih mematikan ponselnya.
Di lain ruangan Sehza kini sudah berada di studio tempat pemotretan yang di katakan Rian. Sezha dapat melihat Sarah dan Arin.
Sezha melambaikan tangannya kearah Arin, dan Arin membalas lambaian tangan itu.
"Kamu mengenal model itu?" Tanya Rian.
"Dia teman abang saya dan sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri". Balas Sehza.
Sezha melihat Sarah yang sepertinya tidak suka melihat kedekatan Sezha dengan Rian. Wah ini kesempatan bagus untuk Sezha memanas manisin Sarah. Katakan Saja Sezha ingin memancing keributan.
"Wah pak Sepertinya kemeja bapak agak kotor biar saya bersihkan" Sezha membersihkan kemeja Rian layaknya Istri yang sedang merapikan baju suaminya. Rian yang menyadari tindakan Sezha membalas perlakuan. Sezha.
"Terima kasih Sezha" Rian juga sengaja menyentuh tangan Sezha untuk membuat Sarah menjauh darinya.
"Ayo Sehza kita segera kelokasi Syuting, lokasinya kali ini cukup jauh dan Syuting akan di mulai sekitar jam 2 nanti jadi kita harus berangkat sekarang" Rian dan Sezha meninggalkan ruangan tersebut.
"Saya kaget saat kamu melakukan hal tadi" Kini Sezha dan Rian sudah berada di mobil dalam perjalanan menuju lokasi syuting. perjalanan mereka akan memakan waktu sekitar 2 jam lebih.
"Saya hanya mencoba membantu bapak, agar Sarah tidak terus mendekati bapak" Balas Sezha.
"Ya saya berterima kasih padamu"
"Saya juga merasa semenjak kehadiran kamu, Sarah tidak lagi banyak menganggu saya"
"Syukurlah pak, bapak dapat menjalani hidup dengan damai".
"Bapak saat ini sudah berumur 32 tahun, apakah bapak tidak memiliki rencana untuk menikah" Sezha sangat berani melontarkan pertanyaan tersebut. Sezha merasa bahwa dia dan Rian sudah cukup dekat saat ini.
"Saat ini saya belum ada niatan untuk menikah, dan saya merasa semua wanita yang mendekati saya hanya karena status dan harta bukan karena ketulusan" mendengar pernyataan Rian Sezha merasa sedih. Sezha juga mengalami hal yang sama kedua kakaknya juga. orang-orang mendekati mereka hanya semata-mata karena uang. Tidak ada ketulusan.
"Ya semoga bapak dapat menemui wanita yang memang bisa mencintai bapak dengan tulus" Ucap Sezha.
"Apakah kamu memiliki niat yang sama dengan wanita lain?" Rian kini bertanya pada Sehza, entah kenapa Rian ingin mengetahui apakah Sezha memiliki perasaan dengannya atau tidak.
"Untuk apa saya memiliki niat seperti itu, Saya lahir dari keluarga kaya saya memiliki segalanya".
"Jika saya di tanya syarat apa untuk menjadikan pria sebagai kekasih saya".
"Maka saya akan mengatakan bahwa saya ingin pria yang juga tulus mencintai saya" Balas Sezha.
Kini suasana di dalam mobil menjadi sedikit canggung .
"Ah kita terlalu asik bercerita, sehingga saya lupa kalau kita harus buru-buru kelokasi syuting".