
"Kenapa kau baru pulang?" Tanya Varel yang keluar rumah untuk menghampiri Vanya
"Yang mengantarmu tadi siapa? lalu sepedamu dimana?" Tanya Varel lagi, Ia terus mengekori Vanya hingga masuk ke dalam kamarnya, tak biasanya Vanya pulang tengah malam seperti ini
"Apakah kau sudah makan? mau ku buatkan apa?" Tanya Vanya mengalihkan pembicaraan
Varel merasa ada yang tak beres, mengapa kakaknya seperti menutupi sesuatu? apakah dia kecopetan? makanya ia pulang dengan raut wajah yang sedih?
"Aku sudah membuat mie instan tadi, eumm kak, apakah sepedamu di copet? makanya kau jadi sedih seperti ini?" Tanya Varel lagi, ia memang tipikal orang yang sangat kepo, dia tidak akan pergi dari kamar vanya sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi
"Pftttt apa yang kau katakan? lagian siapa juga yang mau mengambil sepeda tua milik kakak? hahaha kamu ini ada ada saja. Sudahlah sekarang kau tidur, besok kau piket kelas bukan?" Jawab Vanya terkekeh, Memang di saat ia sedang sedih seperti ini hanya Varel yang bisa membuatnya tertawa, walaupun itu tidak disengaja
"Emmm baiklah, selamat malam kak" Ujarnya, lalu menutup kamar Vanya dan berlari menuju kamarnya. Sebenarnya Varel ingin menanyakan apakah Vanya sudah mendapatkan uang untuk membayar sekolahnya? tapi melihat keadaan Vanya tadi, Varel menjadi tidak tega dan memilih untuk mengulur waktu lagi
VANYA POV
Huftttt, skarang sepedaku masih tertinggal di cafe, lalu bagaimana aku dan Varel berangkat besok? uang ku sisa sedikit, kalau aku memesan ojek, besok dan lusa aku dan Varel tidak akan bisa makan. Oh astaga aku lupa bahwa sekarang aku tidak bekerja di Cafe itu lagii, bagaimana ini.
Ini semua gara gara guru baru itu, lagian mengapa ia harus berkata seperti itu kepada bos ku? huft mungkin besok sepulang sekolah aku harus ke cafe dan meminta maaf kepada bosku, siapa tau aku masih diizinkan bekerja disana.
NORMAL POV
Keesokan paginya, Vanya membangunkan Varel dan membuat sarapan seperti biasa, tapi bedanya hari ini mereka berangkat kesekolah pukul 05.30, karna mereka harus berjalan kaki
"Kau tak apa kan kalau hari ini kita berjalan kaki?" Tanya Vanya kepada Varel, saat ini Vanya tengah mengunci pintu rumahnya untuk segera bergegas
"Ah itu, sepedaku ketinggalan di cafe tempatku bekerja, setelah pulang sekolah nanti aku akan mengambilnya" Jawab Vanya, Varel hanya mengangguk dan lebih memilih untuk bernyanyi ria, Vanya pun kini ikut ikutan hingga tak terasa Varel sudah berada di depan sekolahnya
"Cepatlah bergegas kak, kau sudah terlambat, aku masuk dulu, daaah" Ujar Varel buru buru, karna saat ia berada di depan gerbang sekolahnya, bel tanda masuk sudah berbunyi. Sedangkan Vanya mungkin saat ini sudah terlambat, tapi ia tetap bersikukuh untuk berlari dan memohon kepada satpam sekolahnya nanti
Vanya terus berlari berharap ia sampai di sekolah tepat waktu walaupun itu mustahil, keringat di dahinya sudah bercucuran dan benar saja, saat ia melihat dari kejauhan , gerbang sekolahnya sudah tutup
"nak Vanya? kok tumben terlambat? Sepeda kamu mana?" Tanya kang jordi, satpam sekolah yang sudah sangat kenal dengan Vanya. Mengapa? karna setiap Vanya datang kesekolah, ia selalu menyapa satpam maupun guru guru yang kebetulan lewat
"Hh anu pak, sepeda saya lagi rusak, makanya saya jalan kaki" Jawab vanya ngos ngos san
"Saya boleh masuk kan pak? saya mohon" Sambungnya lagi
Kang jordi yang tak tega melihat Vanya pun menganggukan kepalanya, Ia tahu bahwa Vanya buka tipikal siswa yang suka terlambat, oleh sebab itu kali ini ia membiarkan Vanya masuk
"Tapi pelajaran sudah dimulai, kau bisa saja dihukum oleh gurumu nanti, masuklah" Ujar kang jordi membukakan gerbang untuk Vanya
"Tak apa, makasih ya pak saya ke kelas dulu, pamit Vanya, lalu segera berlari menuju kelasnya
"Huft sekarang pelajaran bahasa inggris, bu inggrit pasti tak akan memberi hukuman kepada siswanya yang terlambat, mungkin hanya di beri peringatan" Batin Vanya tenang, ia bersyukur karna jam pertama adalah pelajaran bu inggrit, guru yang dianggap sebagai malaikat kepada semua siswa
Namun semua dugaanya salah ketika ia mengetuk dan membuka pintu kelasnya, nyawanya serasa terbang menghilang dari badannya, ia lupa bahwa bu inggrit sudah pensiun kemarin dan kini digantikan oleh guru baru, guru yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan
"Ternyata kau siswa yang suka terlambat ya Vanya?" Ujar guru tersebut dari dalam kelas