
HALLOOO READERS😆
-
Maaf banget baru dapet up huee T_T
Dikarenakan author yang sibuk sama kelas onlen T_T
Tapi kali ini author bakal usahain biar up tiap hari🤗
Trus dukung cerita pertama author ini yaah ><
___________________________________________
___________________________________________
Malam ini Vanya tengah menemani sang adik yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Lalu tiba tiba saja Sean datang dengan membawa orang yang tak begitu asing di bagi vanya
"Lah pak, Mengapa bu lusy dan bapak ini bisa disini?" Tanya Vanya kepada Sean yang saat ini berkunjung ke rumah sakit dengan membawa dua orang yang pernah mempermalukan Vanya di cafe
Sedangkan dua orang yang dimaksud oleh vanya hanya menunduk tak berani menatap vanya, apalagi sean
"Mereka telah salah karna berani memperlakukan mateku dengan buruk" Jawab Sean Santai, matanya terus asik memandangi ponsel ditangannya, sedangkan kedua orang tua itu masih berdiri dengan kepala yang tertunduk
"Eh Mate? Bukanya itu pacar pak Sean? lalu mengapa kedua orang ini kesini? kan seharusnya dia datang ke rumah buk Mate untuk meminta maaf" Tanya Vanya lagi, sedangkan sean hanya terkekeh mendengarnya
"Lakukan" Perintah Sean kepada dua orang tua tersebut tanpa menjawab pertanyaan Vanya
Langsung saja kedua orang itu bersimpuh di kaki Vanya dan memohon maaf
"Maafkan saya, saya sungguh menyesal akan perbuatan saya waktu itu, saya tidak tau kalau anda calon istri dari seorang presedir, saya mohon ampunan atas kesombongan saya waktu itu" Mohon Mr. Coral, Pria tua yang telah menghina vanya saat di cafe
"Saya juga mohon ampun, karna kesombongan saya, cafe saya jadi bangkrut, mohon maafkan saya" Sambung bu lusy, yakni mantan bos vanya
Vanya sungguh tak enak hati karna kedua orang tua itu bersimpuh di kakinya, itu sangat tidak sopan karna sebesar apapun salah mereka, mereka tetap orang yang lebih tua
"Ee eeh jangan begitu, mari kita duduk saja" Printah vanya sopan, lalu mengajak kedua orang itu untuk duduk di sofa yang telah tersedia
"Drama macam apa ini" Batin Varel yang sedari tadi merasa bahwa kehadirannya tak terasa, jadi ia hanya menyimak
Lalu tanpa aba aba kedua orang itu menunduk dan memohon pamit, sungguh hal itu membuat vanya merasa sangat durhaka
"Mereka salah alamat kan pak?" Tanya Vanya menatap Sean bingung
"Panggil saya Sean" Jawab Sean ketus, lagi lagi vanya lupa kalau Sean tak suka dipanggil dengan sebutan "pak" jika di luar sekolah
"Jadi mereka buat salah sama bu mate ya?" Tanya Vanya lagi tanpa memperdulikan ucapan Sean tadi
"Nanti kau akan tahu sendiri, dan kau besok tidak boleh izin lagi, harus sekolah!" Ujar Sean ketus, lalu pergi keluar ruangan meninggalkan vanya
"Aku rasa dia sedang Pms" Gumam Vanya memandang Sean pergi hingga ia menutup pintu ruangan
"Huft, apakah hawa kehadiran ku tak terasa?" Sindir Varel kepada Vanya
"Yak! apakah kau barusan menguping pembicaraan orang dewasa?!" Omel vanya berkacak pinggang, ia baru sadar akan kehadiran adiknya
"mengapa jadi aku yang disalahkan, bukannya kalian yang berbicara di ruanganku?" Gerutu Varel yang membuat Vanya menurunkan tangannya dari pinggang
"Hehe, lupakan saja, kau tak perlu tau" Balas vanya cengengesan, ia juga tidak mengerti dengan kejadian tadi. sean bilang bahwa mereka telah melakukan kesalahan pada matenya, lalu mengapa mereka kesini?
Dan juga saat itu mereka juga memang melakukan kesalahan kepada dirinya, arghhh itu sungguh membuat otak vanya kusut seperti benang
.
Bersambung....
_____________________________
_____________________________
Maaf gaje, lagi ga konsen😞
Tapi kalau kalian baca di part 3/4 pasti kalian paham :)
jangan lupa vote dan likenya🤗