MY TEACHER IS A WEREWOLF

MY TEACHER IS A WEREWOLF
10



Karna like dan komentar kalian, author jadi semangat nih buat up lagi.. makasih yaa 🥰🥰


oiya jangan lupa sebelum baca klik tombol jempolnya oke?👍


__________________________________________


Rumah Sakit Adiwijaya


11.30 siang


"Varel, kenapa kau bisa sakit begini" Ujar vanya yang saat ini berdiri di samping varel yang terbaring lemas, entah apa yang terjadi hingga varel bisa jatuh pingsan dan dinyatakan tipes


Sedangkan Sean hanya duduk di sofa yang telah di sediakan diruangan VVIP tersebut.


Sebenarnya saat vanya baru datang tadi varel masih di tempatkan di ruangan kelas 1, namun karna Sean yang bersikeras, akhirnya Varel dipindahkan keruangan VVIP yang biayanya ditanggung oleh Sean


"Varel selama 5 hari ini bolos sekolah kak" Ujar seorang wanita yang baru saja memasuki ruangan


melihat ada tamu yang masuk, vanya, varel, dan sean sontak menatap orang tersebut


"Eh Sharel, darimana kau tahu bahwa Varel berada di rumah sakit?" Tanya vanya kepada sharel, teman sekelas adiknya


"Aku tahu dari bos nya kak" Jawabnya, lalu menaruh buah tangan di meja samping tempat tidur varel, dan segera duduk di sofa tepat di depan sean


Varel yang melihat kedatangan Sharel langsung berpura pura tidur, ia tahu bahwa Sharel akan mengadu ke kakaknya dan ia masih terlalu lelah untuk mendengar omelan sang kakak


"Dari bosnya? maksudmu?" Tanya vanya mulai curiga, lalu ia beranjak untuk ikut duduk disamping Sharel, mengabaikan sosok manusia serigala yang ada di depannya, Sean


"Varel selama 5 hari ini bolos sekolah, saat itu kebetulan aku pulang kerumah untuk mengambil buku yang tertinggal, namun saat aku ingin kembali ke sekolah, aku melihat varel bekerja menjadi kuli bangunan dekat kompleks ku, dan saat aku menanyakannya dia hanya bilang untuk tidak memberi tahu siapa siapa termasuk kakak"


Deg!


"Ah tidak mungkin, setiap pagi aku selalu memastikannya masuk kedalam sekolah" Bantah vanya mencoba menghindar dari kenyataan, ia berharap bahwa apa yang dikatakan oleh Sharel adalah kebohongan, tapi tetap saja, Vanya tahu betul siapa Sharel. dia adalah anak dari sahabat almarhum ibunya. bahkan sharel dan varel sudah berteman sejak kecil, setiap kesalahan yang dilakukan oleh varel pasti sharel akan mengadukannya ke vanya. Oleh sebab itu Varel berusaha menjaga jarak dari Sharel, tapi itu adalah hal yang mustahil, karna Sharel selalu agresif untuk terus bisa di dekat varel


"Setiap pagi dia memang datang, namun setelah apel pagi berakhir, dia tiba tiba menghilang dari sekolah" jawab Sharel lagi


Vanya berusaha menahan air matanya, lalu menatap varel yang tertidur di ranjangnya


"Pantas saja dia tipes, apakah kamu tau kenapa ia bekerja?" Tanya vanya lagi


"hmmm aku kurang tau, tapi saat di sekolah, wali kelas selalu menyuruh varel untuk segera membayar tunggakan sppnya, mungkin karna itu makanya dia bolos dan bekerja" Jelas Sharel lagi, waktu itu ia sempat menawarkan uang kepada varel, mungkin karna gengsi varel menolak tawaran sharel. Ya, varel selalu berusaha menolak pemberian sharel


deg!


mendengar hal itu sean jadi teringat dengan ucapan yang dilontarkan oleh matenya saat di perpustakaan tadi


FLASHBACK ON


Sean yang masih merasakan nyeri di tangannya kini mulai beranjak dari ruanganya, ia hendak pergi untuk membeli air minum karena sedari tadi ia harus menahan rasa haus


namun saat ia akan ke kantin, ia mencium aroma yang sangat memabukkan, ia tahu siapa pemilik dari aroma ini. Sean yang niat awalnya ingin membeli air kini berubah untuk mencari keberadaan mateya melalu aroma harum yang diciumnya


"Huaaa banyak banget lagi, aku nanti kan harus nyari kerja, uang sekolah varel harus dibayar secepatnya. Atau aku bolos aja ya, ah tidak tidak, ingat vanya, kamu disini ditanggung oleh pemerintah, jadi gaboleh buat onar, huaaaa gimanaa ini!!!!"


"Kenapa guru itu harus pindah kesini sih, kaya monster lagi"


"Ekhem" Sean tersedak mendengar vanya menyebut dirinya seperti monster. Namun saat sean menatap vanya lagi, ia mendapati vanya yang tengah mencatat, padahal tadi dia nampak sedang menatakan dagunya malas


"Kau tidak tahu bahwa aku memang seorang monster yang sudah membunuh banyak nyawa" Batin Sean miris, Ia jadi teringat dengan kenyataan bahwa ia adalah seorang manusia serigala, ia tidak sanggup untuk memberitahu vanya yang ternyata menjadi matenya, seorang manusia biasa yang menjadi mate dari serigala terkuat


Maukah vanya menerima sean nanti? dan apakah sean juga mampu menerima kenyataan bahwa matenya adalah seorang manusia biasa? itulah yang terus dipikirkan oleh sean


namun suara seseorang membuyarkan lamunanya


dan ternyata pemilik suara itu adalah muridnya, kevan


FLASHBACK END


"Jadi tadi dia mengeluh karna harus mencari pekerjaan untuk membayar spp adiknya" Batin sean, ia jadi merasa bersalah. Lagi lagi hal baru muncul di hatinya, selama ini ia tak pernah merasa bersalah karna telah membunuh banyak nyawa, tapi kini ia merasakannya, dan itu semua karna matenya, Vanya


"pak bapak?" Ujar vanya melambai lambaikan tangannya di wajah Sean


"Eh, mana gadis itu? kaget sean yang sudah tersadar dari lamunannya, dan mendapati bahwa gadis yang berkunjung tadi sudah menghilang


"ooh baru saja dia pergi" Jawab vanya


Sean menatapi Vanya lekat, padahal dia sedang berada di masa sulit, tapi ia tetap terlihat tegar, Sean menjadi kagum


"Eummm pak, saya hari ini izin ya pak, saya ga balik kesekolah lagi" Ucap vanya takut takut, biar bagaimanapun dia masih merasa bersalah karna sudah menggigit tangan gurunya


"Panggil saya sean jika berada di luar sekolah. Hmm baiklah, untuk hari ini kau boleh izin, dan hukuman tadi anggap saja saya tidak pernah memberikannya"


"Oh ya, kau butuh pekerjaan sampingan bukan? besok saya akan mencarikan pekerjaan sampingan yang berkualitas untukmu" sambung sean lagi, walaupun ia tidak yakin untuk membiarkan matenya kelelahan bekerja


Vanya yang mendengarkan ucapan sean langsung berbinar, dan dengan spontan ia langsung memeluk sean.


Kebiasaan vanya, ia akan memeluk sesorang tanpa sadar saat ia sedang merasa sangat ketakutan maupun terlalu kesenangan


"Vanya, kau tidak boleh terlalu dekat, kau akan dalam bahaya jika saya tak bisa menahannya" Ujar Sean tegang


"eh????"


_______________________________


_______________________________


Maap ya kalo ceritanya gaje T_T


tapi author bakal berusaha keras biar kalian bisa nyaman sama cerita ini, jangan lupa teken tombol jempolnya ya👍