
"Kevan! Kau melihat pak Sean?" Tanya Vanya saat jam pelajaran PKN telah usai, ia dengan segera menghampiri meja Kevan untuk bertanya tentang keberadaan pak Sean. Vanya yang duduk di bangku kedua dari belakang dan Kevan duduk di bangku ke dua dari depan.
Kevan mengernyitkan dahinya.
"Ada urusan apa mencari beliau?" Tanya Kevan penasaran
Vanya menggaruk garukkan tengkuknya canggung, setelah menelfon Kevan kemarin malam dan mengatakan bahwa dirinya tidak jadi bekerja di cafe tempat bibinya, membuat Vanya merasa tidak enak hati.
"Ah anu,, ada sesuatu yang harus aku sampaikan" Ujar Vanya pelan
Kevan mengangguk-nganggukan kepalanya paham, walaupun hatinya masih sangat penasaran, namun ia tidak mau terlalu kepo dan membuat Vanya ilfeel dengannya.
"Tadi pagi aku melihat pak Sean keluar dari ruangannya dengan membawa berkas-berkss, mungkin dia sedang pergi" Jelas Kevan. Saat Vanya ingin menjawab tiba-tiba saja guru sejarah masuk dan memberi salam, sontak Vanya berlari untuk segera duduk kembali di bangkunya.
Saat ini Vanya memang duduk sendiri dikarenakan jumlah siswa dikelasnya memang ganjil, Vanya duduk dibelakang bukan berati ia malas atau bodoh, tetapi ia tidak ingin terlalu menonjol, toh jika dia duduk dibelakang, para siswa akan jarang yang ada melihatnya.
ππππππ
ππππππ
"Vanya!'' Panggil seseorang dari belakang, vanya yang hendak masuk ke perpustakaan pun segera berbalik mencari sang pemilik suara.
"Eh bu lucy?" Ujar Vanya sambil terus memandangi bu Lucy yang berjalan ke arahnya.
"Tadi pagi pak Sean menitip pesan kepadaku" Ujar bu Lucy memberi tahu
"Ia bilang nanti sepulang sekolah kau bisa pulang dulu untuk berkemas dan makan, baru kau bisa bekerja. Dan hubungi dia jika kau sudah berada dirumahnya" Jelas Bu lucy lagi, lalu tersenyum simpul kepada Vanya
"Ahh terimakasih bu, anda sudah memberitahu saya" Respon Vanya sopan, ia sedikit membungkukkan badan untuk berterimakasih kepada bu lucy.
Bu lucy menganggukan kepalanya.
"Kau hebat, bisa bekerja sambil sekolah, jangan sampai kelelahan oke?" Ujar Bu lucy memperingati, lalu menepuk-nepuk pundak Vanya dan segera beranjak menuju ruangannya.
Vanya mengangguk dan tersenyum memandangi kepergian bu lucy. Hatinya terus bertanya-tanya kemana pak Sean pergi? mengapa saat ini ia tak kelihatan di sekolah? Vanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia segera beranjak memasuki perpustakaan yang merupakan tempat favoritnya sedari dulu.
________________________
________________________
"Halo pak, saya sudah di depan rumah bapak" Ucap Vanya yang saat ini sedang menelfon Sean.
"......................."
"Baik pak, Terimakasih" Ujar Vanya, lalu memutuskan sambungan telfonnya.
Tak lama menunggu ia langsung dihampiri oleh dua bodyguard yang sepertinya telah diperintahkan oleh Sean.
''Mari Luna, kami antar anda masuk" Ujar salah satu bodyguard tersebut dengan sopan
Vanya lagi-lagi mengernyitkan dahinya heran.
"Luna, tapi namaku Vanya" Bantah Vanya sopan kepada dua bodyguard tersebut.
Sontak saja dua bodyguard tersebut saling tatap kebingungan. Namun tak lama kemudian kedua bodyguard tersebut membungkuk hormat.
''maaf atas ketidak sopanan kami, mari kami antar anda kedalam" Ujar salah satu bodyguard tersebut, lalu berjalan mengantar Vanya menuju taman
"Ini nona, pakailah topi dan seragam ini" Ujar seorang maid membawakan setelan pakaian untuk vanya pakai bekerja di taman. Pakaianya bagus, berbeda dari pekerja kebun lainnya. Tapi Vanya tidak terlalu memusingkan hal itu, ia hanya perlu fokus bekerja.
Setelah selesai berganti pakaian, Vanya berlari dengan riang menuju ke taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah, semua pekerja yang ada disana ikut tersenyum melihat kebahagian yang terpancar di wajah calon Luna mereka.
Tapi Vanya sedikit risih karna pakaian yang ia gunakan terlalu panjang sehingga ia kesulitan untuk berjalan, tidak seperti pekerja lainnya yang menggunakan baju pekerja taman seperti umumnya.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 16. 00, Vanya masih terus asik memotongi rumput yang tumbuh dengan liar di sekitaran para bunga.
"Nona, Kau tidak boleh kelelahan, istirahatlah dulu atau aku akan dihukum oleh tuan Sean" Teriak Seorang maid yang sedari tadi mengikuti kemana vanya pergi
"Ayolah kau jangan memanggilku seperti itu, kita ini sama sama pekerja" Bantah Vanya yang risih di panggil Nona oleh orang yang lebih tua darinya, toh para pekerja lain belum istirahat, lalu mengapa dia harus istirahat duluan? itukan tidak adil?
"Ta-tapi tuan menyuruhku untuk menjagamu, kau tidak boleh kelelahan, lihatlah keringatmu yang sudah bercucuran, ayolah istirahat dulu" Rengek maid itu lagi, membuat vanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran.
"Lihat mereka, mereka juga mengeluarkan keringat sepertiku, dan itu sangat wajar karna kita sedang bekerja, aku digajih, jadi aku harus bekerja keras" Ujar vanya lagi
"Istirahatlah, aku sudah memperingatimu untuk mengikuti syaratku kan?" Ujar sesorang dengan suara tegasnnya yang khas, Semua maid dan para pekerja disana membungkukan badannya untuk memberi hormat kepada tuan mereka, Sean. Melihat hal itu Vanya pun jadi ikut-ikutan membungkukkan badannya, namun dengan cepat Sean menahannya.
"Kau tidak wajib membungkuk seperti itu vanya" Ucap Sean lagi.
Vanya menatap Sean heran, matanya memincing tajam namun terlihat sangat lucu.
"kenapa? saya juga seperti mereka, bekerja di tempat bapak" Bantah Vanya yang terus memincingkan matanya.
"ck, kau bekerja denganku bukan? kalau begitu kau harus mematuhiku" Jawab Sean tersenyum penuh kemenangan, hal itu membuat Vanya mengembungkan bibirnya kesal.
Sedari tadi Hati Sean tak henti hentinya memuji Vanya yang terlihat sangat cantik memakai baju tersebut.
"Baiklah kalian semua dengarkan saya! hari ini saya akan pergi ketempat yang jauh jadi kalian sudah boleh berhenti bekerja, Beristirahatlah!!" Teriak Sean agar semua pekerja di taman tersebut mendengarnya. para pekerja tersebut kemudian menundukan badanya hormat dan segera pergi dari taman tersebut menuju kamar mereka yang berada dilantai bawah rumah Sean. Semua pelayan yang ada memang tinggal dirumah Sean, itu karna mereka adalah werewolf yang dibawa oleh Sean dari dunianya.
Sedangkan Vanya hanya terbengong melihat isi taman yang sudah sepi, hanya tinggal dirinya dan Sean.
"Ba-bapak mau pergi kemana?" Tanya Vanya ragu-ragu.
Sean tersenyum melihat wajah Vanya yang malu-malu seperti itu, namun senyumnya tak bertahan lama karna ia terlalu gengsi jika vanya melihatnya.
"Ketempat yang tak kau tahu" Jawab Sean singkat, lalu beranjak meninggalkan Vanya yang saat ini melongo dengan ekspresi lucunya.
"Paak tunggu sayaaa" Teriak Vanya yang berlalari menghampiri Sean sambil mengangkat roknya yang kepanjangan.
Bersambung.....
________________________
________________________
Note : LunaΒ adalah pendamping Alpha alias ratu kaum werewolf. Jika Vanya dan sean menikah nanti, makan Vanya akan menjadi luna karna Sean merupakan seorang alpha.
jangan lupa dukungannya ya readers ><
Itu buat yang nanyain Pict Sean ππ