
"Hei, ini sudah jam 5 sore, apa kau tidak mau mengunjungi adikmu?" Tanya Sean yang sudah berjam-jam menunggu Vanya, sedangkan sang empunya kini masih asik melihat-lihat taman.
Vanya yang lagi bersenda gurau dengan para pekerja taman pun segera menolehkan wajahnya kepada Sean.
"Astaagaaa,,, kenapa bapak baru mengingatkan ku sekarang!! ash tidak! aku harus kesana sekarang!" Ujar Vanya terburu-buru, lalu mengambil tas sekolahnya yang ia taruh di kursi taman.
Sean menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Vanya, mengapa dia terlihat sangat lucu jika sedang gelisah seperti itu?
"Aku akan mengantarmu" Ujar Sean, lalu berjalan meninggalkan Vanya untuk mengambil kunci mobilnya.
"Paak tunggu! Aku akan tersesat jika kau meninggalkanku" Teriak Vanya dari kejauhan, Yang benar saja Sean membiarkannya mencari pintu keluar di rumah sebesar istana ini.
Sean memberhentikan langkahnya dan menunggu Vanya yang saat ini sedang berlari ke arahnya.
"Ayo pak" Ajak Vanya, lalu mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan taman dan masuk ke dalam rumah menuju pintu keluar.
Para pekerja dan maid memandangi mereka dengan penuh kagum, pasalnya selama bertahun-tahun mereka bekerja dengan Sean, baru kali ini mereka melihat tuannya membawa seorang gadis ramah seperti Vanya kerumahnya.
Satu hal penting yang harus diketahui bahwa para pelayan maupun pekerja taman yang bekerja di rumah Sean bukahlah manusia biasa. Mereka adalah werewolf terlantar yang tidak memiliki pack atau biasa disebut Rogue. Mereka adalah serigala liar yang kebanyakan suka membuat rusuh. Namun berkat jiwa kepemimpinan Sean, ia berhasil menaklukan para rogue dan mengajak mereka bergabung ke dalam packnya. Dan karna saat ini Sean berada di dunia manusia, Sean membawa beberapa anggota packnya untuk membantunya agar tidak kesusahan selama ia berada di dunia ini.
___________________________
___________________________
"Kenapa kau baru datang?" Ujar Varel ketika mendapati Vanya dan Sean masuk keruangannya.
"Aku habis mengunjungi tempat kerjaku, dan kautau? mulai besok aku akan bekerja" Jawab Vanya Girang, bahkan ia tertawa setelah memberitahu adiknya.
Mendengar hal itu Varel jadi ikut tersenyum.
"Benarkah? Tapi dimana kau bekerja?" Tanya Varel memastikan.
"Dia bekerja di tempatku, kau tak perlu mengkhawatirkannya karna aku tak akan membiarkannya kelelahan" Jawab Sean tersenyum kearah Varel, Varel pun ikut membalas senyum Sean dan membuat Vanya bergidik ngeri.
"Oh ya, tadi suster datang dan mengatakan bahwa aku sudah boleh pulang. Bolehkah aku pulang sekarang? Aku bosan berada disini, lagian tubuhku sudah kembali kuat" Rengek Varel berharap Vanya mau membawanya pulang.
Vanya menggelengkan kepalanya
"No No No, kau--
"Biarkan saja dia pulang hari ini, apa kau akan menyiksanya dengan rasa bosan? Aku bisa pastikan bahwa saat ini adikmu sudah sehat" Ujar Sean memotong ucapan Vanya.
Mata Varel seketika berbinar menatap Sean.
"Huaaa Pak Sean memang seperti malaikat penyelamatku" Girangnya, Sean hanya mengedipkan matanya sebelah untuk menanggapi.
Vanya memutar bola matanya malas.
"Sejak kapan mereka berdua akrab seperti ini?" Bati Vanya
"Baiklah, aku akan berkemas sekarang, tapi besok kau harus tetap diam dirumah. Jangan kesekolah dulu, mengerti?" Tegas Vanya kepada adiknya, lalu tersenyum manis karna Varel menganggukan kepalanya.
_______________________
_______________________
"Terimakasih banyak pak, sedari tadi aku sudah membuatmu repot'' Ucap Vanya merasa tak enak. Sean sudah berbaik hati mempekerjakannya di tempat yang indah dengan gaji yang besar, dan saat ini Sean pula yang mengantarkan Vanya dan Varel pulang kerumah. Jika dihitung-hitung, Sean sudah banyak membantu Vanya dari pertama kali mereka bertemu.
"Tak masalah, aku begini karna kau-- ah tidak, ini sudah malam dan aku harus pulang. oh ya, Varel kau bersekolah dimana?" Tanya Sean sebelum ia pergi untuk pulang.
Varel mengernyitkan dahinya, lalu tak lama kemudian ia menjawab.
"Di smp ______ pak, searah dengan sekolah kak Vanya" Jelasnya lagi
Sean mengangguk.
"Baiklah aku pamit dulu" Ucapnya, lalu berbalik menuju mobilnya dan segera melaju meninggalkan pekarangan rumah Vanya.
Vanya tersenyum melihat kepergian Sean, ada rasa sedih yang ia rasakan saat Sean tak berada disisinya. Ia tidak tau pasti dengan perasaanya, yang ia tahu adalah ia nyaman berada di dekat Sean.
"Ciee yang senyum senyum sendiri, aku yakin kau menyukai pak Sean" Ledek Varel, lalu segera berlari masuk ke kamarnya sebelum Vanya meneriakinya.
"Heeii bocah, kau tidak boleh asal simpul begitu tauuu!" Benar saja, Vanya beranjak menyusul Varel sambil berteriak.
π»π»π»π»π»π»
π»π»π»π»π»π»
Disisi Lain Sean terus mondar mandir di balkon kamarnya, tadi sang Beta memberinya kabar bahwa ia harus pulang besok malam karna lusa adalah malam bulan purnama. Pada malam bulan purnama serigala biasanya melolong sebagai tanda baktinya kepada dewi bulan.
"Ashh aku tidak yakin kalau aku bisa berjauhan dengan Vanya" Ujar Sean berbicara dengan serigalanya Marc melalui mid link
Serigalanya pun merasakan hal yang sama, jika boleh diminta ia ingin mengajak Vanya ke alamnya, namun ini masih terlalu cepat. Vanya pasti belum bisa menerima keadaan mereka, Sean dan Marc.
"Lagian kita hanya pergi 2 hari, kita harus tahan" Jawab Marc meyakinkan. Biar bagaimanapun ia adalah seorang Alpha, ia tidak mau mengecewakan semua werewolf di packnya. Lagian ia juga sudah merindukan orang tuanya.
"Baiklah jika kau berkata seperti itu'' Putus Sean. Ia sudah memutuskan untuk pergi ke dunianya besok malam.
Bersambung......
_____________________
_____________________
Halo readers!! Masih ada yang inget sama Marc? Maaf ya dia jarang muncul di dalam cerita heheπ
Marc dan Sean itu berada di dalam satu tubuh, mereka bisa bergantian sift, yang artinya Sean bisa berubah menjadi serigala kapanpun yang ia mau. Dan wujud serigalanya itu bernama Marc.
Semoga kalian paham ya ><