MY TEACHER IS A WEREWOLF

MY TEACHER IS A WEREWOLF
24



"Saat kaum vampir tau kau sedang berada di dunia manusia, mereka langsung menyerang pack ini. Serangan yang dilakukan oleh kaum vampir sangat mendadak, dan itu membuat kami semua kewalahan. Meskipun kami yang berhasil mengalahkan mereka, tapi mereka berhasil membawa Jack keluar dari penjara bawah tanah" Jelas Arthur dengan was-was, takutnya Sean lepas kendali dan menyerangnya seperti sebelum-sebelumnya.


"Ini salahku" Jawab Sean dengan suara yang dingin, kedua tangannya mencengkram erat besi pembatas balkon, kedua mata tajamnya menatap lurus ke depan dengan tatapan penuh emosi.


Arthur yang mendengar ucapan Sean tiba-tiba membulatkan matanya kaget, ini bukanlah Sean yang ia kenal, Sean yang biasanya arogant dan tak mau mengaku kesalahannya walaupun sebenarnya dia memang salah. Tapi malam ini? Ini aneh.


"Ka- kau mengaku salah?" Tanya Arthur memastikan bahwa tadi ia tidak salah dengar.


"Ya, harusnya aku tetap berada disini, harusnya aku tidak pergi ke dunia manusia, dasar badebah itu!" Geram Sean marah, setiap ia mengingat nama jack emosinya selalu saja meluap-luap.


Bangsa Vampir dan bangsa Werewolf memang sudah bermusuhan sejak lama, entah apa permasalahanya, yang pasti tujuan mereka adalah untuk menghancurkan satu sama lain, dan itulah yang saat ini terjadi antara Sean dan Jack.


"Minta semua penyihir untuk mencari keberadaan Jack!" perintah Sean menahan emosinya yang sudah meluap-luap.


"Sudah" Jawab Arthur takut-takut.


Sean langsung membalikan badanya dan berhadapan dengan Arthur. Rahangnya kini sudah mengeras, sedangkan mata orange kecoklatan khas srigalanya pun sudah nampak.


"Kemarin penyihir putih yang tak lain adalah ibu mu memberitahuku bahwa Jack saat ini berada didunia manusia" Jelas Arthur dengan suara pelan, namun masih dapat di dengar oleh Sean.


"Dan ia mengincar Matemu, walau saat ini dia belum mengetahui keberadaanya" Sambung Arthur lagi.


Deg!


"Vanya!"


_______________________________


_______________________________


"Eh? Bapak kenapa ada disini?" Tanya Vanya heran melihat Sean yang kini berdiri di depan pintunya. Tapi untuk apa dia datang se-subuh ini?


Sean tak menggubris pertanyaan yang di lontarkan oleh Vanya, justru ia langsung menangkup wajah mungil Vanya dengan kedua tangan kekarnya dan membuat sang empunya kaget hingga menyenderkan tubuhnya ke pintu yang sudah mentok di dinding.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sean dengan wajahnya yang tegang.


"Hem, jika ada pria mencurigakan yang mendekatimu segera hubungi aku, kau mengerti? usahakan jangan mendekati pria manapun sebelum aku mengizinkannya" Perintah Sean menatap Vanya dengan tatapan tajam, namun tersirat kekhawatiran didalamnnya.


Vanya lagi lagi mengerutkan keningnya heran, ada apa dengan gurunya saat ini? Kesurupan?


"Tapi bapak bukanya seorang pria? berarti aku harus menjahui bapak juga? Ujar Vanya sambil mendongak ke atas karna memang tubuh Sean yang tinggi.


Sean yang mendengarkan Vanya berkata seperti itu langsung menggertakan giginya, entah mengapa emosinya saat ini gampang sekali terpancing. Ia lalu menempelkan kedua tangannya di pintu dan membuat Vanya terkurung didalamnya.


"Aku bilang jauhi pria lain, bukan aku, Vanya" Ujar Sean dengan penuh penekanan, membuat tubuh Vanya menjadi gemetaran.


Vanya mencoba untuk melawan, meskipun ia takut melihat wajah Sean yang memerah. Ia tidak tahu ada apa dengan gurunya saat ini. Yang pasti dia tidak nyaman dengan posisinya yang dikurung oleh kedua tangan Sean. Bisa-bisa ia mati muda karna riwayat sakit jantung.


"Tapi bapak tidak ada hubunganya dengan itu, bapak harus profesional, bapak itu guru saya, bapak juga bos saya, jadi---


"Kau bukan murid ataupun karyawanku, kau adalah milikku Vanya, dan aku tidak menerima bantahan apapun" Potong Sean yang kini mendekatkan wajahnya dengan wajah Vanya, bahkan hidung mancung Sean sudah menyentuh hidung Vanya.


"Kalian berdua sedang apa?"


🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡


_____________________


_____________________


Bersambung.....


______________________


Vomentnya dong biar author tambah semangatπŸ˜€


Maaf kalau gaje atau ada typonya :)