MY TEACHER IS A WEREWOLF

MY TEACHER IS A WEREWOLF
23



"Bagaimana bisa? perasaan aku belum pernah membayarnya" Tanya Vanya heran. Tadinya ia berniat untuk mengomeli Varel karna telah berani kesekolah tanpa izin darinya. Namun niatnya hilang saat Varel mengatakan bahwa tunggakan sekolahnya telah dilunasi.


"Entahlah, guruku bilang kemarin pagi ada seorang pria bernama Andreson datang untuk melunasinya, dan guruku mengatakan bahwa pria bernama andreson itu mengaku sebagai kakak iparku" Jelas Varel mengatakan yang sejujurnya.


"Kapan kau menikah kak?" Sambung Varel lagi dan membuat pipi Vanya tiba-tiba memerah.


"yaa! kalu lihat sendiri bukan? jangankan menikah, pacar saja aku tidak punya" Jawab Vanya dengan wajah yang memerah, tapi entah kenapa ia malah memikirkan Sean.


"Ashh tidak tidak" Batin Vanya menggeleng-gelengkan kepalanya, berharap pikirannya yang aneh itu menghilang.


Varel hanya menaikan satu alisnya bingung menatap kakaknya yang bertingkah laku aneh.


"Kak? kau baik-baik saja?" Tanya Varel memastikan


"Ah iya-iya aku baik-baik saja" Jawab Vanya sadar akan tingkahnya.


"Nanti aku akan cari tau siapa yang membayar tunggakan mu, setelah itu aku akan mengganti uangnya" Sambung Vanya lagi. Lalu setelahnya ia melotot karna baru mengingat tujuannya.


"Yaaak Kenapa kau pergi ke sekolah hah? aku kan sud----


Ceklek!


Vanya menjeda omelannya karna melihat sang adik yang sudah berlari menuju kamarnya. Ia lalu menarik nafasnya panjang, dan membuangnya kasar.


"Yak varelll!!!!!" Teriak Vanya yang kini beranjak menghampiri kamar adiknya.


≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡


≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡


"Ntahlah" Jawab Sean singkat, ia terus memandangi terangnya bulan purnama dari balkon kamarnya.


20 menit yang lalu, upacara yang biasa dilakukan para werewolf untuk menyambut bulan purnama telah usai, itu cara mereka untuk menghormati sang dewi bulan yang telah memberikan mereka kehidupan sampai saat ini.


Dan kini Sean dan Arthur tengah berdiri di balkon kamar Sean untuk menanyakan hal apa saja yang Sean lalui di dunia manusia.


Dunia asal Sean, atau dunia werewolf terletak di tengah-tengah hutan lebat yang jarang manusia lewati, di tengah-tengah hutan itu terdapat sebuah perbatasan antara dunia manusia dan dunia werewolf. Namun perbatasan itu akan terlihat seperti jurang jika di mata manusia, hanya kaum werewolf yang dapat melihat perbatasan tersebut, namun bukan berati mereka dapat keluar masuk dengan bebas dari sana. Jika mereka seorang werewolf biasa, mereka akan bisa melewati perbatasan saat dimalam bulan purnama saja. Sedangkan para werewolf yang memiliki darah suci bisa bebas keluar masuk kapanpun yang mereka mau, contohnya adalah Sean dan ayahnya.


"Hem, apa dia sudah mengetahui identitasmu?" Tanya Arthur lagi, namun hanya dibalas gelengan oleh Sean.


Arthur sudah terbiasa dengan sikap dingin dan angkuh Sean, mereka berdua sudah berteman sejak mereka masih kecil. Kini Arthur sudah menemukan Matenya dan sudah melalukan proses mating dengan sempurna.


"Kau tau? si penghisap darah, jack telah berhasil lolos dari tahanan dan kabur ke dunia manusia" Ujar Arthur dengan pelan, ia sudah tahu bahwa Sean akan marah mendengarnya. Tapi bagaimana lagi, mau tidak mau Sean harus mengetahuinya karna ia adalah seorang Alpha.


"Bagaimana bisa?" Jawab Sean dengan nada dingin yang sangat menusuk, bahkan hawa dingin menyeramkan sudah terpancar di sekitar Arthur.


Arthur menelan salivanya dengan susah, ia melihat raut wajah Sean yang berubah menjadi sangat meyeramkan.


Bersambung........