My student love

My student love
Puncak



puncak


Reza dan Lisa kini telah sampai didaerah puncak, Lisa yang masih tertidur, dan Reza yang mengemudi sambil melihat-lihat hotel yang akan ditempati oleh mereka berdua.


setelah menemukan hotel yang pas untuk mereka tempati, Reza pun membangunkan Lisa, "sayang bangun kita sudah sampai" bisiknya.


Lisa yang kini telah terbangun dari tidurnya merasa bingung dengan tempat tersebut.


Lisa. : za kita dimana ko kaya tempat parkiran ! (melihat dari kaca mobil)


Reza. : ini tempat parkir hotel yang bakalan kita tempati. (sambil keluar)


Lisa. : benarkah (mengikuti keluar)


Reza. : iya, tadi kata kamu mau nginep, ya aku langsung Carikan hotel, emang kamu mau kita tidur dimobil (membawa barang belanjaan).


Lisa. : mmm .. gitu,


tanpa banyak bertanya lagi Reza pun mengajak Lisa untuk masuk ke dalam hotel dan menuju kamar mereka.


kini mereka telah berada didalam kamar hotel, Reza yang lelah menyetir kini telah terbaring dikasur, sedangkan Lisa sibuk merapikan barang bawaan mereka.


Lisa. : habis ini kini kemana..?


Reza. : tidur dulu, (tengkurap dikasur)


Lisa. : ywdah tidur aja, aku mau mandi dulu biar seger. (jalan ke kamar mandi ).


Reza yang mendengar Lisa ingin mandi, dia pun langsung terbangun dan berinisiatif untuk mandi bersama.


Reza. :sayang ikut (teriaknya dan berlari)


Lisa. : apaan coba ikut-ikut tadi katanya mau tidur sekarang mau mandi, jadi yang bener yang mana ?.


Reza. : mau mandi.. tapi sama kamu (pintanya sambil memeluk)


Lisa. : dasar mesum. (memeluk juga).


Reza dan Lisa pun akhirnya mandi bersama dan pastinya mereka pun melakukan hal intim di kamar mandi


"panggil aku mas dong sayang" pintanya.


Lisa dengan kelakuan Reza pun tak menghiraukannya namun Lisa mendengar pintanya tersebut.


setelah mandi mereka pun kini telah tertidur diatas kasur, waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam, Lisa pun terbangun.


Lisa. : mas.. aku laper ?(memeluk Reza yang masih tidur).


Reza. : mmm.. mau makan apa ? (setengah sadar)


Lisa. : mas bangun dulu ih, kita pergi keluar ayo, cari makanan. (bangun dan menarik Reza).


Reza. : iya sabar.. aku cuci muka dulu biar seger (menuju kamar mandi).


Lisa yang sudah menunggu Reza di sofa dengan cemilan ditangannya karena sudah laper bgt. Reza pun keluar dari kamar mandi.


Reza. : ayo..(mengambil kunci mobil)


Lisa yang asik dengna cemilannya tersebut mengikutinya dan berjalan disamping Reza.


_rumah makan padang_


kini mereka telah duduk di dalam rumah makan Padang dengan pakaian yang cukup tebal, " iih ampun dingin banget, padahal udah pake jaket setebal ini " lirih Lisa.


Reza yang mendengarnya pun hanya senyum " namanya juga habis hujan sayang pasti dingin, gak ujan aja dingin apalagi hujan " kata Reza yang memegang tangan Lisa agar hangat.


mereka pun melanjutkan makannya, Lisa yang sudah kedinginan pun tak kuat ingin segera kembali ke hotel.


Reza. : kamu kenapa (melihat Lisa)


Lisa. : dingin bgt.. pulang ke hotel yuk (pintanya).


Lisa. : besok aja, udah gak tahan dingin bgt tau. (langsung meluk reza).


Reza. :iya ayo kita kembali ke hotel.


Reza dan Lisa pun kembali ke hotel, setelah berada di dalam kamar Lisa pun langsung menutupi tubuhnya dengan selimut yang tebal, Reza yang melihat kelakuan Lisa pun tertawa kecil.


Lisa. : knp ketawa.. tega bgt sama aku.


Reza. : habisnya kamu udah kaya lontong aja digulung selimut gini. (sambil memeluk Lisa).


Lisa. : dingin tau, emangnya mas gak kedinginan.


Reza. : namanya juga puncak, cuaca seperti ini mah udah biasa terjadi sayang.


tak lama mereka ngobrol, mereka pun tertidur dengan pulas.


_esokknya


reza yang sudah bangun melihat ke arah Lisa yang berada disampingnya, "sayang kamu kenapa ? panas sekali badan kamu" panik.


Reza yang langsung merapikan barang bawaannya dan bersiap-siap untuk pergi dari hotel, Lisa pun digendong oleh reza menuju ke mobil nya.


"tunggu sebentar ya, aku ambil barang-barang kita dulu" menutup pintu mobil dan berlari ke dalam hotel lagi.


setelah menunggu tak lama Reza pun datang dan menaruh barang-barang di kursi belakang dan sesegera mungkin meluncur ke rumah sakit terdekat.


setibanya di rumah sakit, " suster tolong ? " teriak Reza, dan suster pun menghampirinya "ada apa pak?" kata suster, "istri saya demam tinggi" kata Reza. dan suster pun membawa kedalam ruangan untuk diperiksa oleh dokter.


tak lama setelah di periksa ternyata Lisa harus menginap di rumah sakit dulu untuk pemulihan dan menunggu demamnya turun.


karena Reza meminta ruangan vviv jadi didalam ruangan hanya ada mereka berdua,


Reza yang melihat Lisa tertidur pulas karena efek dari obat merasa tak tega.


"maaf iya gara-gara aku ajak ke puncak kamu jadi sakit kaya gini" kata Reza yang terus memegang tangan lisa.


3 jam pun berlalu dan Lisa terbangun dari tidurnya dia merasa pusing sekali dan memanggil Reza.


Lisa. : mas.. Reza..


Reza. : Lisa kamu sudah bangun ? (terbangun dari tidurnya juga)


Lisa. : kepala aku pusing, ini dimana kenapa aku diinfus mas. (nangis)


reza yang melihat Lisa nangis langsung berdiri dan memeluknya.


Reza. : gak usah nangis, kamu gpp, cuman demam biasa tapi kamu harus istirahat disini dulu sampai demamnya turun.(mengusap air mata Lisa).


Lisa. : tapi nanti pulangkan (rengekannya)


Reza. : iya pulang, kamu sabar sebentar lagi iya. (bujuknya)


Lisa pun menurut dan beristirahat lagi, selama dirumah sakit Lisa hanya berbaring di tempat tidur, dan Reza sibuk bolak-balik keluar masuk ruangan karena banyak hal yang harus diurus dengan dokter.


2 hari 1 malam


jam menunjukan pukul 10.00 pagi, Reza yang baru saja kembali dari ruangan dokter, melihat Lisa yang duduk diatas kasur dengan muka yang suntuk.


"kamu bosen ya sayang" kata Reza.


" aku mau pulang mas, aku udah ngerasa baikan ko, beneran deh " kata Lisa.


" ywdah ayo siap-siap kita pulang" ajak Reza.


Lisa pun senang dan bersiap-siap untuk pulang.


_like dan komen


jangan lupa ya say..