
Minggu pagi
dikediaman rumah Reza yang telah bersiap-siap untuk acara pernikahan, Reza dan keluarga kini sedang merias diri.
sedangkan Lisa yang baru terbangun dari tempat tidurnya, ia merasa sangat mual dan sedikit pusing, lalu pergi kerkamar mandi.
" sepertinya gw harus pergi berobat " gumam Lisa dan segera mandi.
Lisa yang telah siap untuk pergi kerdokter berusaha untuk menelpon reza, namun tidak di angkat olehnya. Lisa pun pergi dengan mengajak Rasti yang berada di kamar lantai bawah apartemen nya.
tok.. tok.. tok.. bunyi pintu
ceklek. . terbuka oleh Rasti yang masih mengantuk.
Rasti. : eeh tumben, masuk-masuk , ada apa nih pagi-pagi udah maen ke kamar gw ? ( duduk )
Lisa. : loe sibuk gak ras, anterin gw berobat yuk, kayanya badan gw kurang sehat deh (ajaknya)
Rasti. : loe sakit Lis,, ya ampun sejak kapan ?
Lisa. : baru kemaren gw ngerasa gak enaknya .
Rasti. : loe tunggu sebentar ya, gw mandi dulu.
setelah Rasti pergi mandi, Lisa pun mencoba menelpon Reza kembali namun masih tidak diangkat. lalu Rasti selesai mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke klinik terdekat.
jam 07.30 pagi
Lisa dan Rasti telah berada di klinik, dan mereka duduk untuk menunggu giliran, disela-sela Lisa menunggu, Lisa mencoba menelpo Reza .
Tring.. triing..
bunyi hp Reza yang ada di atas kasur, Reza yang sedang berada di ruangan rias tidak mengetahui jika Lisa telah menelponnya berkali-kali.
mama Reza yang tak sengaja melewati kamar Reza, mendengar bunyi hp Reza, segera dilihat siapa yang menelpon Reza, " Lisa calling " tertulis dilayar hp Reza, langsung dimatikan lah telpon dari Lisa.
" siapa Lisa ? apakan dia yang Reza maksud " gumam mamanya, lalu mengetik beberapa pesan untuk Lisa, lalu mengirimkannya.
" kita lihat , apakah dia akan sanggup melihat kenyataan " gumam mama nya dengan menatap hp Reza dengan sinis.
sedangkan di klinik
" nyonya Lisa " panggil seorang dokter dari dalam ruangan.
Lisa pun masuk ke dalam ruangan tanpa di temani Rasti, karena dia tak ingin Rasti mengetahui dengan penyakitnya nanti.
tring ... triing..
bunyi hp Lisa yang ada di tas, namun Lisa yang tengah diperiksa oleh dokter tak bisa mengambil hpnya tersebut.
setelah selesai diperiksa Lisa pun kembali duduk di kursi dengan bertanya kepada dokter, " jadi saya sakit apa dok ? " sahut Lisa.
" Anda tidak sakit Bu, selamat iya Bu, sekarang ibu telah mengandung " jelas dokter.
" apa... jadi saya hamil bukan sakit , sudah berapa Minggu kira-kira dok ? " tanya Lisa.
" untuk usia kandungan bisa di cek bulan depan dibagian dok.kandungan " jelas dok lagi.
" terima kasih ya dokter, saya permisi dulu " kata Lisa dan keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Rasti yang duduk menunggunya.
Rasti. : sudah, jadi sakit apa ?
Lisa. : aah.. oh itu, hanya kurang istirahat saja, jangan terlalu capek (jelas Lisa)
Rasti. : sekarang kita kemana lagi ?
Lisa. : sebentar gw cek hp gw dulu, tadi bunyi soalnya. kali aja dari Reza (ledeknya)
Lisa pun membuka dan membaca pesan tersebut ambil duduk di dalam mobil.
Rasti. : apa yang ditulis pak Reza ?
Lisa. : dia mengirimkan alamat rumahnya katanya datang segera, loe bisa anterin gw ke alamat ini ras ?
Rasti. : ywdah ayo, gw lagi gak ada kerjaan nih sekalikan jalan-jalan.
rasti pun melajukan mobilnya menuju alamat yang Reza kirim dengan cepat, Lisa yang duduk lemas ingin cepat sampai dan bertemu Reza.
sesampainya di alamta tersebut, terlihat jelas rumah mewah besar, namun Lisa bingung saat melihat banyak karangan bunga.
Rasti. : benar ini rumahnya Lisa.
Lisa. : bener deh ( turun dari mobil )
Rasti. : kenapa banyak sekali karangan bunga, coba gw baca ( menengok dan membaca karangan tersebut ).
Rasti dan Lisa pun sangat amat terkejut,apalagi Lisa yang sontak tergulai lemas namun ia berusaha untuk tetap bisa berdiri.
Rasti yang langsung menyanggah tubuh Lisa agar tidak jatuh, tiba-tiba ada security menghampirinya.
security. : sedang apa kalian diluar acara sudah mau dimulai cepat masuk ? (suruh nya).
Rasti. : siapa pak memangnya yang menikah ?
security. : masa kalian tidak mengenalnya, pak Reza bos saya, kalian tamu kan ( tanyanya)
Rasti dan Lisa pun sangat terkejut, namun Lisa ingin melihatnya dan memastikan, Lisa yang berjalan masuk dengan terburu-buru menuju pintu rumah Reza, dan di susul oleh Rasti yang mengejarnya.
diruangan yang amat sangat riuh namun setelah acara dimulai, para tamu yang hadir pun menyaksikan acara tersebut dengan duduk rapi tanpa kata, tiba-tiba suasana menjadi hening seketika, terlihat jelas Reza yang duduk disamping tari yang telah siap untuk ijab kabul.
air mata yang telah mengalir membasahi pipinya, Lisa telah berdiri dan melihat jelas kearah reza tanpa kata, mematung seperti batu. lalu tiba-tiba Rasti datang.
" Lisa " teriak Rasti dan berdiri di belakangnya yang cukup keras, sehingga para tamu melihat kearah suara tersebut dan menatap kearah Lisa yang berdiri di arah pintu.
Reza yang sontak mendengar nama " Lisa " tiba-tiba berdiri dan membalikkan badan untuk melihat kearah Lisa, benar saja ternyata Lisa kekasih Reza yang berdiri di rumahnya dengan memandanginya sambil menangis.
Rasti yang merasa kebingungan kenapa dengan semua, " kenapa pada ngeliatin ke sini " sahut Rasti, saat Rasti mendekati Lisa, Lisa berbalikan badannya lalu pergi lari menuju mobil Rasti yang terparkir di luar gerbang, Rasti pun mengejarnya lagi dengan cepat, karena dia khawatir akan kesehatannya.
" Lisa tungguin gw " teriak Rasti yang tengah berlari mengejarnya.
Reza yang saat itu melihat Lisa pergi, dengan cepat Reza berlari kearah Lisa yang telah menghilang dari pintu rumahnya, Reza yang terus berlari keluar dan mengejarnya sampai mobil.
Rasti dan Lisa yang telah berada di dalam mobil," cepat Rasti, nyalakan mobilnya " pinta Lisa, rastipun dengan sesegera mungkin menyalakan mobil tersebut dan melaju pergi dari rumah Reza.
saat Reza hendak menghentikan Lisa, Lisa pun telah benar-benar pergi dengan mobil tersebut.
" lisaaaaaaaa " teriak reza. yang berdiri diam melihat mobil tersebut.
" aaaaaaaaaaakh .. " teriak Reza lagi, dan berlari masuk kedalam rumah, Reza tak perduli semua orang melihat kearahnya dengan berbisik-bisik.
Reza pun pergi ke kamarnya, mengambil hp dan kunci mobilnya. saat Reza kembali mamanya menghentikna langkah Reza.
mama. : kamu mau kemana Reza ? ( teriaknya )
Reza. : apa sekarang mama sudah puas,sudah puas menghancurkan perasaan Reza, sudah puas dengan acara pernikahan ini, Reza tak mencintai tari, Reza tak bisa menikahi tari mah, apa mama mengerti perasaaan Reza ? (teriaknya dengan penuh emosi).
tanpa sadar, para tamu pun terdiam melihat ibu dan anak bertengkar dihadapan mereka.
_ like dan komen
jangan lupa ya say..