
3 hari berlalu
" bibi.. bibi .. bibi " panggil Lisa
Lisa yang tengah duduk di sofa dengan kertas yang berserakan ke lantai, dan masih menuliskan sesuatu, entah apa yang dilakukan Lisa saat ini.
" iya non, ya ampun non berantakan pisan, ini kertas kenapa bisa kaya gini, non sedang nulis apa memangnya ? " jawab bibi.
bibi yang datang menghampiri Lisa, ia terkejut dengan semua kertas yang berserakan dilantai, lalu bibi pun mengumpulkan kertas tersebut dengan cepat ia kumpulkan dan menaruhnya diatas kembali.
bibi pun duduk dan melihat Lisa yang begitu fokus dengan tulisannya, Lisa yang sudah menganggap bibi seperti temannya sendiri, jadi Lisa tidak sungkan untuk berbagi cerita tentang apa yang ingin ia lakukan sekarang.
" non sedang menulis apa sih sampai banyak kertas begini ? " tanya bibi.
" Lisa sedang buat rancangan toko kue yang mau Lisa bangun untuk berjualan, Lisa mau buka toko kue dari uang penjualan apartemen Lisa bi, Lisa bosan gak ada kerjaan , kerjaan rumah bibi semua yang ngerjain, Lisa cuman bisa ngeliatin aja, bibi sih gak ngizinin Lisa bebantu " jawab Lisa yang mengerucutkan bibir nya.
" bibi kan bekerja dirumah non dibayar, masa kerjaan bibi harus non yang ngerjain, kalau tuan dan nyonya tau, bibi bisa dipecat " jawab bibi .
" iya .. iya... iya... sekarang bibi lagi sibuk apa enggak ? " tanya Lisa
" bibi masih harus menjemur baju non, memangnya kenapa non? " jawab bibi
" ya sudah, sekarang kerjain dulu tugas bibi, dan siap-siap, 2 jam lagi kita pergi belanja kebutuhan untuk toko kue, sekalian bahan-bahan untuk membuat kuenya juga, nanti bibi jadi jurinya iya " jelas Lisa
" siap non " ledeknya.
bibi pun dengan cepat mengerjakan tugasnya, sedangkan Lisa merapikan kertas dan bergegas masuk kamar .
_ kantor Reza
Linda yang melihat bosnya sangat kusam, dan tak semangat, merasa kasihan atas apa yang terjadi waktu itu, Linda masih ingat dengan kejadian yang menimpa Reza, semua karyawan pun membicarakan baik dan buruknya tentang bosnya tersebut.
sedangkan tari yang sudah tidak bekerja di kantor Reza lagi menghilang begitu saja, mungkin ia kembali bekerja di perusahaan nya.
" pak ini dokumen nya, jam 10 nanti ada rapat " tanya Linda
" taruh saja disitu, saya mau pulang lebih awal, kamu saja yang hadir kerapat itu untuk mewakili saya disana " jawab Reza
" baiklah pak, saya kembali bekerja lagi " kata Linda .
Reza pun berdiri dan menatap kearah jendela, terlihat jelas ruwetnya jalanan, " aku harus cari kamu kemana Lisa, aku kangen sama kamu, semoga kamu baik-baik saja bersama anakku dimana pun kamu sekarang " gumamnya , terlarut dalam lamunan.
_ rumah Lisa
hampir 2 jam, bibi yang sudah siap dengan tas belanjanya, sudah berdiri di depan kamar Lisa dan menunggunya keluar.
" non masih lama " tanya bibi
" sebentar lagi, ini juga udah mau selesai " jawab Lisa
akhirnya Lisa pun keluar dengan baju yang casual dengan tas selempang kecil di tubuhnya.
" ayo bi, kita berangkat " ajak Lisa.
mereka pun berjalan keluar dan pergi menggunakan mobil Lisa yang 2 hari sudah dikirim kerumahnya dibandung.
sesampainya di toko furniture Lisa , segera memilih dan membeli ini dan itu, sedangkan bibi hanya mengikuti kemana kaki Lisa berjalan.
telah dari toko furniture, Lisa kini telah ada di sebuah pasar, lalu Lisa dan bibi masuk kedalam pasar.
" non yakin mau belanja disini,lebih baik non tunggu dimobil saja, biar bibi yang masuk " kata bibi
" udah ayo gak usah tawar menawar sama Lisa bi, mendingan bibi bantu Lisa tawar menawar sama pedagang biar murah " jawab bibi
" pantes aja bibi diajak " celoteh bibi
" kedengaran loh bibi.. " sahut Lisa
" makasih iya bang sudah dibawain " kata Lisa
" sama-sama neng " jawab abang-abang
Lisa pun menutup bagasi belakang, dan segera masuk kedalam mobil berserta bibi dan belanjaan yang lainnya.
" non, belanjaannya banyak bgt,non beneran mau buka toko kue non " tanya bibi yang sedang duduk
" beneran lah bi,biar ada Lisa punya kegiatan tapi yang menghasilkan uang tentunya buat tabungan Lisa dan anak Lisa nantinya " jawab Lisa.
flashback 2 hari lalu
uuuuek... uuuuek..
Lisa yang muntah dikamar mandi, bibi yang mendengar suara tersebut pun menghampirinya.
" non, non tidak apa-apa.. non sakit apa ? ayo kita berobat non " tanya bibi yang panik dan khawatir melihat Lisa muntah dan terkulai lemas.
" Lisa tidak apa-apa bi, Lisa cuman mual sedikit " jawab Lisa.
" apa non hamil ? " tanya bibi
saat mendengar pertanyaan bibi Lisa langsung menangis, bibi pun langsung memeluknya dan menuntunnya untuk duduk di sofa tamu.
" non, maaf sebelumnya kalau bibi lancang, tapi kenapa non pergi kebandung ? kenapa gak pergi ke pacar non ? " tanya bibi
" bibi jangan bilang-bilang sama papa mama iya bi, biar Lisa aja nanti yang jelasin kemereka bi, Lisa bingung bi harus gimana lagi, katanya dia sayang sama Lisa, cinta sama Lisa, tapi kenapa dia menikah dengan orang lain bi " jelas Lisa yang menangis dipelukan bibi.
" apa dia tau kalau non hamil anaknya " tanya bibi
Lisa hanya menggeleng.
" apakah non yakin dia menikah dengan wanita lain " tanya bibi
" Lisa melihat nya langsung bibi , dan Lisa pergi, Lisa gak bisa melihat semuanya bi, Lisa gak sanggup. " jawab Lisa yang makin terisak nangisnya begitu mengingat kejadian tersebut.
" sudah lah jangan nangis, semuanya sudah terjadi, non harus sabar, bagaimanapun sekarang non sedang hamil, jangan menyesali yang sudah terjadi, jadikan lah pelajaran untuk kedepannya, sekarang non istirahat lah " jelas bibi
flashback off
" bi, Lisa mau cek kandungan Lisa dulu iya bi, soalnya kemarin Lisa hanya mengeceknya dikelinik, biar jelasnya Lisa mau periksakan rumah sakit besar " kata Lisa
sampailah Lisa di sebuah rumah sakit, ia pun mendaftarkan namanya.
setelah mendaftar Lisa pun menghampiri bibi dan duduk disampingnya yang telah menunggunya di ruang tunggu pendaftaran.
" ibu Lisa " sahut suster.
" saya suster " jawab Lisa.
" mari ikuti saya " ajak suster yang melangkah menuju ruangan, tertulis di pintu dok. Sisil.
" dok. Sisil " gumamnya yang membaca tulisan tersebut dan masuk segera.
" selamat sore, dengan ibu siap ? alamatnya dimana dan usianya berapa " tanya dok dengan buku dan pulpen ditangannya.
" Lisa Puspitasari dari kp. Babakan, usia saya baru 21 tahun Bu " jelas lisa yang melihat kearah dok yang tengah menulis.
"ini kartunya, silahkan di isi no hp nya ya Bu, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, ini kartu harus dibawa setiap kali cek up iya, dan satu lagi, ini buku nya juga, buku ini juga harus dibawa, silahkan dibaca bukunya sesampainya dirumah nanti, sekarang berbaring dikasur dulu biar saya cek" jelas dokter.
Lisa pun hanya mengangguk dan menuruti perintah dokter Sisil.
_ like dan komen
jangan lupa ya say...