
didalam kamar Lisa yang sedang merapikan beberapa pakaian didalam lemari, mendapatkan pelukan dari Reza dibagian belakang, Lisa sudah tak heran dengan kelakuan suaminya tersebut, ia hanya menganggapnya sebagai hal biasa saja namun Reza mulai mencium pundak Lisa dan leher bagian belakangnya, Lisa pun mulai merasakan ada hal aneh dengan suaminya.
" jangan menggoda ku terus mas, aku sedang sibuk dengan pakaian mu sekarang " jelasnya
" mommy lupa dengan ucapan putri kecil kita " jawabnya
tidak !!
menggelengkan kepalanya
" ayolah sayang, kita kabulkan keinginannya, tak masalah buatku jika harus menambah anak 1, bahkan lebih pun tak masalah karena aku suka anak kecil " jelasnya dan membalikan pelukannya menjadi berhadapan.
Lisa hanya tersenyum tak menjawab Reza, ia hanya menatapnya dan Reza mulai beraksi dengan aksinya diatas kasur, mereka bergulat sampai lelah dan tertidur, ntah sudah berapa kali mereka melakukannya didalam kamar, tetapi tak masalah untuk Reza yang sudah merindukan suara tangisan bayi dirumahnya.
semenjak bibi pembantunya Lisa sudah berhenti bekerja karena sudah paktor usia, Lisa memutuskan untuk tidak menggunakan jasa art lagi, karena Lisa sudah cukup pandai membagi waktunya dengan baik, apa lagi anak-anak nya sudah tumbuh menjadi remaja ia sudah tak harus menjaganya seperti bayi lagi.
semenjak Hana mulai sekolah dasar Lisa sudah merasakan kesepian dirumah, ia sangat bosan tak ada seseorang yang menemaninya saat suami dan anaknya sibuk, Lisa hanya meluangkan waktunya pergi kekantor Reza atau pergi jalan-jalan kemall untuk berbelanja dan kesalon.
_ malamnya
mommy !! papih !!!
teriak Hana dari balik pintu
Lisa pun terbangun mendengar putrinya memanggil dari pintu kamarnya namun tangan Reza enggan untuk melepaskan pelukannya, Lisa pun berusaha untuk melepaskan tangannya dan membangunkannya untuk mandi.
" mommy aku dan kakak laper mommy, mommy, oooh mommy " keluhnya dengan sedikit meledek Lisa
" iya, iya, cerewet sekali sih, tunggu dimeja makan sana, nanti mommy kesana " jawabnya yang masih berada diatas kasur.
" baiklah mommy, cepetan jangan lama-lama " keluhnya lagi dan pergi kemeja makan menunggu Lisa
tak lama Lisa pun masuk kedapaur dan membuat beberapa makanan, Lisa hanya memakai baju tidur karena tak sempat mandi takut putrinya marah-marah karena kelaparan.
" mommy, papih kemana ?" tanya Hana yang duduk manis dimeja makan
" papih sedang mandi, nanti juga kesini kalau sudah selesai " jawabnya . tak lama Haikal datang menghampiri Hana dan duduk disebelah nya karena mencium aroma masakan yang lezat.
" mommy masak apa ? harum banget sampai kedalam kamar aku " tanya Haikal
" mommy masak nasi goreng spesial, dan ayam goreng " jawabnya
" aku pengen telur gak mau ayam " keluhnya
" iya-iya nanti mommy buatin juga, udah tunggu aja jangan nanya melulu " jawabnya.
Haikal dan Hana bercanda dan tertawa dimeja makan, sedangkan Lisa sudah menyelesaikan masakannya dan siap untuk disajikan tak lama Reza pun datang dan menghampiri Lisa.
" Hay sayang, sudah selesai masaknya ! sini aku bawakan, kayanya enak nih " jelas Reza yang merebut masakannya dari tangan Lisa dan menyajikannya diatas meja makan,
setelah selesai disajikan mereka berempat mulai menyantap makanannya dengan sangat tenang dan menikmati makanan tersebut.
_ esoknya
" kakak anterin Ade sekolah iya " pinta Hana
" gak bisa, kakak ada urusan buru-buru, kamu biasanya naik jemputan , kalau gak minta anter mommu atau papih , maaf iya Ade jeyek " jelasnya dan pergi dengan terburu
Hana melihat mommy nya sedang sibuk dengan pekerjaan rumah lalu ia meminta papihnya untuk mengantarkannya karena searah Reza pun mengantarkan putri kecilnya kesekolah.
Haikal yang sudah menunggu shesil didepan rumahnya, ia pergi buru-buru hanya untuk mengajak shesil pergi sekolah bareng, agar bisa lebih dekat tentunya.
saat pintu gerbang terbuka, shesil keluar dan terkejut melihat Haikal yang jongkong dipinggir jalan menunggunya keluar rumah.
Haikal pun menengok kebelakang dan berdiri dengan tersenyum manis kepada shesil.
" kamu sedang apa didepan rumah ku pagi-pagi begini " tanya shesil yang berjalan mendekatinya
" nungguin kamu lah, ayo berangkat keburu siang nanti " jawabnya
" tapi aku kan bisa pergi sendiri " jelasnya yang enggan untuk naik keatas motor Haikal
" gak usah nolak, ditolak itu sakit rasanya !! udah cepetan " keluhnya dan memaksa shesil , akhirnya shesilpun menerima tumpangan dari Haikal, dan pergi kesekolah bersama-sama.
Haikal memutar-mutar kan kaca spionnya kewajah atas shesil, sehingga terlihat jelas jika shesil tersenyum dibelakang Haikal,suatu kemajuan untuk Haikal bisa mendapatkan shesil.
setibanya disekolah, shesil ingin turun didepan gerbang saja, karena ia enggan jika kedua temannya melihat dan bertanya yang tidak-tidak tentang kedekatan mereka berdua .
" turunkan gw disini aja kal " pintanya
Haikal pun mengerem kan motornya, lalu shesil pun turun .
" maaf iya kal, gw takut teman-teman gw bicara yang bukan-bukan kalau mereka lihat, gw duluan iya, makasih tumpangannya " jelasnya dan pergi masuk kedalam sekolah.
Haikal sedikit kecewa karena tak mengantarkannya sampai ketempat parkiran, mungkin ia belum siap untuk berdekatan dengan Haikal,tapi Haikal tidak menyerah begitu saja, saat jam istirahat nanti ia akan menemuinya lagi dikelas .
untung saja shesil turun didepan sekolah, jika ia ikut sampai ke parkiran mungkin sudah habis diledekin oleh Dio dan Rafi yang sedang ngobrol diatas motornya masing-masing dan menyambut kedatangan Haikal.
" widih tumben pagi nyampenya " ledek Rafi
" semangat kan motor baru " jawabnya
" gimana kemarin pas nganterin si ice batu ? asyiiik gak " ledek Dio
" namanya shesil io, biasa-biasa aja " jawabnya
" iya iya ,, terus loe diajak masuk kedalam rumahnya gak " tanyanya lagi
" kaga, lagian gw kan cuman mau nganterin dia pulang doang " jelasnya
Dio dan Rafi langsung mengetahuinya sampai terbahak-bahak dan menepuk-nepuk pundak Haikal, Haikal sangat bingung dengan kelakuan kedua temannya.
" aduh , udahlah gak usah dibahas lagi , ayo masuk keburu bell nanti " ajaknya namun kedua temannya masih menahan tawa di belakang haikal.
setibanya didalam kelas Haikal sudah kesal dengan Dio dan Rafi yang dari tadi ketawa terus.
" kalian berdua sebenarnya kenapa sih? apanya yang lucu coba " keluhnya
" maaf maaf,habisnya loe mentang-mentang kita suruh anterin dia pulang, loe beneran cuman anterin doang, gak ada keinginan buat masuk kedalam rumahnya " jelas Dio
" untuk apa coba ? " sambungnya
" untuk main dan mendekatkan diri loe kedia, masa gitu aja gak paham sih " jelas Rafi
" aduh gw tuh lelah, udah gitu laper jadi gw pengen buru-buru pulang juga, lagian juga si shesil gak nawarin gw masuk kedalam rumahnya tuh " jelasnya lagi dan membuat mereka berdua tertawa lagi .
" bisa diam gak kalian,lagian masa gw harus maksain dia sih " keluhnya dan menutup mulut mereka berdua dengan tangannya.
" iya juga iya "
Haikal melepaskan tangannya, mereka bertiga kembali duduk karena pelajaran telah mulai, namun Haikal terus memikirkan taktik agar shesil mengizinkannya untuk masuk kedalam rumahnya sampai jam istirahat pun berbunyi, dengan cepat Haikal menarik tangan Dio dan Rafi untuk pergi menuju ke kelas shesil.
_ like dan komen
jangan lupa ya say...