
_11 tahun
Lisa dan Reza sudah membesarkan Haikal, mereka merawat dan menjaganya dengan baik, sehingga sekarang Haikal sudah mulai sekolah SMP ( sekolah menengah pertama ) , dan tentunya Haikal juga sudah punya adik perempuan bernama Hana Wiguna Putri baru kemarin merayakan umurnya yang ke 7 tahun, lengkap sudah kebahagian Lisa dan Reza bisa memiliki anak yang begitu menggemaskan .
_ SMP
Haikal anak yang mandiri, ia selalu diantar oleh Lisa, namun menolak untuk ditemani didalam, ia hanya ingin diantar-jemput saja, ia merasa anak laki-laki harus bisa menjaga dirinya sendiri, jangan seperti anak perempuan yang selalu menangis meminta untuk ditemani kedalam sekolahan.
cup
cup
cup
" mommy, aku sudah besar mommy hentikan, kau membuat aku malu dihadapan mereka " keluh Haikal yang diciumi sebelum masuk kedalam sekolah, diluar banyak ibu-ibu lain yang mengantarkan putra-putri mereka sehingga membuat Haikal kesal dan malu.
" ok,ok, maafkan mommy, bye-bye sayang, nanti mommy jemput, tunggu mommy " sahut Lisa .
kini Haikal masuk kedalam sekolah, Haikal melihat Dio dan Rafi yang sedang bermain diatas meja kelas, Dio dan Rafi teman pertama Haikal saat ia masuk SMP .
" Dio, Rafi kalian sedang main apa " tanya Haikal yang menaruh tasnya, karena mereka berteman jadi tempat duduknya pun berdekatan.
" main gunting kertas batu yang kalah kena hukuman " jawab Dio
" loe mau ikutan, carilah lawan mainnya " pinta Rafi
" tidak, gw hanya ingin melihat " jawabnya
benar saja Haikal hanya melihat mereka bermain, ia tak suka dengan permainan yang berujung dengan hukuman, itu sangat menyakitkan baginya.
tiba-tiba ada 3 serangkai ciwiciwi yang sangat cantik cantik, namun diantara mereka ada yang begitu pendiam dan cuek, sedangkan yang lainnya hanya selalu tebar pesona kepada cowok yang menurut mereka tampan.
dari langkah ia melangkah, Haikal terus memperhatikannya, sesekali Haikal memberikan senyum, namun tak dibalas olehnya, Dio dan Rafi memperhatikan tatapan arah Haikal memandang.
" Yo, broooooo " teriak Dio
membuat satu kelas melihat kearah mereka dan menyadarkan pandangan Haikal.
" waah, bener bener bikin malu nih bocah " sahut Haikal
" dari tadi katanya ngeliatin kearah Sono terus nih, cuka ya sama 3 serangkai " ledek Dio
" asem dong cuka mah hahahaaaa " ledek Rafi
" cantik kan, kalian suka yang mana " tanya Haikal
" gw sih lebih suka yang gede " jawab Dio
" si ngeres dasar " ledeknya
" kalau gw suka yang pakai kacamata, imut " jawab Rafi
" alay loe fi, kalau gw yang pendiem itu " jelasnya
" haaah, Lo gak salah suka sama batu ice " ledek Dio " hahahaaa batu ice, es Mambo sekalian " ledek Rafi.
" sialan kalian " jawabnya
mereka bertiga terus saja bercanda dan tertawa, sampai jam istirahat tiba mereka berhenti untuk meledeki Haikal karena situasi laper, mereka bertiga dengan cepat berlari kekantin, tak disengaja Haikal menabrak batu ice maksudnya 3 serangkai sehingga membuat minumannya tumpah mengenai bajunya sedikit.
" maaf gak sengaaa... jaaaa... " sadar telah menabrak ice batu
namun gadis itu hanya menatap Haikal dengan tajam, dan pergi meninggalkan Haikal yang ingin membersihkan bajunya dengan tissu .
" waah parah, gara-gara kalian main lari cepat, gw tadi nabrak batu ice " jelas Haikal
Haikal pun pergi, dan menghampiri Dio, dan Rafi yang sudah lebih dulu berlari meninggalkannya .
" dia hanya melotot seperti ini " jawabnya yang sedang memperagakan batu ice
" hahahaaaa, kocak loe kal " ledek Dio
" pas gw mau bersihin, dia pergi gitu aja " jelasnya masih menirukan adegan tersebut
" hahahaaaa.. Di kacangin mampus loe kal " ledek Rafi
Haikal, Dio dan Rafi melanjutkan waktu istirahatnya, setelah mereka kenyang mereka kembali ke kelas, sampai pelajaran selesai .
_ esoknya
Haikal diantar oleh Reza, karena Lisa sedang sibuk mengurus sekolah adiknya, namun Haikal menolak dan meminta untuk dibelikan sebuah motor, agar tak perlu diantar jemput lagi.
" Haikal cepetan sedikit, papih sudah kesiangan ini, bisa-bisa kena macet nanti " sahut Reza
" iya, iya, papih belikan aku motor, aku malu diantar jemput terus, apalagi dengan mommy , aku tak suka papih " jelas Haikal yang berlari mengejar Reza dengan selembar roti dibawanya.
" hahaaa, kamu tuh jangan berkata seperti itu tentang mamih mu, dia kan sangat menyayangimu, iya nanti papih belikan tapi kamu harus janji belajar yang rajin " jelas Reza
" maaf papih, iya Haikal janji " jawabnya
karena waktu sudah siang Reza melaju dengan cepat agar tidak keburu macet, setibanya disekolah Haikal langsung pergi begitu saja, tanpa melihat kearah Reza.
karena Haikal kesal, Haikal tiba-tiba menendang batu krikil di depannya, tak lama ia berjalan, langkah ia terhenti karena batu ice menghalanginya.
" loe, jalan pake mata kaga, !! oooh, rupanya loe lagi loe lagi " keluh batu ice
" kenapa loe ? " tanyanya
" pake nanya lagi loe, nih jidat gw lecet, gara-gara batu krikil melayang kearah gw " keluhnya lagi
" hohohoooo,, maaf-maaf gak sengaja , kaga liat gw kalau itu kena jidat loe " jawabnya
" makannya mata dipake lol " jelasnya pergi dengan menginjak kaki halal dengan keras, sehingga membuat Haikal meringis kesakitan .
dasar cewek gila, pendiem dan cuek tapi menyakitkan dan menyeramkan jika marah, begitulah sikap para perempuan, dia sama seperti mommy menyeramkan jika sudah marah. gumam Haikal
Haikal melanjutkan langkahnya menuju kelas dengan kaki sedikit sakit dibagian ujung jari-jari nya, setelah sampai Dio, dan Rafi menghampiri Haikal yang berjalan seperti siput.
" sehat kakak " ledek Rafi
" gila gw hahahaa " jawabnya
" kenapa kaki loe, ko jalannya kaya kesakitan gitu " tanya Dio
" diinjek gw " jawabnya
" diinjek siapa ?" tanya Rafi
" tuh Subatu ice " jawabnya
" hahahahaaaaaaa" tawa mereka berdua " apes amat si loe, kemaren ketabrakan sama tuh batu, sekarang loe diinjek batu, besok-besok loe ketiban batu beneran " ledek mereka
" ketawa aja terus, ketawa " jawabnya
" hahahahaaaaaaa " balasnya
Dio dan Rafi pergi berlari diruangan kelas, sedangkan Haikal hanya berjalan cepat untuk menangkap mereka yang sudah menertawakannya.
ice batu sebenarnya tidak sekelas dengan mereka, hanya saja kedua temannya yang sekelas dengan mereka, jadi ice batu hanya mampir untuk bertemu dengan kedua temannya tersebut, sebenarnya Haikal ingin menanyakan siapa namanya, namun Haikal malu akan bertanya kepada kedua teman si ice batu, tentunya bukan malu untuk bertanya ya tapi malu akan diledek oleh Dio dan Rafi .
_ like dan komen
jangan lupa ya say...