
_ esoknya
to : ibu dan ayah
from : anakmu Lisa
*ibu ayah maafkan anak mu yang tak bisa menjaga diri dengan baik disini.
ibu ayah sekarang Lisa sudah menikah sebentar lagi Lisa akan memiliki seorang anak.
ibu ayah lisa harap ibu dan ayah bisa cepat kembali ke Indonesia, Lisa kangen kalian berdua, sudah 5 tahun ibu dan ayah tidak kembali, apakah kalian tidak memperdulikan aku lagi.
ibu ayah akankah kita bertemu suatu saat nanti, apakah kita bisa makan bersama lagi seperti waktu aku masih kecil.
ibu ayah,
aku merindukan kasih sayang kalian
aku masih butuh kalian kenapa kalian tidak pernah mengunjungi ku disini, kenapa kalian tidak memberikan kabar kepada ku, aku selalu menunggu balasan surat dari kalian*.
_ end
"aku telah mengirimkan surat untuk mereka, semoga mereka bisa membalasnya, entah kenapa setiap mengirimkan surat namun tak pernah ada balasan ." gumam lisa
Lisa yang sudah mengirimkan surat, dengan wajah sedikit sedih, akan hal surat yang tak terbalas, Lisa masih selalu berpikir positif kepada kedua orang tuanya.
terlihat oleh reza, wajah Lisa yang sedikit sedih sedang berjalan menghampirinya didalam mobil, Lisa pergi kekantor pos diantar oleh Reza.
" kamu baik-baik saja sayang ? " tanya Reza
" aku baik mas, hanya saja setiap kali aku kirim surat, selalu tak ada balasan apapun, apa mereka sudah tidak peduli dengan ku lagi " jelas Lisa
" tidak, jangan berpikir begitu, mungkin ada suatu hal yang tak bisa mereka jelaskan kepada mu, sehingga membuat mereka bingung harus balas apa " jelas Reza
" tapi ini tuh sudah 5 tahun mas, 5 tahun, apakah ada orang tua meninggalkan anaknya sendiri selama 5 tahun, kenapa tidak sejak lahir saja aku ditinggalkan, kenapa mas kenapa " jelas Lisa
Reza yang melihat Lisa menangis begitu dalam mengenai kedua orang tuanya, tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan Lisa, ia hanya bisa memeluknya agar Lisa bisa menangis sepuasnya.
" sudah sayang, sudah iya, sekarang kita pulang dulu " pinta Reza
_ hotel Reza
Lisa yang dari tadi menangis di dalam mobil, sampai-sampai Reza harus menggendongnya untuk masuk kedalam hotel agar orang-orang tidak melihat Lisa menangis. ditidurkannya Lisa didalam hotel, namun Lisa tetap menangis, Reza pun bingung harus melakukan apa agar Lisa bisa kembali tersenyum.
" sayang, sudah iya nangisnya, kasian baby nya nanti kalau kamu nangis terus " ucap Reza
namun Lisa tak menjawab
" aku tau kamu sedih, aku tau kamu merindukan mereka, tapi kamu gak bisa nangis terus seperti ini, apa dengan menangis mereka akan hadir disini, sudah iya sayang nanti mas Carikan informasi tentang orang tua kamu disana " jelas Reza
" benar kah mas, akan bantu mencarikan kedua orangtua aku " tanya Lisa
Reza hanya mengangguk dan tersenyum
" makasih iya mas " peluk Lisa
_ esoknya
Reza yang sudah menyuruh orang untuk mencarikan informasi tentang kedua orang tua Lisa, Reza pun tak menyangka ada orang tua yang meninggalkan anaknya selama 5 tahun tanpa memberikan kabar apapun.
hanya tinggal menunggu hasil dari pencarian, mungkin akan membutuhkan waktu lama, namun Reza berharap ada kabar baik untuk Lisa walau hanya sedikit petunjuk yang didapatkan nantinya.
_7 hari kemudian
Reza yang sedang sibuk bekerja, dan masih ada beberapa rapat penting lainnya, namun Linda datang dan membawa amplop coklat.
" baiklah , taruh disitu, kamu kembali bekerja " jawab Reza
Reza dan Lisa sudah tidak lagi dibandung, Reza membeli sebuah rumah yang cukup besar untuk Lisa tiga hari lalu, rumah Lisa dibandung Lisa serahkan kepada bibi untuk diurus.
dengan ragu-ragu Reza memperhatikan terus amplop coklat tersebut, karena didalamnya kemungkinan ada dua hal, yaitu kabar baik atau kabar buruk, dengan perlahan Reza buka dan mulai membaca setiap kata demi kata didalamnya.
" apa , meninggal dunia, kecelakaan pesawat 4 tahun lalu, bagaimana bisa Lisa tidak mengetahui hal ini, bagaimana harus menjelaskannya, " gumam Reza
_ rumah
dengan wajah gelisah, Reza perlahan-lahan menghampiri istrinya di dapur, mungkin setelah makan MLM nanti Reza akan membicarakan dan memberikan informasi kepada Lisa.
" ih, mas ngagetin aku aja, sudah pulang ko, gak ada suaranya, kamu kenapa mas, ada masalah dikantor hari ini ?" tanya Lisa
" tidak, aku hanya lelah saja seharian ini banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan sayang " jelas Reza
" ya, sudah kamu mandi dulu, aku siapain makan mlm buat kita " kata Lisa
Reza pun mengangguk dan pergi meninggalkan Lisa yang sedang memasak di dapur, didalam kamar mandi Reza terus mencari kata-kata untuk memulai percakapan nanti.
Reza telah duduk untuk makan, Reza tak sanggup untuk mengatakannya namun Reza tak bisa menyembunyikan hal tersebut, apalagi Lisa sudah menunggu selama 5 tahun.
" sayang, ada hal yang ingin aku kasih tau ke kamu, tapi kamu harus tenang iya " pinta Reza
" tentang apa mas ? " jawab Lisa
Reza pun pergi mengambil amplop didalam tas kerjanya, dan menyerahkannya kepada Lisa.
" apa ini mas " sahut Lisa
dengan cepat Lisa membuka amplop tersebut dan membacanya, tak lama air matanya mulai , kertas-kertas yang tadinya dipegang Lisa kini sudah terjatuh berserakan dilantai, Lisa berusaha menahan tubuhnya untuk tidak jatuh , dengan sigap Reza menyanggah tubuh Lisa untuk duduk.
" kenapa mas, kenapa semua ini bisa terjadi sama aku, aku bahkan belum sempat membahagiakan mereka, kenapa bisa mas ? " teriak Lisa
" sabar sayang, kamu harus kuat " jawab Reza
" tapi kenapa mas ? bahkan jenazahnya saja tidak bisa ditemukan sampai sekarang, lalu untuk apa aku mengirimkan surat kepada mereka, untuk apa mas " teriak Lisa
" ini surat-surat yang kamu kirimkan 4 tahun terakhir, tersimpan di kantor pos, karena alamatnya sudah berganti pemilik " jelas Reza
Lisa melempar kan surat-surat itu hingga berjatuhan ke setiap sudut, dan menangis .
Reza hanya bisa memeluknya agar Lisa bisa tenang sedikit, bagaimanapun kondisi Lisa jauh lebih penting .
butuh waktu lama untuk menenangkan Lisa sampai Lisa benar-benar puas menangisinya dipelukan Reza, sesekali Lisa memukul-mukul dada Reza dengan keras, Reza hanya membalasnya dengan ciuman dikepalanya Lisa.
" apa sekarang sudah lebih tenang sedikit, kamu lagi hamil loh sayang, sudah nangisnya, buat besok lagi " ledek Reza
Lisa hanya tersenyum kecil namun masih tetap menangis sedikit.
" yang penting sekarang kamu sudah mengetahui tentang alm. orang tua kamu, kamu gak usah sedih lagi, kan masih ada aku yang jagain kamu, mas janji bakalan bahagiakan kalian berdua, dan akan selalu melindungi kalian " jelas Reza
" janji iya mas, sahut Lisa
" mas janji, itu sudah tugas mas, dan tanggung jawab mas sebagai suami kamu sayang " jelas Reza
mereka kembali berpelukan, walau Reza tau sebenarnya Lisa masih sedih dengan kabar yang ia berikan , tapi Reza tak ingin melihat istrinya berlarut-larut dalam kesedihannya.
jika jalannya sudah ditakdirkan seperti itu, maka tidak ada yang bisa mencegahnya.
_ like dan komen
jangan lupa ya say...