My student love

My student love
jurang 1



kamar Lisa


lisa yang telah bangun melihat ke arah Reza yang masih tertidur pulas.


" semoga keputusan aku yang terbaik " kata hati Lisa yang memandangi wajah Reza yang sedang tertidur. tak lama Reza pun terbangun.


Lisa yang sadar bahwa Reza sudah terbangun segera menyapanya dengan ucapan " selamat pagi mas " .


" pagi sayang, kamu sudah bangun ternyata, sekarang jam berapa ". kata Reza dengan posisi duduk di kasur.


" sekarang jam 08.00 pagi mas, knp memangnya " tanya Lisa.


tak lama hp Reza berbunyi,


tring... tring..


"mas ada telpon tuh, aku mandi dulu iya" kata Lisa .


" siapa sih pagi-pagi sudah menelpon, gak ada kerjaan apa " sambil mengangkat telpon.


Reza. : hallo siapa nih ?


rumah. : ini bibi den, den lagi dimana ? nyonya sakit den !


Reza : alaaah palingan juga cuman akting bi, sudah lah bilang sama mama, Reza gak peduli. (menutup telpon).


Reza yang telah menutup telpon, namun tidak mau memperdulikannya, karena Reza tau kalau itu hanya pura-pura agar Reza kembali pulang .


Lisa yang telah selesai mandi menghampiri Reza yang masih duduk bersandar dikasur .


Lisa. : telpon dari siapa mas ?


Reza. : dari rumah !


Lisa. : knp ada sesuatu terjadi, ko muka kamu bete begitu.


Reza. : sudah lah tak usah dibahas sayang ! aku males jawabnya.


Lisa berusaha membujuknya untuk bercerita karena Lisa gak mau ada yang ditutup tutupi lagi .


Lisa. : jadi mas mau rahasia-rahasia an nih sama aku (cemberut)


Reza. : bukan gitu sayang.


Lisa. : lalu kenapa gak mau cerita. (manyun)


Reza. : iya iya aku kasih tau , tadi orang rumah bilang kalau mama aku sakit.


belum Reza selesai berbicara, Lisa pun menyuruhnya untuk cepat-cepat mandi dan pulang ketemu ortunya.


Lisa. : sekarang kamu mandi mas, nunggu apa lagi !


Reza. : sayang jangan percaya kata-kata nya, itu hanya akting agar aku pulang.


Lisa. : jangan berpikir buruk dulu mas, sekarang kamu mandi dan pulang, lihat keadaan mama kamu, jika dia memang berbohong maka terserah kamu mau melakukan apapun, yang penting kamu lihat dulu.


Reza pun mendengarkan kata-kata Lisa, lalu pergi mandi, setelah siap dan rapi Reza pun pamit untuk pulang ke rumah .


" yang beneran nih aku pulang, perasaan aku gak enak nih ninggalin kamu ". kata Reza yang sudah berdiri didepna pintu keluar.


" sudah sana pergi, nunggu apa lagi " jawab Lisa yang memeluk Reza.


Reza pun melangkah pergi untuk pulang ke rumah orangtuanya, sesampainya di sana.


_rumah


" ada apa ini rame-rame, banyak mobil lagi, wah gak beres nih " berjalan masuk ke dalam rumah.


saat Reza masuk, semua tamu yang hadir melihat ke arah Reza dan mamanya pun menghampirinya.


" perkenalkan ini anak saya namanya Reza wiguna, penerus perusahaan selanjutnya " kata mama.


Reza yang berdiri dan terdiam hanya bisa tersenyum pura-pura tak terjadi apa-apa, karena di dalam rumahnya berisi orang-orang besar semua termasuk dia.


" jadi saya resmikan, bahwa saya mengundurkan diri dari kursi saya, dan Reza sebagai anak saya yang akan melanjutkannya ". kata mama sambil disambut dengan tepuk tangan yang meriah.


setelah peresmian tersebut Reza pun mendapatkan banyak jabatan tangan dengan para pemimpin dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya tersebut.


saking banyak yang berjabat tangan dengannya, Reza kehilangan sosok wanita tua tersebut dan berusaha mencarinya.


" mah sebenarnya apa sih yang mama lakuin " kata Reza yang bertemu dengan mamanya di depan pintu rumahnya yang seakan-akan menunggu seseorang.


" nanti juga kamu tau " jawab mamanya yang terus memandangi gerbang rumah mereka.


tak lama dari itu, 2 buah mobil pun datang, dan berhenti tepat di depan mereka berdiri,


tiba-tiba wanita itu turun dari mobil beserta keluarganya.


" astaga mama ini apa lagi coba " bisiknya dengan nada kesal .


namun mamanya tidak mendengarkan perkataan anaknya tersebut dan mengajak rombongan besan masuk kedalam rumah .


Reza yang masih berdiri di luar masih bingung harus gimana, " kalau cuman rombongan besan mah gw bisa kabur, lah ini ada bos-bos juga disana, kalau gw kabur bisa mati tuh Mak lampir " gumamnya sambil melangkah masuk.


Pormasi kini telah berganti lagi, para bos-bos kini berdiri dan mendengarkan, sedangkan rombongan duduk rapi.


" baiklah para hadirin yang terhormat, disini saya sekalian ingin mengumumkan bahwa anak saya Reza akan saya nikahkan dengan Tari Puspitasari untuk memperkuat kerjasama ". sahut mamanya


" wah bener bener gila nih Mak lampir, bisa-bisa nya perusahaan dikaitkan dengan pernikahan, sungguh luar biasa " gumamnya Reza yang telah berada disamping mamanya.


" sekarang kita masuk ke acara selanjutnya yaitu pertukaran cincin dan menentukan tanggal pernikahannya " kata mamanya.


Reza yang enggan melangkah maju ke depan didorong oleh orangtuanya dari belakang, Reza kini telah berhadap-hadapan dengan wanita itu.


" ayo Reza pakaikan cincinnya " bisik mamanya Dangan tersenyum.


Reza pun memasukkan cincin di jari manis wanita itu, lalu semua yang hadir bertepuk tangan bahagia.


" sorry iya gw terpaksa ngelakuin ini " bisik Reza kepada Tari.


" iya gpp " jawab tari sambil tersenyum.


kini mereka telah resmi bertunangan dan telah menentukan tanggal pernikahan, yaitu awal 1 Minggu dari hari ini.


setelah acara selesai dan para tamu sudah pergi semuanya termasuk rombongan besan juga . kini hanya mama dan Reza yang ada di ruangan tersebut.


" apa lagi ini mah, Reza kan sudah bilang gak mau kenapa masih memaksa " teriak Reza dengna nada emosi.


" mamah gak maksa kamu, kamu yang datang sendiri kesini " jawab mama yang duduk tenang.


" kalau mama gak nyuruh bibi buat tlp aku, aku gak bakalan kesini mah " teriak Reza yang berdiri mundar mandir .


" sekarang sudah terjadi kan, kamupun gak bisa nolak lagi " jawab mama.


" mama tuh ya.. benar-benar orangtua yang paling egois, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi mama aja, aku benar-benar kecewa sama mama " kata Reza yang pergi keluar dan meninggalkan mamanya.


" apapun yang mama lakukan untuk kamu juga, mama gak mau kehilangan kerjasama besar ini " gumam mamanya yang pergi masuk kamar .


Reza pun pergi dan kembali lagi ke apartemen Lisa, karena Reza tau pasti Lisa telah menunggunya .


sesampainya di sana Reza pun mengetuk pintu kamar Lisa, tak lama pintu tersebut terbuka.


Lisa. : mas udah kembali lagi, kirain mas bakalan nginap disana !.


Reza : gak, ngapain nginep orang sehat-sehat aja .


reza yang duduk di sofa melihat kearah Lisa yang sedang membuatkan minum untuknya masih berpikir harus menjawab apa jika Lisa bertanya akan hal tadi.


note : kebayang kan tuh rumah Segede apa, soalnya tamu yang datang banyak bgt, dan kebayang juga kan sekaya apa si Reza ini, hanya saja dia mau berdiri sendiri.


_ like dan komen


jangan lupa ya say...