My student love

My student love
keyakinan 2



_ depan pintu apartemen Lisa


tok tok tok !!


" Lisa kamu didalam, Lisa tolong dengarkan penjelasan aku " teriaknya.


Reza berdiri di depan pintu sudah berjam" berlalu, Reza pun turun dan bertanya ke resepsionis untuk menanyakan apakah Lisa pulang.


Reza. : misi mba, mau tau penghuni kamar no xxxxx apakah pulang kesini ?


mba. : sebentar ya mas.. kita cek dulu.


Reza pun menunggu resepsionis untuk mengecek dahulu .


mba. : maaf mas .. dari data yang ada, mba Lisa belum kembali dari sejak pagi.


Reza. : makasih ya mba. (pergi keluar).


Reza pun duduk di dalam mobil dan menunggu Lisa di parkiran mobil.


hari pun semakin gelap, namun Lisa masih belum kembali juga, tak lama pun ada mobil yang parkir, namun bukan mobil Lisa, "itu kan Lisa". gumamnya.


Reza melihat Lisa yang turun dari mobil tadi dengan di rangkul oleh seorang lelaki yang tidak Reza kenal, tanpa berpikir panjang dia pun. menghampiri mereka.


Reza. : Lisa.. (mendekat)


cowok. : eeeh .. siapa loe ? maen rebut aja . (menarik Lisa dan mendorong Reza).


Reza pun terhempas oleh dorongan lelaki tersebut, dan membuat Reza emosi, Reza pun bangun dan menarik lelaki tersebut dan menghajarnya.


Lisa yang dalam keadaan mabuk ringan, masih mengingat wajah Reza, namun dia sulit konsentrasi untuk berjalan, Lisa yang tengah terduduk di jalan parkiran tersebut pun berteriak .


" Stooooop Reza " teriak nya dan pingsan tergeletak di jalan.


Reza pun sontak menghentikan pukulannya kepada lelaki tadi dan berlari kearah Lisa, lelaki yang bonyok dipukuli Reza pun pergi dengan mobilnya .


"Lisa bangun Lisa" pintanya.


Reza pun segera membawa Lisa masuk ke kamar apartemen nya, dan menidurkannya dikasur milik Lisa.


Reza pun menemaninya sampai Lisa bangun, namun hari pun sudah pagi, Reza pun terbangun karena mendengar bunyi alarm miliknya .


" Lisa kemana " gumamnya. sambil melirik ke sekitar dan mencarinya di dalam, terdengar bunyi percikan air dari kamar mandi, Reza pun lega tenyata Lisa tengah mandi .


Reza pun pergi ke dapur untuk membuatkan Lisa sarapan, namun saat Reza hampir selesai dengan masakannya Lisa pun keluar dari kamar mandi .


Reza. : pagi sayang (menghampirinya sambil bawa makanan).


namun Lisa memilih untuk tak peduli dan menghindar dari reza, Lisa kini tengah berdandan untuk pergi kuliah.


Reza. : sarapan sayang . (ajaknya)


namun Lisa masih tidak memperdulikannya, dan memilih untuk pergi, saat Lisa melangkah keluar Reza pun menarik tangannya.


namun Lisa melepaskannya, dan tak menatap Reza sedikit pun. saat Lisa kembali melangkah pergi kali ini Reza menariknya lebih kuat sehingga masuk kedalam pelukannya.


Lisa pun berontak dan memukul-mukul dada Reza berkali-kali, "pukul terus sayang, pukul yang kencang, memang aku pantas mendapatkan itu" kata Reza dengan lembut.


"lepasin aku" pinta Lisa yang kini tengah menangis sambil berontak, Reza pun berusaha untuk bisa menjelaskan semua kepada Lisa.


"dengerin aku ngomong dulu, aku mau jelasin ke kamu, biar kamu gak marah lagi sama aku" kata Reza, Lisa pun tetap berontak dan minta ingin dilepaskan .


"aku tau aku salah, aku tau kamu pasti marah bgt sama aku, tapi dengerin dulu" kata Reza . Lisa tetap saja berontak dan memukulnya trs .


"setelah pulang dari kampus ,aku dapat TLP dari mama aku, katanya dia ingin aku pulang secepatnya, setibanya di rumah aku dijodohin dengan teman mama aku, jelas saja aku nolak, namun mama bersikeras untuk menjodohkan aku sama dia, mama aku nyuruh mengajaknya jalan-jalan besoknya, dan aku pun menolak lagi,lalu mama menyita hp aku dan kunci mobil, kamu ngerti kan sekarang" jelas Reza,


"lalu kamu setuju" tanya Lisa dengan Isak tangisnya yang mulai pelan dan sudah tidak berontak lagi.


"setuju apanya, waktu kamu ngeliat aku, aku ngejar kamu, namun keburu kabur, terus aku pulang dan marah-marah dengan semuanya"


"terus apa keputusan buat kedepannya" tanya lisa.


"kamu gak usah mikir yang aneh-aneh, yang penting aku udah menolaknya dan datang kesini ketemu kamu, apapun resikonya aku gak bakalan lepasin kamu Lisa" kata Reza sambil mencium kening Lisa berkali-kali.


Lisa pun merasa lega dengan apa yang dia dengar semua dari Reza dan memeluk Reza dengan air mata yang membasahi kemejanya .


Lisa pun diajak Reza untuk pergi sarapan, dan Lisa pun mengikutinya,


Reza. : sekarang kamu sarapan dulu.(nyuruh duduk)


Lisa. : kamu gak sarapan .


Reza. : aku udah tadi sambil masak, sekarang aku mandi dulu.


Reza pun selesai mandinya dan melihat Lisa yang masih makan, "pelan-pelan makannya" kata Reza sambil duduk di samping Lisa.


Reza. :tetap mau pergi kuliah dengan mata sembab begitu !(ledeknya).


Lisa. :gak tau, kamu kan dosennya.


reza. : ya udah kita jalan-jalan saja gimana mau gak ?


Lisa. : iya (mengangguk)


Lisa yang tengah sibuk merapikan wajahnya, dan Reza yang masih bersiap-siap dengan kemejanya, akhirnya mereka pu. keluar dari apartemen tersebut dan pergi menuju,


Reza : kamu mau kemana sayang ? (mengelus rambut Lisa)


Lisa. : yang sejuk tempatnya (pintanya)


Reza. : kemana.. kemall !


Lisa. : gak mau rame dan berisik.


Reza yang terus menyetir tanpa arah bingung memikirkan harus jalan-jalan kemana. lalu Reza pun terpikir oleh "puncak".


Reza. : gimana kalau ke puncak Bogor.


Lisa. : boleh, tapi aku pake baju tipis begini kamu aja pake baju begitu, nanti Susana pasti dingin banget.


Reza pun yang mendengar Lisa mengeluh dengan pakaian, ia berhenti di salah satu mall untuk membeli baju yang tebal dan membeli beberapa makanan ringan untuk diperjalanan.


Lisa. : ko ke mall.. katanya mau kepuncak.(keluhnya)


Reza. : tadi katanya baju kamu tipis, sekarang kita beli baju yang tebal biar hangat nanti.(ledeknya).


Lisa. : kamu gak milih ?


Reza. : pilihin aja sama kamu mana yang cocok buat aku, aku gak pintar memilih baju.


Lisa. : milih baju aja gak bisa, giliran milih cewe bisa (celotehnya).


Reza yang mendengar celotehannya, langsung memeluk dari belakang lisa.


Reza. : aku dengar loh yang, udah jangan di bahas terus aku kan udah jelasin dan minta maaf sama kamu.


Lisa. : iya.. iya... (sambil memilih baju buat Reza)


setelah berbelanja mereka pun melanjutkan perjalannya menuju puncak Bogor, Lisa yang tak sabar ingin cepat-cepat sampai "apakah kita akan menginap" tanya Lisa. Reza pun berpikir sejenak sambil menyetir "kalau kamu mau nginep, kita nginep, kalau kamu mau pulang , kita pulang, aku mah nurut aja sama kamu yang penting kamu bahagia" jawabnya .


Lisa pun melihat kearah Reza yang tengah pokus dengan setir mobilnya, lalu tiba-tiba Lisa mencium pipinya , "nginep iya" bisiknya. Reza pun menjawab "iya kita nginep".


Lisa pun tersenyum bahagia, karena Lisa tak sabar ingin cepat-cepat sampai, dia pun tertidur.


\=> like dan komen


jangan lupa ya....