My student love

My student love
enam



2 tahun berlalu


sudah 2tahun berlalu Haikal dan shesil hanya menjadi teman dekat, keduanya sama-sama suka namun masih ragu apalagi masih harus belajar, mereka berdua hanya menikmati kebersamaan mereka menjadi teman dekat, yang terpenting bisa bersama sampai sekarang dan seterusnya.


Haikal tak bisa mencintainya saja, ia hanya ingin shesil menjadi miliknya selamanya, namun karena masih harus belajar dan memiliki orangtua yg begitu tegas kepadanya, apa daya ia hanya bisa menunggu dirinya untuk bertambah dewasa nanti, ia pun sangat menikmati momen kebersamaan nya menjadi teman shesil, selama masih bisa didekatnya Haikal berusaha menjadi yang terbaik, agar shesil tak ragu kepadanya suatu saat nanti.


kini Haikal dan shesil sedang menghadapi ujian kelulusannya, disaat-saat sedang sulit fokus mengisi soal-soal ujian, Haikal hanya memikirkan shesil, mungkin soal ujian tersebut bisa dijawab dengan mudahnya, namun tak ada yang bisa menjawab dengan apa yang ia pikirkan.


"setelah lulus nanti, shesil akan masuk sma mana ia, apa gw harus mengikutinya terus seperti anak kucing, tapi nanti dia risih sama gw, terus bisa-bisa jadi jauh sama gw hubungannya, aduh lebih pusing daripada ujian ini " gumamnya


disaat sedang asik melamun tiba-tiba, Haikal mendapatkan sebuah dorongan halus dari kursi belakang, ya ,, siapa lagi kalau bukan Rafi dan dibelakangnya Rafi yaitu Dio, mereka bertiga duduk saling sejajar, tentu saja kedua temannya kebingungan dengan jawaban dari soal tersebut sehingga membubarkan lamunan Haikal dalam sekejap.


dengan malasnya Haikal hanya menjawab " hemm " namun tak menengok kebelakang. sedangkan Rafi sibuk menyebutkan nomor-nomor yang tidak bisa ia jawab.


karena Haikal sahabat yang pintar dan baik hati, ia dengan suka rela memberikan jawaban kepada kedua temannya, tetapi hanya kemereka saja, karena Haikal ingin lulus bersama mereka, ya walaupun mereka sering membuat Haikal kesal dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh mereka.


bell pun berbunyi, dan ujian pun berakhir dengan hikmat, Haikal, Rafi, dan Dio sedang nongkrong diatas motor mereka dengan canda dan tawa membahas ujian tadi.


" hahahaaa.. " tawa mereka bertiga


" kal, Lo gak anterin shesil pulang ?" tanya Rafi


" tau Lo, biasanya semangat ! apa jangan-jangan udah pudar " goda Dio


" sialan Lo, gak akan pudar, biarin dia pulang sendiri dulu, kepala gw pusing soalnya " jawabnya


" lah, pusing ngapa luuu ..? bisa ngisi jawaban dengan mudah pake acara pusing , minum baigon Sono " ledek Rafi


mendengar Rafi berkata seperti itu Haikal langsung merangkul kan tangannya dileher Rafi, sehingga membuatnya susah bernapas.


" udah lepasin, Sian dia masih pengen idup" sahut Dio


Haikal pun melepaskannya, sedangkan Rafi melanjutkan ketawanya, dan Haikal pun tertawa kecil mengikuti nya.


" hahahaaa hahaha"


" kampret emangnya juga Lo, pusing kepala gw, harus ngasih jawaban ke loe berdua, kalau gak ada gw,kelar Lo berdua jadi bapak kelas nantinya hahahahaaa " jawabnya


" t**.. jangan begitu lah, kita kan teman sejati ? " goda Rafi


" mana tiiii ? " sahut Haikal


" ikh lu mah dibilangin gak percaya ?" jelasnya


" musrik gw percaya sama lu mah nyuk ! sesat ? " jawab Haikal


Dio hanya bisa tertawa dan tak mampu lagi perkata untuk menghentikan obrolan yang semakin ngaco dan gak jelas, ia pun memutuskan untuk pergi pulang agar mereka berakhir berdebad.


saat keluar gerbang sekolah Haikal melihat shesil yang masih berdiri dipinggir jalan, entah ia menunggu apa ? dengan khawatir Haikal menghampirinya dengan sepeda motornya, dan bertanya.


" belum pulang sil ? tanyanya


" kamu ko lama banget keluar sekolahnya ?" keluhnya


" kamu nungguin aku ? " tanyanya


" iya aku nungguin kamu, udah lebih dari satu jam, ikh sebel banget ?" rengeknya


Haikal tak bisa membayangkan betapa bahagianya, selama dekat dengannya, shesil akhirnya menunggu kehadiran dirinya.


dengan cepat Haikal memegang tangannya agar shesil tak marah kepadanya .


" bukan panas lagi, udah meleleh ini mah " jawabnya


" ya udah ayo, kita pulang, cepet naik ntar kamu mencair " ledeknya


mendarat sebuah cubitan di pundaknya , namun cubitannya pelan, mungkin shesil pun tak tega jika harus mencubitnya dengan kencang.


" 100 x juga gpp kalau dicubit kaya gitu mah "


" dasar, maunya huuuh "


seperti biasa jika Haikal melakukan kesalahan ia harus segera melakukan hal baik juga, ia membelokkan motornya di sebuah cafe, yang tak jauh dari sekolahan mereka.


" kenapa kesini ? " tanya shesil


" sebagai tanda maaf aku, udah ayo masuk " jawabnya


shesil dan Haikal duduk berdua, sambil memakan beberapa makanan dan minuman yang mereka pesan.


" nanti kamu ikut tour sekolah gak setelah ujian nanti " tanya shesil


" ikut, mungkin itu juga " jawabnya


" ooh "


" kenapa memangnya ? kamu pengen aku ikut iya " ledeknya


" apaan sih kamu kepedean bgt "


" ya .. asal kamu kasih tau aku dulu " tanyanya


" kasih tau apaan ? "


" tuh kan, berharap aku ikut hahahaa " ledeknya


shesil dengan wajah yang sedikit memerah tak bisa menutupi jika itu benar, namun ia sedikit merasa kesal karena Haikal menjebaknya dengan pertanyaan bodohnya.


" aduh jangan kesal gitu dong, ia deh maaf maaf . " pinta Haikal karena raut wajah shesil sudah mulai berubah menjadi kusut.


" buruan mau nanya apa ? dan apa yang harus kamu tau ? sebelum aku murka " tanya shesil


" setelah lulus nanti, kamu mau lanjutin kemana ? " tanyanya


" entahlah belum kepikiran " jawabnya dengan jelas dan singkat.


" kenapa belum kepikiran? kan sebentar lagi kelulusan " tanyanya lagi


" jangan bahas itu dulu iya, nanti aku kasih tau lagi jika kamu ikut tour sekolah " jelasnya


" jadi kamu ngebalikin perkataan aku nih, ok aku tunggu deh " jawabnya


mereka berdua melanjutkan makan, dan setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing, dengan canda tawa diatas motor, sehingga lupa jika sudah sampai didepan gerbang rumah shesil .


selama berteman dekat dengan shesil, Haikal belum pernah masuk/ main kedalam rumah shesil, bukannya tak ingin, mungkin bukan saatnya untuk main kerumah calon masa depan.


ia harus sukses terlebih dahulu, agar bisa menjamin kebahagian shesil untuk dimasa depan nanti, sungguh keingin yang membahagiakan.


_ Like dan komen


jangan lupa ya gaeys