My student love

My student love
pertemuan



dengan buru-buru Reza mengemudikan mobilnya menuju toko kue milik Lisa, setibanya disana, Reza melihat Lisa yang sedang duduk diluar toko miliknya, tanpa ragu Reza turun dan mendekati Lisa .


" Lisa " , lisa pun melihat, dia terkejut tak tau harus pergi atau tetap berdiri, perutnya yang gendut terlihat jelas oleh Reza.


saat Lisa melihat Reza dan berdiri, Reza langsung memeluknya, namun Lisa tak membalas pelukannya, Lisa pun sadar dan melepaskan pelukan Reza.


lalu Lisa pun pergi masuk kedalam, untuk mengambil tas dan kunci mobil miliknya, Reza yang masih di luar menunggu Lisa tak tau harus menjelaskan nya dari mana dulu.


" nisa, Tia, saya pulang duluan , nanti kalau sudah jam 5 sore kalian langsung tutup tokonya, dan bawa kuncinya bersama kalian "


sahut Lisa yang menahan air mata nya.


" baik Bu " jawab mereka berdua.


saat Lisa keluar dari toko, Reza menahan tangan Lisa agar dia tak lari meninggalkannya.


Lisa pun langsung menepis tangannya dengan kasar, dengan cepat Lisa masuk kedalam mobil miliknya dan melaju pulang ke rumah.


" Lisa tolong dengerin penjelasan aku dulu Lisa, aku mohon " Reza yang memukul-mukul i mobil Lisa sambil berlari mengikuti kecepatan mobil, namun Reza tak bisa mengejarnya, ia pun segera masuk kedalam mobil dan mengikuti kemana mobil Lisa pergi .


_ rumah


Lisa tau kalau Reza pasti akan mengikutinya, sesampainya di rumah Lisa dengan berlari masuk kekamar dan menguncinya rapat-rapat.


tak lama Reza pun datang dan mulai berlari masuk kedalam rumah, entah rumah siapa yang berdiri didepannya, ia hanya mengikuti kemana Lisa pergi , saat hendak masuk Reza tertahan oleh bibi .


" maaf pak, cari siapa ? " tanya bibi yang baru saja berdiri didepan pintu rumah Lisa.


" maaf Bu, ini rumah Lisa bukan " jawab Reza dengan kikuk, ia mengira bibi adalah ibunya Lisa.


" oh, non Lisa, non Lisa masih ditoko pak " jawab bibi, karena tidak mengetahui kepulangan Lisa.


" itu mobilnya ada bi " yang menunjuk ke mobil Lisa,


" oh sudah pulang , maaf ya pak saya gak tau kalau non Lisa sudah pulang, tunggu sebentar iya pak, bapak duduk aja dulu bibi panggilin dulu " jawab bibi yang masuk kedalam dan mengetuk pintuk kamar Lisa.


terdengar jelas suara tangisan Lisa dari balik pintu kamarnya, bibi yang sudah berdiri didepan pintu sangat bingung harus apa, karena takut terlalu ikut campur.


tok.. tok .. tok !!


" non, didepan ada yang cariin non " kata bibi dengan nada lembut.


" suruh pergi aja bi, Lisa gak mau ketemu sama dia " teriak Lisa.


Reza yang mendengar Lisa berteriak, langsung menerobos masuk kedalam rumahnya dan berdiri di samping bibi, namun Reza memberikan kode, agar bibi tetap melanjutkannya.


" tapi non " putus bibi


" bibi Lisa mohon suruh dia pergi, Lisa gak mau ketemu sama dia, dia yang sudah buat Lisa seperti ini bi, Lisa benci sama dia, Lisa benci" teriak Lisa namun terdengar mulai pelan suara Lisa, Lisa pun pingsan.


" non, jangan seperti itu, dengarkan penjelasannya dulu non " kata bibi namun Lisa tidak menjawa.


Reza dan bibi saling menatap, seakan memberikan kode bahaya, tapi Reza menyuruhnya untuk memanggilnya terus.


" non, non, non denger gak bibi ngomong " sahut bibi, " nooon " teriak bibi, namun Lisa masih tidak menjawab, Reza pun menyuruh bibi untuk minggir.


braaaak !!


pintu kamar Lisa pun di dobrak oleh Reza, Lisa yang sudah tergeletak dilantai langsung di gendong oleh Reza dan dibawa menuju kelinik terdekat.


" ya ampun non " kata bibi yang terkejut melihat Lisa.


" bibi tunggu dirumah saja,biar saya yang menemaninya " jelas Reza yang menuju kedalam mobil .


" tolong pak, darurat " teriak Reza kepada salah satu satpam yang berdiri di depannya.


" silahkan pak masuk, langsung saja tidurkan diruangan dokter, saya panggilkan dokternya dulu iya pak " jawab satpam yang ikutan panik.


tak lama dokter pun masuk kedalam ruangan untuk memeriksa kondisi Lisa, lalu dokter pun keluar.


" bagaimana dok " tanya Reza


" dia baik-baik saja, jangan biarkan istri bapak terlalu banyak berpikir dan terlalu sedih, karena bisa mempengaruhi kandungannya nanti, tolong dijaga baik-baik iya pak istrinya " jelas Reza


" apa saya boleh masuk, dok " tanya Reza.


" oh, silahkan, saya permisi dulu iya " jawab dokter dan pergi meninggalkannya .


Reza yang kini sudah duduk disamping Lisa yang masih belum sadar, ia menggenggam erat tangan Lisa, dan menciumi tangan Lisa dengan rasa penyesalan begitu dalam.


15 menit sudah Reza menunggu Lisa dan masih memegang tangan Lisa, tiba-tiba Lisa pun terbangun dari pingsannya.


" jangan bangun dulu sayang, kamu masih harus disini dulu sampai keadaannya benar-benar pulih " jelas Reza yang menahan Lisa untuk bangun.


" aku gak apa-apa, kamu gak usah pedulikan aku, lebih baik kamu pergi sekarang " jawab Lisa dengan wajah yang masih marah.


" gak , aku gak akan pergi kemanapun, aku akan selalu ada disisimu selamanya " jawab Reza


namun Lisa lebih memilih diam dan memalingkan wajahnya sehingga membelakangi Reza.


" maafkan aku sayang, aku tau aku salah, kamu berhak marah sama aku, kamu berhak benci sama aku, tapi jangan seperti ini " kata Reza yang membelai kepala Lisa dengan lembut.


Lisa pun tak menepiskan tangan Reza, Lisa masih lebih memilih diam.


" aku sayang sama kamu Lisa, aku benar-benar mencintaimu, aku gak bisa menemukanmu dimanapu, aku kangen sama kamu " jelas Reza yang mencium kepala belakang Lisa.


Lisa yang tak suka dengan ciumannya tersebut pun akhirnya membuka suara.


" kamu bohong, aku gak percaya sama kamu, lebih baik kamu pergi dan bertemu dengan istrimu itu " jelas Lisa dengan tangisan yang mulai pecah'.


Reza pun hanya tersenyum mendengar kata-kata Lisa, ia bahagia ternyata Lisa benar-benar cemburu sehingga pergi meninggalkannya.


" ini, aku sudah bertemu dengan istri mas " ledek Reza


Lisa tak pedulikan Reza yang mulai meledeknya. kini Reza duduk diatas kasur samping Lisa dan memegang tangan Lisa dengan erat, sehingga Lisa tak bisa menepisnya.


" dengarkan aku baik-baik iya sayang, aku gak pernah menikahi wanita lain, jika aku menikah untuk apa aku mencarimu sampai sejauh ini, apa lagi kamu sedang mengandung anakku sayang " jelas Reza, dan meletakan tangannya diperut Lisa, sentuhan tangan Reza membuat bayi didalamnya bergerak kencang.


" aaaaw " lirih Lisa langsung menepis tangan Reza.


" bayinya bergerak Lisa, apa itu sakit " tanya Reza yang tak tersinggung tangannya ditepis oleh Lisa.


" ini bukan anak kamu " jawab Lisa


" lalu anak siapa ? " tanya Reza yang mulai mendekat dan memegang perutnya lagi, dan membuat bayi nya bergerak lagi.


" kamu merasakannya kan sayang, anak kita saja langsung bergerak jika aku sentuh perut kamu " jelas Reza yang mendekatkan wajahnya.


nampak jelas wajah Lisa yang dibuat malu oleh Reza, dan tak bisa menjawab pertanyaan nya.


" aku suka sekali melihat kamu cemburu seperti ini, tapi jangan tinggalkan aku lagi iya sayang " pinta Reza yang sudah memeluk Lisa diatas kasur dengan posisi duduk.


_ like dan komen


jangan lupa ya say...