My student love

My student love
saatnya



_ rumah


sudah 9 bulan usia kehamilan Lisa, kini hanya menunggu saat harinya tiba, semenjak Lisa mengetahui kabar dari orangtuanya, Lisa sudah bisa menerima kenyataan dan kembali tersenyum seperti dulu lagi, apalagi ia akan menjadi seorang ibu dalam waktu dekat ini.


pukul 7.00 pagi, Lisa seperti bias yang sudah menyiapkan keperluan Reza dan sudah menyiapkan sarapan pagi, Reza menghampiri Lisa didapur , dipeluknya dan diciumnya.


" pagi, sayang " sahut Reza


" pagi, ayo sarapan dulu, loooh ko kamu pakai kaos, kamu gak kerja mas ? " tanya Lisa


" aku kan bos nya sayang masa kamu lupa sih, lagian juga sebentar lagi kamu akan melahirkan, aku gak mau ninggalin kamu sendirian dirumah " jawab Reza


" iya bos, jadi hari ini gak kerja ? terus mau ngapain " tanya Lisa


" bagaiman kalau berjalan kaki santai setelah sarapan sayang " tanya Reza


" baiklah, habiskan sarapannya dulu " jawab Lisa


Reza dan Lisa hanya berjalan-jalan mengelilingi sekitaran rumahnya, sesekali menyapa warga yang lain, sudah 10 menit mereka berjalan kaki, Lisa yang merasakan seperti ada yang mengganjal dibagian bawahnya, sehingga membuat Lisa merasa tak enak, dan memilih untuk duduk sebentar.


" kamu capek sayang, istirahat dulu disini " kata Reza


" mas, seperti ada yang mengganjal di sini mas " jawab Lisa yang memegangi dibagian bawahnya.


" apa sakit sayang ? " tanya Reza yang mulai panik


" tidak terlalu, mungkin kelelahan saja, sudah lama aku tidak berjalan-jalan seperti ini lagi " jawab Lisa


" baiklah duduk dulu sebentar, jika lelahnya hilang kita kembali pulang " jelas Reza


10 menit Lisa beristirahat ditepi jalan sambil duduk, Reza yang membantunya untuk bangun, namun kali ini Lisa merasakan sakitnya melebihi yang tadi ia rasakan sehingga Lisa kembali duduk.


" mas, sakit " keluh Lisa


tanpa berpikir panjang, Reza langsung menggendongnya, dan membawanya kembali pulang, dengan cepat Reza memasukan Lisa kedalam mobil lalu membawanya ke rumah sakit terdekat, dengan napas yang masih terengah-engah, keringat yang sudah membasahi bajunya, Reza harus membuat istrinya tetap tenang. tak lama Reza memarkirkan mobilnya didepan pintu rumah sakit, dan disambut oleh satpam .


" pak tolong, pak, istri saya akan melahirkan " jelas Reza


" tunggu sebentar saya bawakan dorongan dulu iya pak " jawab satpam


tiba suster dan satpam tadi dengan kasur dorongnya yang mereka bawa, dinaikan Lisa diatas kasur tersebut, dan mulai di bawa masuk kedalam ruangan, Lisa meminta agar Reza menemaninya didalam sana, agar ia tak merasa takut.


Lisa yang sudah meronta berguling ke kanan dan ke kiri, merasakan setiap sakitnya, Reza dengan sabar memberikannya semangat, pintu ruangan terbuka, dan dokter pun sudah siap untuk memulai proses persalinan nya.


dengan keringat yang terus bercucuran, wajah yang sudah sedikit pucat, oksigen yang sudah terpasang di hidungnya, dengan semangat Lisa mengejan.


Reza yang terus memegangi tangan Lisa, tak kuasa melihat perjuangan Lisa, tak lama terdengar suara tangisan bayi, Reza pun tersenyum bahagia, dan mencium kening Lisa dengan lembut.


" makasih sayang, sudah berjuang untuk melahirkan anak ku " bisiknya.


" sana lihat mas, lelaki atau perempuan anak kita ? " pinta Lisa


" sabar sayang, nanti juga dibawa kesini, masih dibersihkan dulu " jawab Reza


15 menit sudah Lisa didalam ruangan tersebut, tak lama suster pun datang membawa kereta bayi, sekarang Lisa bisa melihat bayinya, setelah 2 jam Lisa dipindahkan keruang inap.


" anak laki-laki yang mirip sekali dengan ibunya " sahut Reza


" iya dong, ini kan anak mamih " jawab Lisa


" yang bikin kan papih " jawab Reza


sepulang dari rumah sakit, Reza sudah membuat acara sambutan yang cukup meriah, yang dihadiri teman-teman, namun tidak ada sosok dari mertuanya, Lisa berharap mertuanya akan bisa menerima kehadiran Lisa.


" mas, kamu yang membuatnya, makasih iya mas " kata Lisa


" iya sayang, karena kamu telah memberikan yang terbaik buat aku maka aku pun memberikan sedikit kejutan " jawabnya


" bibi " sahut Lisa


" bibi datang juga kesini, makasih iya bi "


" iya non, tadi tuan menelpon dan menyuruh saya untuk datang kesini " jelasnya


" hmm,, begitu !! ya sudah bibi sini duduk disamping Lisa, Lisa kangen bgt sama bibi "


" dia lucu sekali non, siapa namanya non "


" belum tau bi, kata mas Reza nanti diumumin namanya " jelas Lisa


Lisa dan bibi asyik ngobrol, sedangkan Reza telah berdiri di tengah-tengah para tamu yang hadir.


" perhatian semuanya, saya Reza suami dari Lisa, ingin memperkenalkan anak kami yang baru saja lahir kemarin, kemarilah sayang " jelas Reza


dengan wajah merona Lisa menghampiri suaminya yang berdiri didepannya sambil membawa buah hati mereka dihadapan para tamu.


" para hadirin, saya kenalkan anak kami, putra kami yang bernama Haikal Wiguna Saputra , semoga menjadi anak yang Sholeh, yang berbakti kepada kedua orang tua, dan bisa menjadi tauladan " jelas Reza


3 jam sudah acara berlangsung dengan lancar, sekarang hanya ada Lisa, Reza, Haikal, dan bibi di rumah .


" mas sebenarnya buat apa bibi disini " tanya Lisa


" buat nemenin kamu dan menjaga Haikal sayang " jawabnya


" lalu, bagaimana dengan rumah dan usaha toko kue ku disana mas " tanya Lisa


" sudah mas jual, sebagai gantinya nanti mas buatin disini yang besar, tapi setelah kamu kembali pulih " jelas Reza


" janji, awas kalau gak, aku akan marah "


" janji sayang "


bibi sekarang bekerja dirumah baru Lisa, dan mulai bekerja seperti biasa, Lisa sebenarnya tak ingin direpotkan oleh bibi, karena Lisa sendiri pun sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah, namun karena keinginan mas Reza, Lisa tak bisa menolaknya, mungkin suatu saat Lisa akan kerepotan jika harus mengurus semuanya sendiri.


Lisa dudukdi tempat tidur sambil menyusui Haikal dipangkuannya, Reza mendekati Lisa dan duduk disamping lisa.


" terimakasih sayang, sudah melahirkan anak yang begitu manis, terima kasih sudah menjadi istri yang baik, terima kasih sayang untuk semuanya " ucap Reza


cup


cup


ciuman mendarat di kening Lisa, dan pipinya.


membuat Lisa malu. Lisa mentidurkan Haikal di ranjangnya, dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun.


" sini sayang kita bobo " pinta Reza


" mas, jangan aneh-aneh, jahitannya belum kering, tunggu hingga 6 bulan dulu biar pulih semuanya " jelas Lisa


" apa 6 bulan ? sayang terlalu lama "


" kamu tuh gak kasihan sama aku mas " tanya Lisa


" iya sayang, mas gak bakalan minta dulu sebelum jahitannya kering dan sembuh total " jelas Reza


Lisa dan Reza hanya tidur berpelukan diatas kasur, mungkin sesekali Reza menciumi istrinya, Reza merasa sangat senang dengan semua hal yang sudah terjadi selama ini, sehingga bisa memiliki keluarga yang seperti ini .


_ like dan komen


jangan lupa ya say....