My student love

My student love
dua



_ esoknya


hari ini iya terlambat datang ke sekolah, atas dasar apa ia bisa terlambat, saat ia berlari masuk ke dalam kelas lagi-lagi Haikal bertabrakan dengan ice batu, dan membuat isi tasnya berjatuhan.


bruuuugk !!


" awww.. "


" sorry, gw gak sengaja buru-buru soalnya " kata Haikal dengan merapikan buku si ice batu.


" loe lagi, loe lagi, gak ada yang Lain apa selain loe, ya ampuuun " jawab ice batu dengan wajah yang jutek.


" sorry sorry gak sengaja , marah mulu, nih bukunya " sahut Haikal


ice batu pun pergi tanpa perdulikan haikal, ia berjalan dan memberikan tatapan sinis kepada Haikal, namun Haikal sangat menyukai tingkah anehnya tersebut, saat ia ingin mengambil tasnya yang jatuh, ia menemukan kartu pelajar milik ice batu.


ternyata namanya shesilliawati , nama yang bagus . gumam Haikal


sebelum guru jam pertama tiba dikelas, Haikal lebih dulu sampai disana tak butuh waktu lama guru pun datang dibelakangnya.


" nyaris saja " sahut Haikal


" tumben telat, keluyuran loe semalam " tanya Dio


" tau aakh,capek gw lari-lari " jawabnya


tanpa ingin melanjutkan obrolannya, Haikal memperhatikan pelajaran sampai jam istirahat tiba, Haikal ingin mengembalikan kartu pelajar milik si ice batu ke kelasnya, Haikal dan kedua temannya mengintip dari balik jendela untuk melihat ice batu ada didalam apa tidak, ternyata benar 3 serangkai lagi duduk berendeng didalam sana .


" shesil " sahut Haikal


sontak membuat 3 wanita itu menengok ke arah Haikal yang sudah berdiri dihadapannya, Haikal datang dengan 2 temannya agar tidak digosipkan yang aneh-aneh.


" kenapa ? " jawabnya dengan heran


" jadi nama loe shesil ? oiya ini punya loe kan " sahut Haikal yang menyodorkan kartu nama kepada shesil.


" ya ampun gw cari-cari ternyata ada diloe, makasih iya " jawabnya


Haikal terus memandangi shesil dengan senyum-senyum Bahagia, ia tak sadar jika kedua temannya dan 3 serangkai memperhatikan tingkahnya.


" hmmmmmmm " serak kedua temannya


Haikal langsung salah tingkah setelah menyadari hal konyol tersebut, sedangkan 3 serangkai hanya menertawakan nya.


tiba-tiba Haikal berbisik kepada shesil yang duduk dibagian pinggir kursi.


" apa kau berani menertawakan ku, manis sekali " bisiknya


shesil seketika diam dan menatap Haikal dengan wajah yang merona, membuatnya salah tingkah dihadapan teman-teman nya. Haikal sekarang yang senyum-senyum melihat ia seperti itu.


Haikal dan kedua temannya pergi, Haikal pamit dengan mengacak-acak sedikit rambut shesil dibagian atas, membuat shesil lebih malu lagi dengan tingkah aneh Haikal kepadanya .


" waaaaah benar-benar menyebalkan " terika shesil


" jangan gitu, nanti suka loe " tanya Keke


" tau loe, lagian juga Haikal kan cukup populer disekolah, masa gak tertarik " sahut lia


" kalian lagi ngebahas apa sih, gak ngerti gw " jawab shesil yang tak ingin mendengarkan mereka


Keke dan Lia sangat paham jika temannya sedang mengalihkan pembicaraan, mereka hanya menggeleng kan kepalanya dan menyudahi pembicaraan tentang Haikal.


sedangkan Haikal dan kedua temannya sudah kembali kedalam kelas, menikmati alunan gitar yang dimainkan oleh Dio.


" bentar lagi juga pacaran " jawab Dio


" belum saatnya pacaran, bisa jadi temen aja udah anugerah banget buat gw hahahaa " jelas Haikal


" percaya gw sama loe mah " ledek Rafi


mereka melanjutkan pelajaran sampai pulang sekolah, didepan gerbang sudah terpampang mobil milik mommy nya tak lupa Lisa pun sudah berdiri untuk menyambut putra kesayangannya.


" anakku " memeluk Haikal seperti anak kecil dihadapan temannya.


" mommy lepasin, lihat kan Dio dan Rafi menertawakan aku " keluh Haikal yang berjalan masuk mobil dengan tatapan tajam kepada Dio dan Rafi.


Lisa yang melihat anaknya duduk dikursi belakang sangat paham jika anaknya sedang marah kepadanya.


" sayang apakah kamu lapar ? bagaimana jika kita membeli burger?" tanya mommy Lisa namun Haikal tak mendengarkan ajakannya " baiklah maafkan mommy, mommy salah, jika kamu malu mommy tak akan jemput kamu lagi " sahut Lisa dengan mencemberutkan wajahnya .


" mommy,mommy tak salah, hanya jangan peluk aku jika disekolah, aku sudah besar mommy, aku tak ingin ditertawakan terus oleh teman-teman ku " jelas Haikal


Lisa yang melihat putra kesayangannya mengeluh didalam mobil terlihat jelas dari spion yang mengarah kearah Haikal, Lisa hanya tertawa melihat ekspresi putranya itu.


" iya sayang, mommy janji gak bakalan peluk kamu disekolah lagi " pinta Lisa


" janji, janji mulu nanti juga gitu lagi " sahut Haikal yang semakin menggemaskan


Lisa hanya terus tertawa kecil kepada Haikal, ia sangat suka sekali melihat Haikal seperti itu, ia melajukan menghentikan kendaraannya di Drive thru untuk membeli burger sebagai permintaan maaf kepada anaknya.


_ rumah


Haikal yang lelah, membaringkan tubuhnya diatas sofa ruang tamu, diikuti oleh Lisa yang memberikan burger yang tadi ia beli. hendak memakan burger Lisa langsung melirik Haikal .


" haikaaal, ganti baju dulu baru makan " sahut Lisa


dengan burger yang masih ia gigit, Haikal membuka baju dihadap mommy nya tak lupa juga membuka celana sekolahnya, sekarang ia hanya menggunakan kaos dan kolor saja, sedangkan Lisa hanya menggelengkan kepalanya sambil merapikan seragam kotor Haikal.


" ampuuun deh, tadi dimobil bilang, katanya sudah besar, apanya yang besar, buka seragam saja masih didepan mommy, tapi kamu tak malu sedikitpun, kalau begini terus mommy akan peluk kamu lagi nanti disekolah " omel Lisa


belum sempat ia melangkahkan kakinya menuju dapur, Haikal merebut seragam kotor yang ada ditangan mommy nya .


" ia.. ia.. sini biar Haikal yang merapikannya, tapi jangan peluk Haikal lagi nanti " jawabnya masih menggigit burger dimulutnya dan berjalan kedapur untuk menarik seragam disana.


ternyata ia memang sudah besar, mendengar mommy nya mengeluh saja, langsung ia kerjakan, walau harus dipaksa. gumam Lisa


tak lama terdengar putri kecilnya yang sudah pulang sekolah lalu memeluk Lisa dengan erat.


mommy !!


" hey cantik, kamu sudah pulang, bagaimana pelajarannya tadi di sekolah " tanya Lisa


" baik mommy, dimana kakak ? apakah ia belum pulang sekolah " tanya putrinya


" kakak kamu sedang didapur menaruh pakaian kotornya " jawabnya


" tumben, apakah ia sakit mommy ?" tanyanya lagi


" mungkin "


mereka berdua langsung tertawa, Lisa tak pernah menjemput putri kecilnya karena ia sudah mempercayakan kepada mobil jemputan sekolah, dan putri kecilnya itu pun tak pernah mempermasalahkan hal tersebut, baginya pergi sekolah bertemu teman bukan bertemu mommy.


_ like dan komen


jangan lupa ya say