My student love

My student love
kekecewaan



_rumah


Reza yang sangat marah sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dia mengambil pas bunga yang ada didekatnya dan melemparkannya ke sudut ruangan,


"aaaaaaaakh ... keluar semuanya bubar, tidak ada yang namanya pernikahan tidak ada dan tidak akan pernah" teriak Reza .


para tamu yang melihat kelakuan Reza sontak langsung berhamburan keluar dan pergi meninggalkan kediaman rumah Reza.


sekarang hanya ada Reza dan mama, Reza pun mengacak-acak semua yang ada di hadapannya.


" Reza apa kamu sudah gila " teriak mamanya.


" ya, Reza memang sudah gila, sudah gila hingga hampir mau mati " jawab Reza dengan menatap tajam.


Reza pun segera pergi mencari Lisa, tanpa berkata-kata lagi.


" kamu mau kemana Reza " tanya mama.


braaaaaak !!


bunyi pintu yang dibanting Reza.


mamanya pun duduk dengan meratapi semua kejadian dan semua yang telah reza hancurkan.


Reza yang kini telah berjalan menuju apartemen Lisa, mungkin Lisa masih disana hingga bisa dia untuk menjelaskannya.


namun, sebelum Reza sampai disana Lisa yang telah mengemasi barang-barang nya dan beberapa surat-surat penting lainnya dimasukan semua ke dalam koper dengan air mata yang tak henti.


" kamu jahat mas, kamu benar-benar jahat, aku kecewa sama kamu, kamu pembohong mas kamu pembohong " kata Lisa yang masih menangis.


" loe mau kemana Lisa " tanya rasti, yang kaget melihat banyak koper besar yang masuk kedalam mobilnya.


Lisa yang menyuruh Rasti untuk menunggu dimobil dari tadi, kini Lisa telah duduk didalam mobil Rasti.


" gw mau pulang kerumah peninggalan ortu gw di bandung " jawab Lisa.


" loe yakin Lis, lalu hubungan loe dengan " tanya Rasti yang belum selesai.


" cukup rasti, gw gak mau dengar nama itu lagi " potong Lisa.


" sekarang loe mau antar gw kebandung apa engga, kalau loe gak mau gw turun dan pesan taxi online " jawabnya lagi.


" ok ok ok nyonya Lisa, gak usah marah-marah mulu, gw anterin kemana juga " jawab Rasti yang tengah menyalakan mobilnya dan melaju ke daerah Bandung.


_apartemen Lisa


20 menit setelah Lisa pergi, Reza akhirnya tiba, dan segera masuk berlari menuju apartemen kamar Lisa .


tok.. tok.. tok..


namun tak ada jawaban, Reza pun mengambil hp nya dan berusaha menelpon lisa, namun tak tersambung juga.


berkali-kali Reza mengetuk dan memanggil namun tidak ada jawaban apapun dari dalam, dengan cepat Reza turun kebawah dan bertanya pada receptionis.


" maaf mba, apakah Lisa yang tinggal di apartemen no xxxx sudah kembali " tanya nya.


" maaf pak , ibu Lisa baru saja pergi sekitar 20 menit yang lalu " jawab mba.


"makasih iya mba" jawab Reza, dan pergi keluar, Reza pun berdiri cukup lama disamping mobilnya dengan memikirkan kabaradaan Lisa sekarang.


" kamu dimana sayang, maafin aku yang gak bisa jujur sama kamu, harusnya aku kasih tau kamu dari awal " gumamnya dan masuk kedalam mobil dan kembali ke apartemen miliknya, dan berharap besok Lisa sudah pulang ke apartemen miliknya.


_mobil Rasti


Lisa dan Rasti yang kini tengah melaju kebandung, Rasti melihat Lisa sangat sedih dari tadi menangis tanpa kata-kata sedikit pun.


Rasti. : Lis jangan nangis lagi, gw jadi ikutan sedih nih ! loe seriusan mau tinggal disana ?


Lisa. : iya gw serius tekat gw dah bulat buat tinggal disana, loe jangan kasih tau siapapun iya ?


Rasti. : lalu kuliah loe gimana ?


Rasti. : lalu apartemen loe ?


Lisa. : mau gw sewakan saja.


Rasti. : tapi loe jangan lupa sama gw iya nanti disana !


Lisa. : gw gak bakalan lupa sama loe, yang udah bantuin gw.


Rasti. : tapi gw boleh kan nengok loe suatu saat nanti.


Lisa. : boleh bgt, sering juga boleh.


Rasti. : loe pikir gw gak ada urusan yang penting harus nengok loe terus (ledeknya).


Lisa akhirnya tertawa mendengar jawaban Rasti, Rasti pun ikut tertawa juga, mereka pun melanjutkan perjalanannya.


_apartemen Reza


Reza yang telah duduk di kamarnya, terlihat lusuh dan berantakan, dengan terus berpikir akan hal mengenai Lisa .


namun Reza tak mau menyerah, ia akan datang kembali ke apartemen Lisa besok dan berharap Lisa kembali ke sana .


" besok gw harus kesana lagi, tapi jika besok Lisa tidak ada, gw harus nyari kemana? kota ini kan luas, aduh bisa gila beneran gw" gumamnya.


Reza pun pergi beristirahat agar pikiran dan hatinya bisa tenang sedikit.


Reza yang terbaring dengan menatap langit-langit apartemen nya.


" andai dari awal gw gak mengikuti perkataan mama gw, mungkin gw bakalan terus bersama loe, tapi gw gak bisa melawannya biar bagaimanapun dia ortu gw satu-satunya yang gw punya, bukan gw gak memilih loe, namun sekarang sudah terjadi mau disesali pun percuma rasanya benar-benar menyakitkan harus dijelaskan dari mana dulu agar kamu mengerti posisi ku Lisa " gumam Reza yang larut dalam renungan ya.


_ Bandung


3 jam Lisa dan Rasti diperjalanan, sekarang mereka akhirnya telah sampai tujuan.


mereka berdua turun dari mobil, dan berdiri dengan menatap rumah tersebut, rumah yang sederhana, banyak pohon-pohon yang tumbuh di halamannya, hanya saja warna cat yang sudah kusam dan memudah sebagian.


" busat dah nih rumah adem bener, beneran nih rumah loe lis ? biarpun sederhana tapi sejuk bgt " kata Rasti yang menengok sana-sini .


" beneran lah, masa tampang cantik begini bohong sih " jawab Lisa dengan narsisnya.


tak lama mereka berdiri diluar , ada seseorang wanita 1/2 tua menghampiri mereka.


" non Lisa.. " tanya bibi yang bingung mana Lisa.


" saya bi lisa, itu temen saya namanya Rasti " jawab Lisa. dengan segera Rasti mengulurkan tangannya " Rasti Bu " sahut Rasti, bibi hanya tersenyum kepadanya.


" mari masuk non, sudah bibi bersihkan, dan sudah rapi semua " sambil membawa salah satu koper milik Lisa dan menariknya kedalam rumah.


setelah masuk, Lisa dan Rasti duduk di ruang tamu, sedangkan bibi sibuk memindahkan koper keluar masuk kamar Lisa.


" rumah ini masih sama kaya dulu, gak ada yang berubah sedikitpun hanya saja lebih tenang dan sepi jauh dari kebisingan " kata Lisa yang melihat-lihat kesetiap sudut .


" emangnya udah lama bgt iya, loe gak pernah kesini Lis " tanya Rasti yang masih duduk kelelahan.


" lama bgt, kalau gw ceritain bisa 7 hari 7 mlm " ledek Lisa.


setelah bibi selesai dengan koper Lisa , bibi menghampiri mereka dengan membawakan minuman segar dan beberapa cemilan.


" widih bibi, tau aja butuh yang segar-segar, makasih iya bi " sahut Rasti yang langsung menyambar minuman tersebut .


" bibi kedapur lagi ya non,mau siapin makan malam " kata bibi yang pergi menuju dapur.


Lisa yang masih melihat-lihat akan kenangannya dengan rumah itu, ia mendapatkan foto kedua orang tuanya yang sambil menggendong Lisa waktu kecil.


_ like dan komen


jangan lupa ya say...